PHK: Langkah Praktis Keluar Dari Masalah Finansial (1)
Saat ini kita tinggal di era ketidakpastian. Tidak ada lagi rasa aman (secara finansial) bagi semua orang. Dengan terputusnya pendapatan regular akibat PHK, sulit bagi keluarga untuk dapat mempertahankan gaya hidup selama ini, bahkan hanya sekedar memenuhi kebutuhan sehari-hari saja sangat sulit. Setiap risiko kehilangan pekerjaan selalu mengharuskan Anda untuk mengencangkan ikat pinggang atau membatasi anggaran yang dibelanjakan.
Beberapa seri artikel ke depan akan membahas risiko kehilangan pekerjaan akibat PHK atau pensiun dini dan perencanaan yang dibutuhkan untuk dapat terus menjalankan kehidupan keluarga secara aman dan terbebas dari krisis keuangan.
Perhatikan tips dibawah ini
Bila Anda terkena musibah pemutusan hubungan kerja atau PHK, kami menganjurkan agar Anda untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan seputar keuangan Anda dan keluarga. Sangatlah sering terjadi kesalahan pengambilan keputusan seputar keuangan keluarga terjadi beberapa minggu setelah Anda tertimpa musibah. Untuk itu kami mencoba untuk memberikan beberapa masukan atau tips agar Anda terhindar dari keputusan yang salah yang bisa merusak kondisi keuangan Anda dan keluarga.
Lakukan dengan hati-hati keputusan besar yang harus diambil
Dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan keuangan Anda, apalagi bila keputusan tersebut cukup besar, seperti menjual rumah, melikuidasi aset yang ada dan merestruturisasi hutang yang dimiliki, maka kami menganjurkan agar Anda memikirkannya dua kali lebih banyak dari biasanya. Bila Anda melakukan saran kami terdahulu untuk menyiapkan dana darurat, maka pertahankan dana tersebut. Karena dalam keadaan krisis seperti ini, cash is the king.
Hati-hatilah dengan penipu disekeliling Anda
Bagi mereka yang baru saja mendapatkan kemalangan, biasanya menjadi sasaran empuk para penipu untuk menawarkan berbagai jalan untuk menjadi kaya secara singkat. Misalnya seperti, pola multilevel marketing dengan pola binari, investasi dengan bunga tinggi tanpa risiko atau berbagai tawaran lain yang secara akal sulit untuk dapat diterima. Untuk itu, cobalah untuk lebih berhati-hati dalam keadaan seperti ini. karena secara psikologis Anda mudah untuk tergiur mengambil keputusan yang mungkin merugikan di kemudian hari. Bila memang ada sebuah kesempatan untuk Anda berinvestasi, cobalah untuk berkonsultasi atau bertanya dengan orang yang lebih tau atau profesional dalam bidang tersebut.
Gunakan dengan bijak dana yang didapat dari PHK
Jadikan dana ini sebagai dana untuk berjaga-jaga, jangan gunakan untuk kebutuhan harian. Tempatkan dana ini di bank dan kemudian ambil keputusan beberapa minggu kemudian berkenaan dengan dana ini setelah Anda merasa cukup mantan dan stabil dalam mengambil keputusan. Dana ini bisa menjadi tambahan dana darurat yang selama ini Anda sisihkan. Sekali lagi dalam situasi seperti saat ini, cash is the king.
Cobalah berkonsultasi dengan profesional
Hal ini ada baiknya Anda konsultasikan dengan para profesional. Tapi kendala yang mungkin mucul adalah beban biaya yang harus ditanggung terkadang cukup besar. Paling tidak cobalah untuk membicarakan dengan teman Anda yang memiliki latar belakang pendidikan yang cocok dengan permasalahan Anda.
Walau Anda tidak merasakan stres akibat PHK, sebaiknya Anda memahami dan mengenali bahwa Anda memasuki fase transisi yang sulit. Dalam fase ini, jangan mudah mengambil keputusan penting, pelajari dan pikirkan dengan masak sebelum keputusan diambil.
Risiko terlalu lama tidak bekerja dan langkah perencanaan
Masa-masa tidak bekerja merupakan waktu yang penuh risiko keuangan. Banyak sudah kejadian dimana PHK mengakibatkan banyak cicilan rumah yang terlantar dan kehidupan keluarga yang tadinya makmur, berubah menjadi berantakan.
Dibutuhkan startegi untuk dapat melalui fase yang penuh dengan tekanan keuangan dengan bijak dan aman. Kebanyakan krisis keuangan terjadi karena manajemen yang kurang bijak.
Menurut hemat kami, langkah pertama yang mungkin bisa Anda lakukan bila terjadi PHK dan masa pengangguran adalah melakukan pendaftaran terhadap semua aset yang Anda milki, beserta nilai dan bila ada nilai hutang yang masih terbani di aset-aset tersebut. Contohnya, bila Anda memiliki rumah (terbebas dari KPR) maka nilai yang Anda cantumkan merupakan nilai pasar. Sedangkan bila Anda masih memiliki hutang terhadap rumah tersebut, maka nilai hutang tersebut harus Anda cantumkan juga.
Untuk itu dibutuhkan alat bantu praktis untuk membantu Anda mendaftarkan semua aset yang Anda miliki dan nilai dari aset tersebut dalam sebuah tabel seperti dibawah ini—sekali lagi, gunakah harga pasar dalam menilai harga dari aset yang Anda miliki bila Anda akan menjualnya sekarang.
Daftar nilai dari aset yang Anda miliki
Dalam keadaan krisis tentunya dibutuhkan langkah taktis agar terhindar dari kesulitan keuangan berkepanjangan. Berdasarkan daftar diatas, priositaskan aset-aset mana saja yang sangat Anda perlukan, mulai dari angka 1 yang memiliki prioritas tertinggi dan terus 2 untuk selanjutnya dan 3 untuk selanjutnya dan seterusnya sampai prioritas kelima. Mulai dari prioritas keenam dan selanjutnya, bila memang dibutuhkan maka Anda bisa melikuidasinya.
Kelima aset ini merupakan aset yang harus Anda jaga keberadaannya selama masa tidak kerja walau apapun yang terjadi. Oleh karena itu, Anda harus mencari tau apa yang harus dilakukan untuk menjaga agar kelima aset prioritas tersebut tetap bisa menjadi milik Anda.
Gunakan tabel di atas untuk menentukan biaya yang harus Anda keluarkan untuk menjaga agar aset tersebut tetap menjadi aset Anda. Misalkan dari prioritas Anda, rumah merupakan aset yang penting. Bila Anda masih memiliki cicilan bulanan untuk kredit rumah Anda maka masukkan nilai tersebut sebagai biaya.
Misalkan Anda memiliki asuransi (berjaga terhadap berbagai risiko) maka nilai ini juga dimasukkan sebagai biaya untuk mempertahankan dan menjaga rumah Anda tetap menjadi milik Anda. satu hal penting, pehitungkan biaya dalam bulanan jangan tahunan.
Bila salah satu prioritas aset Anda adalah deposito Anda, maka biaya yang harus dikeluarkan tidak ada. Maka kosongkan saja bagian biaya untuk aset ini. demikian seterusnya untuk kelima aset yang menjadi prioritas Anda.
Setelah Anda selesai dengan langkah ini maka total jumlah biaya yang terhitung merupakan prioritas pengeluaran Anda—nilai tersebut harus menjadi nilai pendapatan yang harus Anda miliki setiap bulannya. Tapi semua pengeluaran ini bukan total pengeluaran atau anggaran.
Demikianlah langkah awal yang bisa Anda lakukan. Dan tunggu seri perencanaan ini selanjutnya.
Muhamad Ichsan, ChFC, MsFin
Sumber: Pembelajar.Com
