Rumus Ekonomi Y = C + I

Seseorang mengirimkan email kepada saya, mengeluhkan bahwa setiap bulannya tidak dapat berinvestasi. Beliau merasa bahwa yang diperlukan pada saat ini adalah peningkatan pendapatan. Setelah pendapatan meningkat, baru bisa berinvestasi. Saya membalas dengan menerangkan bahwa solusi yang lebih tepat adalah dengan mengendalikan pengeluaran, atau menekan konsumsi.

Balasan email yang saya dapat cukup mengejutkan. Orang tadi mengatakan bahwa setelah membaca penjelasan dari saya, beliau teringat dengan satu buah rumus ekonomi:

Y = C + I

Berikut adalah penjelasan dari beliau:
Y=Pendapatan
C=Konsumsi
I=Investasi
Jadi kesimpulannya investasi adalah SISA dari kelebihan pendapatan yang tidak dikonsumsi.

Sehabis membaca penjelasan tersebut, saya hanya bisa tertawa kecil. Bagaimana mungkin Anda bisa menabung dengan pola pikir seperti itu?

Sebagai contoh kita katakan saja bahwa tiap tanggal 30 Anda menerima gaji. Pada tanggal 30 April 2007, Anda menerima secara penuh gaji Anda sebesar Rp. 5.000.000,-. Gaji ini Anda gunakan untuk keperluan konsumsi Anda. Pada tanggal 29 Mei 2007 (pas satu hari sebelum Anda menerima gaji berikutnya), saya datang bertanya “Berapa sih sisa gaji Anda yang bisa diinvestasikan untuk bulan ini?”. Kira-kira angka berapakah yang menjadi jawaban Anda?

Berdasarkan ilmu pengelolaan keuangan pribadi, Anda harus dapat menyimpan setidaknya 10% dari total pendapatan Anda. Jadi dalam kasus ini, Anda harus memiliki Rp. 500.000,- sisa uang di akhir bulan untuk diinvestasikan. Dapatkah Anda melakukannya? Hanya 1 dari setiap 10 orang yang dapat melakukan hal ini. Apabila Anda dapat melakukannya, maka SELAMAT! Anda sudah menguasai teknik dasar pengelolaan keuangan pribadi. Anda adalah cikal bakal orang kaya.

Di sisi lain, jawaban dari kebanyakan orang adalah nol. Seluruh pendapatan sudah dihabiskan untuk konsumsi. Dengan kata lain, tidak ada sisa untuk diinvestasikan. Malah dengan gaya hidup sekarang, saldo akhir bulan cenderung minus. Mengapa bisa begitu? Sebab jumlah tagihan kartu kredit yang belum terbayar semakin membengkak. Besar pasak daripada tiang.

Dimana letak permasalahannya? Kesalahan yang paling fatal disini adalah mendahulukan konsumsi. Biasanya orang yang diberi jatah uang untuk konsumsi, maka orang tersebut cenderung akan menghabiskan seluruh uangnya. Tidak ada sisa. Jadi kalau kita mengatakan bahwa “investasi adalah sisa pendapatan setelah konsumsi”, artinya tidak ada jatah uang lagi untuk investasi. Pada akhir bulan Anda akan melihat isi kocek Anda yang sudah nyaris kosong dan mengatakan “ah, bulan depan saja saya mulai berinvestasi”. Dan begitu juga yang akan terjadi pada bulan-bulan berikutnya.

Rumus diatas mungkin bisa berlaku dalam ekonomi makro. Namun bisa Anda ingin mengimplementasikannya ke dalam keuangan pribadi Anda, rumusnya harus diubah menjadi:

Y = I + C

Jadi, setelah menerima pendapatan, gunakanlah terlebih dahulu untuk berinvestasi, sisanya baru digunakan untuk konsumsi.

Untuk kasus yang sama dengan diatas. Setelah menerima gaji sebesar Rp. 5.000.000,- pada tanggal 30 April 2007, segeralah transfer uang sebesar Rp. 500.000,- ke rekening khusus tabungan. Kalau bisa jangan sampai lebih dari tanggal 5 Mei (jangan lebih dari seminggu). Uang pada rekening khusus tabungan ini tidak boleh digunakan kecuali dalam kondisi darurat. Nah, jadi uang yang boleh dibelanjakan pada bulan itu hanya tinggal Rp. 4.500.000,-. Dengan cara seperti ini, Anda pasti berinvestasi Rp. 500.000,- setiap bulannya.

10 Responses to “Rumus Ekonomi Y = C + I”

  1. Andifalih Says:

    Saya sangat setuju sekali dengan tulisan ini, bahwa agar bisa menabung dan berinvestasi sebaiknya uang yang dihasilkan dari pendapatan (Y) harus disisihkan dulu untuk menabung/ berinvestasi baru sisanya untuk konsumsi (C). Jadi konsumsi/pengeluaran adalah sisa pendapatan dikurangi investasi. Mungkin agak lebih cocok bila rumusnya menjadi :
    C = Y-I,
    Jadi, konsumsi adalah sisa pendapatan setelah kita menyisihkan terlebih dahulu untuk investasi.
    Terima kasih.

  2. INAYATI PRIHARTINI Says:

    selamat pagi, saya tertarik dengan tema ini. saya ingin juga mengetahui bagaimana mengatur keuangan untuk diri saya.saya karyawati sebuah perusahan swasta saya sudah menikah dan mempunyai seorang anak.pendapatan saya sebulan rp. 2.100.000,- saya jg ada hutang kartu kredit.kira2 bagaimana pembagiannya dan kira2 apa yg baik utk saya lakukan supaya saya bisa investasi utk bekal anak saya tadi.mohon kiranya dapat memberikan saran utk investasi apa yg baik utk saya karena saya awam mengenai investasi.

  3. David Ciang Says:

    Panduan umum untuk pengelolaan keuangan, Anda harus menyisakan 10-30% dari total pendapatan untuk tabungan/investasi masa depan. Untuk kasus Bu Inayati, minimal menabung Rp. 210.000,- per bulan.

    Aturan keduanya adalah, maksimal dana yang digunakan untuk membayar segala macam hutang (cicilan rumah, cicilan mobil, cicilan kartu kredit, dan lain-lain) adalah maximal 30% dari total pendapatan. Kalau lebih, akan menggangu belanja harian.

    Mengenai dan pendidikan anak, ini bergantung dari keinginan Anda. Biasanya yang memberatkan adalah biaya masuk SD, SMP dan SMU. Untuk Perguruan Tinggi, biaya yang memberatkan adalah biaya masuk dan biaya bulanannya.

    Ibu ingin menabung untuk biaya yang mana? Kalau ingin untuk keseluruhan, dari SD sampai Perguruan Tinggi, perhitungannya rumit. Jadi lebih baik Ibu konsultasikan langsung ke penjual produk dana pendidikan anak, mereka sudah punya tabel perhitungannya. Saya pernah menanyakan ke bank-bank mengenai dana pendidikan anak, rata-rata mereka memiliki produknya.

    Kalau Ibu hanya ingin menabung untuk biaya Perguruan Tinggi, saya punya Worksheet Excel untuk perhitungannya. Worksheet ini dijual di http://www.KeuanganPribadi.com dalam ebook bonusnya yang berjudul “Tips dan Trik Membuat Rencana Keuangan Pribadi Menggunakan Excel”.

  4. heru prasetyo Says:

    saya diberi tugas oleh dosen saya, sbb :
    bagaimana orang bisa tetap melakukan konsumsi jika pendapatannya = 0 ?
    “apa yg hrs sy jawab pd dosen itu?”

  5. David Ciang Says:

    Bisa dengan 2 cara:
    1. Menjual harta/asset, sehingga menjadi uang. Lalu membelanjakannya.
    2. Berhutang. Seperti menggunakan kartu kredit.

    Namun kedua cara ini akan membawa kehancuran bagi finansial orang tersebut.

  6. dharma Says:

    wah bagus juga ya kl dalam kenyataan qt bisa dengan tertib melaksanakan teoti tersebut..permasalahan saya sebagai ibu rumah tangga muda sbb :
    1. setiap bulan saya selalu mengikuti arisan..macem2..da arisan RT,kelompok,kantor dll..apa sistem arisan ini juga merupakan investasi??

  7. David Ciang Says:

    Arisan bukan investasi karena tidak ada kejelasan mengenai kapan hasilnya akan kembali ke Anda. Lebih baik dana untuk arisan Anda pindahkan ke produk investasi seperti membeli reksa dana, membeli emas atau ORI.

  8. windra Says:

    tambah lagi donk tentang pendapat para ahli jadinya akan lebih akan lebih menarik. kita bisa juga diajak berpijkir labih asik ya kan bos

  9. Hidayat Says:

    Saya adalah karyawan swasta, gaji saya per bulannya Rp. 750.000, dan status saya masih lajang, saya tu punya impian ingin punya sepeda motor, tapi status saya di perusahaan adalah karyawan kontrak, tahun ini kontrak saya baru diperpanjang, apakah enaknya saya harus kredit kendaraan, tapi saya ragu-ragu soalnya saya nggak tau apakah di saat-saat mendatang kontrak saya diperpanjang atau tidak, tolong kasih solusinya, terima kasih.

  10. David Ciang Says:

    Anda hanya boleh mengambil kredit motor dengan jangka waktu yang sama dengan masa berlaku kontrak Anda. Misalkan kontrak terbaru Anda dimulai sejak bulan Oktober dengan jangka waktu 1 tahun, maka masa berlaku kontrak Anda tinggal 9 bulan. Anda hanya boleh mengambil kredit dengan jangka waktu pembayaran 9 bulan, sebab bila lebih dari itu Anda beresiko tidak dapat membayar kredit bila kontrak kerja tidak diperpanjang.

    Bila nilai angsuran 9 bulan terlalu tinggi buat Anda, maka sebaiknya Anda menabungkan terlebih dahulu uang Anda selama 9 bulan. Pada saat kontrak Anda di tahun mendatang diperbaharui, nilai tabungan Anda jumlahnya cukup signifikan untuk membayar uang muka sepeda motor, sehingga nilai angsuran bulanannya terasa lebih ringan.

Leave a Reply