Wuihh..! ORI Laku Keras
Jakarta - Seperti diperkirakan sebelumnya, Obligasi Negara Ritel (ORI) Seri ORI 001 laku keras. Di hari pertama masa penawaran, jatah untuk agen-agen penjual banyak yang sudah ludes.
“Depkeu kan akan menjual Rp 2 triliun, kami 10 persennya saja. Mungkin bisa oversubscribe. Di sini (stand penjual) saja 10 persen dari target sudah masuk, baru di sini,” ujar Agus Hernawan R, Direktur Bukopin.
Hal itu disampaikan Agus di sela-sela Pembukaan Masa Penawaran Obligasi Negara Ritel Seri ORI001 di Aula Dhanapala, Jalan Senen Raya, Jakarta, Senin (17/7/2006).
Agus mengklaim, setelah Menkeu Sri Mulyani membuka secara resmi, penawaran masyarakat sudah mencapai Rp 20 miliar. “Belum lagi kami dapat seluruh cabang Bukopin kan memasarkan,” ungkapnya.
Investor tidak dikenakan biaya kecuali biaya-biaya resmi seperti materai, biaya transfer atau biaya Real Time Gross Settlement (RTGS).
“Kalau yang lain tidak. Kalau materai kan Rp 6.000. Kalau RTGS ada yang 25 atau 30 ribu. Kalau sekuritas juga sama, kan mereka menggunakan bank. Kalau transfer kan pasti ada biaya RTGS,” katanya.
Sementara Direktur Obligasi PT Trimegah Securities Tbk Desimon menambahkan, Trimegah sudah melakukan penawaran di 5 kota yakni Solo, Semarang, Bali, Pekanbaru, dan Manado. Minat masyarakat cukup membludak, yakni rata-rata per cabang mencapai Rp 4-5 miliar.
“Itu belum kami insentifkan penjualannya. Kami akan melanjutkan terakhir tanggal 20 Juli di Surabaya,” ujarnya.(qom)
Dadan Kuswaraharja - detikcom
