Penurunan BI Rate Tidak Hanya Tergantung Inflasi

JAKARTA, KOMPAS - Deputi Senior Bank Indonesia (BI), Miranda S Goeltom, menegaskan bahwa penetapan suku bunga acuan atau BI Rate dalam waktu dekat tidak hanya tergantung inflasi, tetapi juga faktor eksternal dan domestik lain. Karena itu, angka inflasi yang rendah selama periode Januari-Juni 2006 tidak membuat BI otomatis harus menurunkan BI Rate.

“Untuk menentukan BI Rate, harus dilihat pula gerak gerik ekternal seperti fed fund rate, harga minyak internasional, dan faktor ketidakseimbangan global,” kata Miranda saat memberi bantuan dalam rangka ulang tahun BI, di Jakarta, Rabu (5/7).

Menurut Miranda, kalau hanya mendasarkan pada ekspektasi inflasi yang akhir tahun 2006 diperkirakan di bawah 8 persen, BI Rate yang kini sebesar 12,50 persen memang memiliki ruang yang cukup besar untuk turun. “Namun, apakah akan turun dalam waktu segera atau tidak, perlu memperhatikan faktor lain. Kita lihat dalam rapat dewan gubernur besok,” kata dia.

Seperti diumumkan BPS, inflasi Juni hanya sebesar 0,45 pesen sehingga inflasi tahun berjalan menjadi 2,87 persen dan inflasi year on year 15,53 persen.

Miranda menjelaskan, BI Rate makin berpeluang diturunkan jika nilai tukar stabil, permintaan konsumen meningkat, dan stimulus fiskal bisa berjalan baik.

Mengenai nilai tukar, Miranda mengatakan, kurs rupiah masih ada tanda-tanda menguat lebih lanjut. Namun, penguatannya harus diwaspadai apakah hanya sementara atau bisa bertahan dalam waktu lama.

Laporan Wartawan Kompas M Fajar Marta (www.kompas.com)

Leave a Reply