Transaksi Perdana Di BES: Harga ORI Naik 1,45%
Jakarta - Harga Obligasi Ritel Indonesia (ORI) seri ORI001 langsung naik 1,45 persen dari 100 menjadi 101,45 pada hari pertama transaksi sesi satu di Bursa Efek Surabaya (BES).
Seiring dengan kenaikan harga ini tingkat yield (imbal hasil atau kupon bunga) — yang berbanding dengan terbalik dengan harga — turun dari 12,05 persen menjadi 11,474 persen.
“Hari ini ORI mulai diperdagangkan di pasar sekunder, penawaran beli tertinggi di harga 101,45 dan penawaran jual terendah di harga 101,65,” kata Dirut BES, Bastian Purnomo.
Hal itu disampaikan Bastian di sela acara pengumuman pemenang ARA 2005 di Gedung Dhanapala Departemen Keuangan (Depkeu), Jakarta, Kamis (10/8/2006).
Menurut Bastian, sepanjang sesi I perdagangan hari ini frekuensi jual-beli ORI sebanyak 6 kali dengan volume 40 lot.
Bastian menjelaskan, melihat perkembangan harga pasar terutama surat utang negara (SUN) yang sudah melebihi harga par (harga pas/normal), maka BES menetapkan kebijakan sementara untuk tidak memberikan batasan rentang tawaran jual maupun tawaran beli.
Namun fluktuasi harga untuk hari ini tetap dibatasi, yakni setinggi-setingginya 250 basis poin (2,5%) di atas atau di bawah harga penutupan hari bursa sebelumnya.
Jumlah ORI yang diperdagangkan di BES ini sama seperti yang dikeluarkan pemerintah Rp 3,28 triliun dengan per satuan Rp 5 juta.
Nilai nominal ORI001 sebesar Rp 3,283 triliun dengan tanggal penerbitan 9 Agustus 2006 akan jatuh tempo 9 Agustus 2009.
Sedangkan tingkat kupon bunga sebesar 12,05 persen dan pembayaran bunga dilakukan setiap tanggal 9.(ir)
Dikutip dari Detik.com
