Preliminari Perencanaan Investasi dan â€Individu Life Cycleâ€
Proses perencanaan investasi selayaknya dimulai bila Anda sudah dapat memenuhi semua kebutuhan harian keluarga. Selain itu, Anda juga harus menyiapkan dua hal penting berkaitan dengan safety net yang Anda dan keluarga butuhkan, yaitu asuransi dan emergency fund. Dalam pembahasan kali ini kami mencoba memberikan langkah prioritas awal yang harus dipenuhi sebelum Anda berpikir untuk memulai sebuah perencanan investasi menyeluruh.
The Preliminaries—Asuransi dan Emergency Fund
Asuransi jiwa seharusnya menjadi salah satu faktor dalam pembuatan perencanaan investasi. Memenuhi kebutuhan asuransi jiwa akan menjaga keluarga Anda dari petaka keuangan bila terjadi kematian sumber pendapatan sebelum tujuan yang diinginkan tercapai. Nilai tunai yang diberikan perusahaan asuransi saat terjadi risiko bisa dipergunakan keluarga untuk berbagai hal, dari kebutuhan akan biaya rumah sakit dan biaya penguburan dan tentunya nilai tunai yang diperoleh juga membantu keluarga Anda untuk dapat mempertahankan gaya hidup, membayar utang yang masih ada atau menyediakan biaya pendidikan untuk anak-anak.
Dengan semua ini, sebelum Anda memulai pembuatan sebuah perencanaan investasi, memiliki asuransi yang cukup untuk menjaga keluarga dari risiko tak terduga, harus menjadi prioritas awal.
Beberapa jenis asuransi jiwa dapat menjadi alternatif pilihan untuk kebutuhan Anda. masing-masing keluarga pasti memiliki preferensi serta kebutuhan yang berbeda. Pertama adalah asuransi jiwa berjangka. Asuransi ini paling tepat untuk perlindungan waktu sementara, dengan jangka waktu terbatas, biasanya antara 1-20 tahun. Produk ini paling murah dibanding dengan jenis produk lainnya, dan biasanya ditawarkan kepada mereka yang berusia dibawah 40 tahun. Asuransi ini tidak memiliki nilai tunai. Artinya, jika anda meningal dunia pada tenggang waktu yang ditentukan, maka keluarga anda akan menerima uang pertanggungan secara utuh.
Namun, jika sampai habis masa berlakunya anda belum meninggal dunia, maka premi yang telah anda bayarkan tidak akan anda terima kembali sepeser pun. Jadi, bila anda tidak meningal dunia pada masa pertangungan yang dibatasi waktunya, maka uang anda†hilangâ€.
Term insurance atau asuransi jiwa berjangka ini pada dasarnya menawarkan perlindungan maksimum dengan biaya minimum pada waktu pembelian. Contoh penggunaanya adalah untuk perlindungan perencanaan pendidikan anak. Jika untuk menyiapkan dana pendidikan, anda masih membutuhkan 10 tahun lagi, maka anda dapat membeli asuransi ini dengan jangka waktu 10 tahun dengan besar nilai sesuai yang dibutuhkan. Asuransi ini sangat tepat untuk orang yang masih sangat banyak membutuhkan perlindungan dari asuransi jiwa, sementara daya beli mereka relatif terbatas.
Kedua adalah asuransi permanen (whole life). Asuransi ini dirancang untuk melindungi (keluarga) anda selama-lamanya sampai anda meninggal dunia, berapa pun usia anda nantinya. Bahkan dapat dikatakan bahwa asuransi ini berlawanan dengan asuransi berjangka (term Insurance) yang hanya memberikan manfaat dalam kurun waktu tertentu sesuai perjanjian. Kegunaan asuransi ini dapat dipakai sebagai perlindungan seumur hidup sehingga uang yang anda belikan asuransi ini tetap mempunyai nilai yang dapat dipergunakan sebagai warisan.
Dengan kata lain uang atau premi yang anda bayarkan tidak akan â€hilang†seperti dalam term insurance. Karena â€keunggulan†ini, maka umumnya premi yang harus anda bayarkan jumlahnya akan lebih besar ketimbang premi term insurance. Nilai tunai yang tersedia sangat bergantung kepada kinerja perusahaan asuransi, biaya-biaya perusahaan tersebut dan tingkat mortalitasnya.
Ketiga adalah asuransi dwiguna. Jika asuransi berjangka dan/atau permanen hanya memberikan pembayaran pada saat kematian saja, maka asuransi ini memberikan anda pembayaran atau tahapan pada saat anda masih hidup dan jika masa kontrak telah habis anda masih mendapat sejumlah nilai pertanggungan yang anda beli.
Masalahnya, asuransi ini menjadi lebih mahal karena manfaat-manfaat yang diberikan selama anda hidup. Anda dapat melihat contohnya pada asuransi pendidikan yang banyak dijual di Indonesia. Dimana disaat anak Anda masuk SD, sampai universitas mendapatkan tahapan atau bayaran (manfaat hidup) yang besarnya telah ditentukan oleh perusahaan asuransi berdasarkan proposal serta besarnya uang pertanggungan.
Masih ada beberapa pertanggungan asuransi lain, seperti asuransi kesehatan yang berguna untuk memenuhi semua biaya rumah sakit. Asuransi general, yaitu asuransi mobil maupun rumah memberikan proteksi terhadap aset yang berguna bagi Anda dan keluarga. Dan terkahir adalah disability insurance. Asuransi ini memberikan pendapatan yang berkelanjutan bila Anda tidak lagi bisa bekerja.
Emergency fund, sering kali terlupakan dalam sebuah perencanaan keuangan keluarga menyeluruh. Dana ini dapat dipergunakan bila terjadi keadaan yang tak terduga tapi hanya dalam masa jangka waktu yang pendek, seperti pemutusan hubungan kerja. Dengan terjadinya risiko ini, maka pemasukan regular keluarga terputus. Dana tunai yang tersedia di dalam emergency fund ini dapat dipakai sebagai kebutuhan ini. Tapi ingat, dana ini hanya untuk jangka pendek. Harapannya adalah Anda mendapatkan pekerjaan kembali.
Dana ini juga bia digunakan untuk hal lain seperti adanya kesempatan investasi yang menurut Anda menguntungkan dan memberikan ekspektasi keuntungan yang besar. Karena kesempatan langka tidak datang dua kali. Dengan adanya dana ini, mengurangi keharusan untuk menjual aset dengan potongan besar guna menutupi risiko tersebut.
Para profesional keuangan keluarga selalu menganjurkan untuk menyediakan dana sebesar paling tidak 6 kali biaya hidup bulanan. Bahwa dana ini harus tunai tidak berarti harus ditempatkan di tabungan. Yang terpenting adalah dana ini dapat mudah dicairkan dan tidak mengurangi nilainya. Contoh alternatif investasi yang likuid adalah Reksa dana pasar uang atau deposito.
“Individual Life Cycleâ€
Begitu Anda telah memenuhi proteksi asuransi dasar dan emergency fund, maka Anda dapat memulai untuk membuat sebuah program perencanaan investasi. Karena perubahan dalam nilai kekayaan dan tingkat toleransi seseorang terhadap risiko, strategi investasi seseorang akan berubah mengikuti perubahan kehidupan keluarga.
Sebelum Anda memasuki perencanaan investasi sebaiknya Anda mengetahui dulu siklus kehidupan individu. Walau preferensi dan kebutuhan setiap individu berbeda, akan tetapi beberapa aturan umum mempengaruhi sebagian besar keluarga dalam siklus kehidupan.
Dalam gambar dibawah ini terdapat empat fase siklus kehidupan. Pertama adalah accumulation phase, consolidation pahse, spending phase dan gifting phase.
â€Accumulation Phaseâ€
Individu diawal sampai pertengahan karirnya biasa masuk dalam fase ini. seperti yang tersirat, individu ini mencoba untuk meningkatkan asetnya (kekayaan) untuk dapat memenuhi kebutuhan jangka pendek seperti pembayaran uang muka untuk rumah atau jangka panjang seperti persiapan biaya pendidikan anak atau pensiun. Secara umum, pendapatan bersih dari individu dalam fase ini tidaklah besar, dan hutang baik dari pinjaman pembelian mobil atau rumah cukup besar.
Oleh karena umumnya mereka yang yang ada dalam fase ini memiliki jangka waktu panjang dalam hal investasi dan potensi peningkatan pendapatan dimasa depan, maka mereka relatif lebih memilih investasi dengan tingkat toleransi risiko yang tinggi dengan harapan memperoleh keuntungan lebih besar dari rata-rata sepanjang masa investasi.
Consolidation phase
Individu yang berada dalam fase ini biasanya telah melalui pertengahan perjalanan karirnya. Sebagian dari hutang yang ada telah dilunasinya dan mungkin mereka juga sudah memenuhi kebutuhan akan biaya pendidikan anak-anaknya. Dalam fase ini biasanya pendapatan melebihi pengeluaran. Dengan begitu mereka yang ada di fase ini dapat menginvestasikan dananya untuk tujuan jangka panjang seperti dana pensiun.
Umumnya mereka yang yang ada dalam fase ini memiliki jangka waktu yang relatif panjang dalam hal investasi, dengan demikian investasi dengan tingkat risiko moderat menjadi pilihannya. Bersamaan dengan itu, karena individu yang berada dalam fase ini melihat keamanan sebagai salah satu pilihan investasi, maka biasanya mereka tidak mau mengambil risiko yang terlalu besar dan membuat dana pensiun yang telah mereka kumpulkan berpotensi untuk berkurang atau malah hilang karena kerugian.
Spending phase
Fase ini secara umum mulai bila individu memasuki masa pensiun. Kebutuhan akan biaya hidup harian merekadapati dari investasi yang mereka lakukan selama mereka melalui dua fase sebelumnya. Karena masa kerja mereka sudah habis—walau mungkin masih ada yang tetap kerja baik full mauun part-time—mereka sangat berhati-hati dalam memilih keputusan berinvestasi. Relatif mereka yang memasuk fase ini lebih memilih kebijakan yang menjaga capital atau investasi yang dimiliki.
Mereka prihatin dengan tingkat pengembalian yang bisa didapat, karena hasil investasi yang relatif rendah mereka terimbas risiko inflasi. Dimana dana yang mereka dapat bulanan akan semakin berkurang dengan berjalannya waktu karena adanya inflasi. Oleha karenanya walau proteksi capital yang menjadi prioritas, mereka tetap menempatkan sebagain investasinya dalam investasi risiko tinggi dengan harapan menutupi pengurangan akibat inflasi.
“Gifting Phaseâ€
Fase ini serupa atau sejalan dengan spending phase. Dalam fase ini individu menyakini bahwa mereka memiliki dana dan aset cukup untuk kebutuhan gaya hidup yang dijalani. Kelebihan aset yang dimiliki bisa dipakai sebagai hadiah untuk saudara atau cucu atau Anda dapat menggunakannya untuk donasi ke yayasan yang Anda sukai.
Demikianlah beberapa hal yang sebaiknya Anda siapkan sebelum Anda masuk ke proses perencanaan investasi secara menyeluruh. Untuk pembahasan minggu depan kami akan mencoba menjabarkan langkah proses perencanaan sehingga Anda lebih terencana dalam mencapai tujuan keuangan keluarga yang dimiliki. n
Diambil dari Harian Umum Sore Sinar Harapan Rubrik PERENCANAAN KEUANGAN. Rubrik ini diasuh oleh Tim Indonesia School of Life (ISOL) yakni Andrias Harefa, Roy Sembel, M. Ichsan, Heru Wibawa, dan Parpudi Lubis.
