Pintar Mengelola THR
Tunjangan hari raya (THR) memang diberikan oleh perusahaan kepada karyawannya untuk membiayai besarnya pengeluaran menjelang hari raya. Tetapi apakah setiap tahunnya kita harus menghabiskan uang THR hanya untuk belanja konsumsi ?
Menurut praktisi keuangan, Elvyn G Masassya, THR bukanlah pendapatan tiba-tiba yang peruntukannya semata-mata untuk membiayai konsumsi, melainkan mesti dikelola sebagaimana pendapatan tetap Anda, misalnya untuk hal-hal berikut :
Mengurangi utang
Salah satu jenis utang yang relevan untuk dikurangi adalah utang kartu kredit. Jadi, kalau selama ini Anda membayar utang kartu kredit Anda secara minimum, kali ini bayarlah penuh jika memungkinkan.
Bila utang Anda terlalu besar dan tidak mungkin lunas dengan uang THR hal itu bukan halangan bagi Anda untuk membayarnya, toh THR memang dimaksudkan untuk mengurangi hutang.
Menabung
Sisihkan sebagian besar uang THR Anda untuk ditabung, semakin besar porsinya semakin baik. Agar Anda tidak tergoda untuk memakainya, masukkan dalam nomor rekening khusus yang tidak memiliki ATM.
Investasi
Jika kebetulan Anda beruntung tidak memiliki utang, Anda bisa mengalokasikan uang THR untuk investasi. Misalnya membayar premi asuransi pendidikan atau kesehatan. Membeli emas juga bisa dihitung sebagai investasi.
Tidak semua yang disebut investasi, semata-mata adalah investasi keuangan, melainkan juga investasi bersifat keagamaan, seperti memberi sedekah dan berbagai amal lain yang lazim dilakukan di bulan Ramadhan.
Dana renovasi rumah
Merenovasi rumah tidak berarti mengubah bangunan secara mencolok. Mengganti cat, pagar atau menambal atap yang bocor bisa dikategorikan sebagai renovasi atau perbaikan rumah.
Pilihlah secara bijaksana perbaikan apa yang mendesak yang harus Anda lakukan di rumah, misalnya mengganti genting karena sebentar lagi musim hujan segera tiba.
Membeli barang yang penting
Menjelang hari raya godaan untuk membeli barang konsumsi sangat besar. Buatlah skala prioritas belanja atau pengeluaran yang didahulukan. Misalnya membayar THR orang yang bekerja di rumah Anda, seperti pembantu atau baby sitter.
Baru setelahnya untuk pos pengeluaran lain seperti membeli makanan atau dana mudik. Sebaiknya Anda tidak memboroskan uang untuk membeli pakaian, sehingga dananya bisa dipakai untuk keperluan lain. (An)
Dikutip dari kompas.com.
