PHK: Langkah Praktis Keluar Dari Masalah Finansial (2)
Langkah awal dalam melewati masa-masa krisis keuangan karena PHK adalah dengan menelusuri ulang aset-aset yang Anda miliki dan nilainya saat ini bila Anda ingin menjualnya dan hutang yang masih terkandung di dalamnya. Kemudian tentukan aset-aset yang terpenting yang harus Anda jaga keberadaannya. Untuk mempertahankannya pasti membutuhkan biaya yang harus dimasukkan ke dalam anggaran yang harus Anda kembangkan di saat masa sulit ini. Semua ini telah dibahas dalam artiek sebelumnya.
Dalam keadaan krisis, perhitungan kekayaan bersih (net worth) berdasarkan daftar aset yang Anda miliki dan hutang yang masih tersisa menjadi sangat penting. Nilai ini umumnya digunakan para profesional keuangan keluarga sebagai sebuah indikator kesehatan keuangan keluarga. Ditambah lagi, nilai ini dijadikan sebagai ukuran pertumbuhan kekayaan yang Anda.
Hitunglah kekayaan bersih Anda!
Untuk menghitung kekayaan bersih yang Anda miliki, maka kembalilah pada pembahasan artikel sebelumnya di dalam daftar semua aset yang Anda miliki. Pastikan bahwa daftar aset yang yang buat lengkap. Jumlahkan semua nilai aset yang Anda miliki dan tuliskan nilai tersebut dalam kolom berikut ini:
Nilai total aset yang dimiliki: Rp._____________________
Sekarang buatlah daftar semua hutang yang Anda miliki. Hutang ini merupakan semua nilai uang dari hutang yang Anda miliki. Tapi jangan Anda masukkan pengeluaran yang akan datang dari berbagai keperluan regular seperti makanan, listrik dan telepon. Tapi masukkan dalam daftar berbagai tagihan yang telah jatuh tempo seperti tagihan telepon, listrik dan rumah.
Dalam hal ini, ingatlah untuk memasukkan semua nilai hutang yang masih tersisa, bukan cicilan regular bulanannya. Sebagai contoh, bila hutang kredit rumah Anda masih tersisa sebesar Rp150 juta, maka masukkan nilai tersebut dalam daftar liabilitas Anda. Untuk membantu Anda dalam membuat daftar liabilitas yang masih dimiliki kami berikan beberapa contoh daftar di bawah ini:
Liabilitas…………………………………………..Nilai dalam Rp……
KPR (kredit kepemilikan rumah)
KPM (kredit kepemilikan mobil)
Pinjaman usaha
Tagihan jatuh tempo (visa)
Tagihan jatuh tempo (master)
Tagihan jatuh tempo (kartu kredit lain)
Tagihan telpon jatuh tempo
Tagihan listrik jatuh tempo
………………………………………………………..Total: Rp………..
Langkah selanjtunya adalah mengurangi nilai total liabilitas dari total aset yang Anda miliki.
Nilai total aset Rp____ dikurangi Nilai total liabilitas Rp____ = Kekayaan bersih Rp______
Bila nilai di atas negatif, berhati-hatilah. Anda sudah berada dalam kesulitan. Ada baiknya Anda melakukan langkah dramatis untuk menstabilkan keadaan kekayaan yang Anda miliki, misalnya dengan melikuidasi aset dan melunasi hutang yang masih tersisa atau ada baiknya Anda menghubungi para perencana keuangan untuk mendapatkan saran serta solusi untuk persoalaan ini.
Bila nilai kekayaan Anda positif maka Anda masih memiliki sesuatu untuk dijaga keberadaannya. Usahakan untuk menjaga nilai tersebut dan bila mungkin tingkatkan.
Liabilitas vs. aset—rasio yang digunakan
Salah satu cara untuk melihat hubungan liabilitas dengan aset yang Anda miliki adalah dengan menghitung rasio hutang. Dengan mengetahui rasio hutang akan dapat dilihat ketergantungan hutang terhadap kepemilikan aset. Jadi, rasio hutang akan menunjukkan banyaknya jumlah hutang yang diperlukan untuk memiliki aset, atau dapat pula dikatakan untuk mengukur kekuatan riil anda dalam menguasai aset. Dengan melihat angka rasio ini akan terlihat tingkat ketegantungan terhadap hutang dari aset-aset yang dimiliki. Cara menghitung rasio hutang adalah dengan membandingkan antara jumlah total hutang dengan total aset pada suatu waktu tertentu.
Dari daftar aset dan libilitas yang telah Anda buat diatas, maka Anda sudah dapat menentukan nilai masing-masingnya. Sebagai contoh, apablia total nilai aset yang Anda miliki adalah Rp430.000.000 dan dari daftar hutang didapat total nilai hutang sebesar Rp150.000.000, maka rasio hutang dapat dihitung = 150.000.000/430.000.000 = 0,35. Ini berarti bahwa 35 % aset yang anda miliki diperoleh dari hutang, atau dengan kata lain jumlah aset yang ada dalam penguasaan Anda hanyalah 65 %, karena sisanya adalah milik kreditur (orang yang memberi hutang).
Sekarang cobalah untuk menghitung rasio hutang Anda:
Liabilitas Rp__________ ÷ Aset Rp__________ = rasio hutang _______
Rasio hutang merupakan salah satu ukuran dalam menentukan kesehatan keuangan secara menyeluruh. Sebagai indikator, nilai rasio hutang:
30% atau kurang: mengindikasikan kesehatan posisi hutang dalam jangka panjang. Anda memiliki lebih dari cukup aset untuk menutupi semua liabilitas yang Anda miliki. Akan tetapi hal ini tidak menjamin kesehatan cashflow Anda dalam keadaaan krisisn keuangan seperti saat ini. Mungkin dalam beberapa bulan ke depan Anda membutuhkan dana regular yang mengharuskan Anda menjual aset yang Anda miliki.
30 – 50%: nilai ini berarti bahwa Anda berada dalam situasi yang stabil, akan tetapi ada baiknya bila Anda mencoba untuk mempercepat pelunasan hutang-hutang jangka panjang—khususnya hutang untuk aset yang menurun nilainya seperti mobil dengan cara melikuidasi aset tersebut. Karena semakin menurunya tingkat nilai aset ini akan menyebabkan menurunya kekuatan nilai rasio hutang Anda (meningkat nilainya).
50 – 100%: nilai ini mengindikasikan bahwa Anda sudah melampaui kebiasaan atau batasan umum dalam berhutang. Menurut hemat kami sebaiknya Anda mencari jalan alternatif untuk mengatasi persoalan ini dulu sebelum merusak keadaan keuangan yang saat ini sedang dilanda krisis.
Rasio hutang yang kami sarankan adalah kurang lebih 30 % dari total aset, di mana dalam keadaan ini anda masih memegang kendali mayoritas terhadap aset, tetapi anda memiliki kesempatan manfaatkan kesempatan berhutang untuk meningkatkan aset.
Demikianlah pembahasan saya kali ini, semoga dapat membantu Anda dalam melalui masa-masa krisis keuangan dalam keluarga. Tunggu tunggu seri lajutannya.
Muhammad Ichsan
Sumber: Pembelajar.com
