Penurunan Suku Bunga SBI Percepat Pertumbuhan Ekonomi
YOGYAKARTA, KOMPAS - Penurunan suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) terus menerus hingga ke titik 8,25 persen, diyakini akan mempercepat pertumbuhan ekonomi selama 2007. Itu terlihat dari indikasi naiknya angka kredit hingga 4,43 persen, yang sebagian besar didominasi kredit sektor usaha kecil menengah (UKM).
“Lonjakan kredit tersebut diharapkan bisa menggerakkan perekonomian sektor rill. Jika sektor ini bergerak, maka banyak peluang kerja yang diciptakan sehingga penggangguran bisa dikurangi. Dengan berkurangnya penganggur, daya beli masyarakat pun membaik dan aktivitas konsumsi pun meningkat,” kata Pemimpin Bank Indonesia Yogyakarta Endang Sedyadi, Jumat (13/7).
Menurut Endang, sejak awal 2006 SBI terus menurun. Hingga saat ini penurunannya mencapai 450 basis poin. Selain ditunjang oleh membaiknya SBI, peningkatan kredit ini juga dipicu berjalannya sejumlah proyek pemerintah maupun swasta, yang merupakan awal realisasi business plan yang telah disusun pada triwulan sebelumnya.
Terus membaiknya iklim ekonomi di DI Yogyakarta, lanjut Endang juga terlihat dari perkembangan restrukturisasi kredit pasca gempa. Sampai akhir 2006 terdapat 12 bank umum di DIY yang merestrukturisasi kredit senilai Rp 37,42 miliar, sedangkan untuk Bank Perkreditan Rakyat (BPR) setidaknya sudah 48 BPR yang merestrukturisasi senilai Rp 10,85 miliar.
Lebih jauh Endang menjelaskan, semakin membaiknya perekonomian di DIY telah mempercepat pertumbuhan di semua sektor seperti pertanian, perdagangan dan jasa, bangunan, angkutan, dan komunikasi. Pada triwulan II total pertumbuhan ekonomi DIY yang dicatat BI mencapai 6,94 persen, dengan penyumbang terbesar pada sektor pertanian karena bertepatan dengan panen raya.
Laporan Wartawan Kompas Eny Prihtiyani
