Tips untuk Terbebas dari Hutang Kartu Kredit

Pertanyaan:

Saat ini saya berumur 28 tahun, dan belum menikah. Rencananya tahun ini saya akan melangsungkan pernikahan dengan kekasih saya. Saya juga Baru saja pindah kerjaan (belum sampai 3 bulan) dan mempunyai penghasilan Rp. 3,500,00 per bulan plus bonus kurang lebih 500rb per bulannya. Total pendapatan kurang lebih 4 juta rupiah. Saat ini saya kos dengan biaya 950rb rupiah per bulan. Saya juga mempunyai kendaraan sebuah sepeda motor senilai 8jt rupiah (harga motor bekas sejenis di pasaran)

Saat ini saya mempunyai permasalahan yang sangat pelik. Yaitu hutang credit card. Saya mempunyai dua buah credit card. Yang masing-masing jumlah tunggakannya 8 juta dan 5 juta rupiah dengan bunga 3,75% per bulan dan 4% untuk tarik tunai.

Dulu saya telah berhasil melunasi sampai 0 rupiah tunggakan credit card saya tersebut, tapi kemudian bertambah lagi tunggakannya dan saya malah ‘dihadiahi’ satu buah credit card baru lagi dari bank penerbit credit card saya. Hingga saya kewalahan seperti sekarang.

Karena tiap bulan harus bayar minimum saldo credit card, saya selalu kehabisan uang dan akhirnya pinjam orangtua atau tarik tunai dari credit card saya. Saya juga sudah tidak mampu lagi membayar asuransi unit link saya di bank yang besarnya 300rb per bulan. Sudah berbulan-bulan saya tidak menabung di asuransi unit link saya tersebut.

Saya akui saya boros dan sangat mudah mengeluarkan uang atau memakai credit card, Cuma kok rasanya sulit sekali untuk menurunkan gaya hidup saya dan menabung. Mohon pencerahannya apa yang sebaiknya saya lakukan? Adakah cara yang lebih efektif untuk melunasi hutang-hutang saya tersebut.

Jawaban:

Tawaran kartu kredit memang menggiurkan, seolah-olah menjadi solusi untuk keuangan kita. Namun apabila kita tidak berhati-hati, kita malah terperangkap ke masalah hutang kartu kredit. Tanpa terasa penggunaan kartu kredit sudah mencapai limit, sementara kita hanya dapat membayar jumlah minimal setiap bulannya. Bagaimana cara mengatasi hutang kartu kredit? Ada 2 langkah yang perlu dilakukan:

1. Mengatur pengeluaran.

Apabila Anda bertanya, darimanakah uang yang digunakan untuk membayar hutang kartu kredit? Maka jawabannya adalah dari gaji Anda sendiri. Pada tahap ini saya akan menjelaskan strategi yang dapat Anda lakukan untuk memberdayakan gaji Anda untuk membayar hutang kartu kredit.

Pada kasus diatas, Anda menjelaskan bahwa pendapatan Anda adalah gaji sebesar Rp. 3.500.000,- dan bonus sebesar Rp. 500.000,-. Jadi pendapatan total adalah Rp. 4.000.000,-. Nah, dana yang dipergunakan untuk membayar hutang biasanya adalah 30% dari total pendapatan. Dalam kasus Anda adalah Rp. 1.200.000,-.

Untuk menyisihkan dana sebesar ini, Anda perlu membuat anggaran belanja yang ketat. Bagilah pos-pos pengeluaran Anda menjadi beberapa kategori. Kategori yang biasa digunakan adalah tabungan, makanan, pajak, transportasi, pakaian, perumahan, hiburan, kesehatan, pendidikan, kebutuhan rumah tangga/kebutuhan sehari-hari, pembayaran kartu kredit, dan pengeluaran lain-lain. Untuk kasus ini, Anda sudah menetapkan biaya perumahan (kost) Rp. 950.000,-, dan pembayaran kartu kredit sebesar Rp. 1.200.000,-.

Berikan jatah pengeluaran untuk pos pengeluaran lainnya. Ingat bahwa total pengeluaran tidak boleh melebihi total pendapatan, berarti tidak boleh lebih dari Rp. 4.000.000,-.

Yang Anda buat ini adalah anggaran pendapatan dan belanja Anda. Anggaran ini hanyalah berupa rencana. Dan rencana ini harus Anda jalankan secara disiplin pada bulan yang bersangkutan. Mungkin Anda akan merasakan beberapa hal yang kurang enak, seperti Anda harus mengurangi jalan-jalan ke mall agar anggaran hiburannya tetap on budget, dan lain-lain, namun Anda harus tetap disiplin. Ingat kembali tujuan Anda: agar dapat terbebas dari hutang kartu kredit. Dan tetap harus diingat, jangan menambah hutang Anda pada kartu kredit.

2. Strategi melunasi kartu kredit.

Setelah Anda menjalankan langkah pertama diatas, Anda akan mendapatkan dana Rp. 1.200.000,- per bulan untuk melunasi kartu kredit. Sekarang pertanyaan berikutnya, bagaimana strategi untuk melunasi seluruh hutang kartu kredit yang paling cepat dan kerugian membayar bunga kartu kredit yang minimal?

Saya akan menjelaskan caranya. Kumpulkan data seluruh kartu kredit Anda, nilai hutang pada kartu kredit dan tingkat suku bunganya. Kita misalkan pada kasus ini ada 2 kartu kredit yang nilai bunganya berbeda:

  • Kartu kredit A dengan hutang Rp. 8.000.000,- dan bunga 3,75%.
  • Kartu kredit B dengan hutang Rp. 5.000.000,- dan bunga 4%.

Yang pertama, pilihlah kartu kredit dengan bunga yang paling tinggi. Dari contoh diatas adalah kartu kredit B. Nah, dana untuk membayar hutang dipusatkan ke kartu kredit ini. Semua kartu kredit selain kartu kredit B, hanya dibayar sejumlah minimal. Misalkan kartu kredit A minimal pembayarannya adalah Rp. 50.000,-, maka penggunaan dana untuk membayar hutang kartu kredit adalah:

  • Kartu kredit A dibayar Rp. 50.000,- per bulan.
  • Kartu kredit B dibayar Rp. 1.150.000,- per bulan.

Apabila Anda menjalankan rencana tersebut dengan lancar, maka dalam kurang lebih 5 atau 6 bulan hutang Anda pada kartu kredit B akan lunas. Selanjutnya, Anda dapat menggunakan seluruh dana pembayaran kartu kredit untuk kartu kredit A. Setelah kurang lebih 10 bulan, maka hutang kartu kredit A akan lunas.

Untuk informasi lebih detil, Anda dapat membaca:

  1. Ebook “Keuangan Pribadi: Resep Rahasia Dibalik Kesuksesan Kaum Kaya” Bab 3 mengenai anggaran pendapatan dan pengeluaran.
  2. Ebook “Keuangan Pribadi: Resep Rahasia Dibalik Kesuksesan Kaum Kaya” Bab 5 mengenai manajemen hutang.

Paket ebook panduan mengelola keuangan ini dapat dipesan secara online di:
http://www.keuanganpribadi.com

Apabila Anda tertarik untuk melakukan konsultasi keuangan pribadi atau keluarga, silahkan baca ketentuan kami di:
http://blog.keuanganpribadi.com/kesempatan-untuk-konsultasi-keuangan-gratis/

2 Responses to “Tips untuk Terbebas dari Hutang Kartu Kredit”

  1. Hasan Says:

    menurut saya kartu kredit ini sama saja dengan rentenir, saya juga pengguna kartu kredit( 4 Card dgn limit 15 jt. ) namun sekarang saya sudah mengambil keputusan untuk menutup kartu kredit saya setelah melunasi semua tagihan yang tersisa sekitar 6jt. alasan saya untuk menutup kartu kredit karena saya berpendapat bahwa apabila kita hutang dgn memakai kartu kredit itu sama saja dgn menyelesaikan masalah satu, timbul masalah baru yg lebih berat.(beda dgn pegadaian y). contoh yg saya alami adalah sy sering kelupaan membayar pada saat tagihan sdh jatuh tempo, namun walau lewat sehari saja bank penerbit sudah memberikan denda minimum Rp. 75.000,- sedangkan pemakaian kartu saya hanya sekitar Rp. 1.000.000,- sekarang coba dihitung berapa persen bunga yang dibebankan kepada nasabah apabila kita terlambat mambayar walaupun itu cuma 1 hari. di hitung hitung bunga yg dibebankan kepada nasabah karena keterlambatan sebesar 7,5%-WOW hebat bukan?… dan Bank penerbit tidak mau tahu alasan yg kita berikan - tidak ada kompromi.

    satu-satunya lembaga keuangan yang saya paling percaya untuk meminjam uang secara instan hanya pegadaian. saat ini startegi saya adalah meminjam uang di pegadaian (jaminan emas) lalu melunasi semua hutang di kartu kredit dan menutup kartu kredit saya.

    Pegadaian walau terlambat 1 minggu tidak dikenakan denda keterlambatan itulah hebatnya pegadaian.

    jadi saran saya adalah jangan menggunakan kartu kredit kalau hanya untuk bergaya saja, karena itu akan membuat anda terjebak kedalam hutang yg lebih besar.

    Tinggalkan kartu kredit, say no to credit card.

    saat ini saya masih banyak menerima tawaran pembukaan kartu kredit namun langsung saya tolak karena ga mau terjebak lagi.

  2. Bestman Januari P Says:

    Saya setuju dengan pendapat Sdr. Hasan, apapun ceritanya bahwa kartu kredit itu lebih banyak merugikan kita apabila tidak tahu menggunakannya dengan benar. Saat ini saya memiliki hampir semua kartu kredit bank lokal maupun asing (lbh kurang 9 kartu kredit). Dulu mereka dengan mudahnya memberikan kita apply kartu baru dan meminta kita untuk rekomendasikan teman lainnya. Setelah ada masalah kartu timbul (telat/macet) Duuuh….kita kayak penjahat bank mafia dikejar-kejarnya, malah terkadang petugas officer kartu kredit tersebut bicaranya lebih kasar daripada debt collector dilapangan. Padahal kita itu benar-benar lagi kepepet dan malah tambah kepepet lagi liat bunga kartu kredit yang bertambah besar setiap bulannya.

    Yang penting kita harus bisa belajar memenuhi kebutuhan hidup sesuai dengan penghasilan kita terima saat ini. Karena kartu kredit terkadang membuat nafsu kita untuk belanja (konsumtif) sangat tinggi sekali dan pada dasarnya sangat tidak mendidik masyarakat untuk belajar hidup hemat dan proporsional. Disitulah saya melihat para pengelola kartu kredit sangat jarang memberikan kita tips untuk tahu cara yang benar menggunakan kartu kredit dalam brosur/buletin yang dikirim setiap bulannya. Malah kita terus diiming-imingi belanja untuk dapat poin, begitu kita bayar telat dan tidak bisa lagi meng-cover pembayaran bulan depannya maka seperti penjahat besarlah kita diperlakukan oleh para pengelolanya.

    Kartu kredit itu harusnya dipergunakan oleh mereka yang punya kelas gaya hidup tertentu dan sudah mampu untuk mempergunakannya. Jangan paksa diri kita untuk terus bergantung dengan hutang (kartu kredit) karena sampai sekarang saya sudah cukup untuk merasakan “enak sesaat dan sakitnya bikin sekarat”

Leave a Reply