Tahun 2007, ORI Terbit Dua Kali
JAKARTA, KOMPAS - Pemerintah membatalkan satu penerbitan obligasi negara ritel atau biasa dikenal ORI dari rencana semula tiga kali penerbitan menjadi hanya dua kali penerbitan karena Departemen Keuangan menilai dana yang terserap dari lelang seri ORI 002 tergolong besar. Oleh karena itu, kesempatan yang tersedia bagi investor yang ingin memiliki ORI di tahun 2007 tinggal satu kali lagi.
“Penerbitan ORI tinggal satu kali lagi di tahun 2007 karena hanya ada dua kali penerbitan,” kata Direktur Pengelolaan Utang Departemen Kuangan Rahmat Waluyanto di Jakarta, Selasa (27/3).
Menurut Rahmat, semula pemerintah menjadwalkan tiga kali penerbitan ORI sepanjang tahun 2007, namun rencana itu diubah disebabkan tiga alasan.
Pertama, dana yang diserap pemerintah dari ORI 002 sangat besar, yakni Rp 6,233 triliun, atau hampir sama dengan nilai pemesanan yang diterima agen penjual Rp 6,268 triliun. Kedua, pemerintah ingin memberikan kesempatan kepada instrumen keuangan lainnya yang akan diterbitkan pertama kali di tahun 2007, yakni Surat Perbendaharaan Negara (SPN) dan obligasi negara berbasis syariah atau sukuk negara.
“Ketiga, pemerintah akan menurunkan batas pemesanan oleh setiap investor dari Rp 5 miliar menjadi Rp 100 juta atau Rp 1 miliar, sehingga jumlah pemesanan bisa menurun,” ujarnya.
Laporan Wartawan Kompas Orin Basuki
