Pesanan ORI Capai Rp 7 Triliun
Jakarta-detikFinance Masa penawaran obligasi ritel ORI002 resmi ditutup hari ini. Jumlah pemesanan ORI mencapai Rp 7,15 triliun. Pemerintah belum memutuskan apakah akan menyerap semua permintaan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Dirjen Pengelolaan Utang Depkeu Rahmat Waluyanto ketika dihubungi detikFinance, Jumat (23/3/2007).
“Sampai dengan saat ini pemesanan Rp 7,15 triliun, penawaran sudah ditutup. Allotment (penjatahan) akan dilakukan pada 26 Maret,” ujarnya.
Belum diketahui secara pasti komposisi pemesan ORI002, apakah sama dengan ORI001 yang dibeli terbanyak oleh pegawai swasta disusul ibu rumah tangga. “Belum dianalisis, komposisinya baru ketahuan hari Senin,” ujarnya.
Karena ORI diterbitkan terbatas, tidak semua permintaan masyarakat dapat terpenuhi. Pemerintah perlu untuk menyeimbangkan jumlah penerbitan terhadap semua instrumen utang yang ada.
“Kita kan punya Surat Perbendaharaan Negara, ORI, obligasi negara reguler, obligasi internasional, sukuk dan lain-lain,” ujarnya. (ddn/ir)
Dadan Kuswaraharja - detikfinance
