Pentingnya Pembelajaran Uang bagi Anak
Di kota besar seperti Jakarta, kesejahteraan seseorang banyak diukur dengan nilai kekayaan. Orang yang memiliki kekayaan banyak dipandang orang-orang yang sukses. Oleh karena itu, kami melihat bahwa pemahaman mengenai uang menjadi sangat penting diajarkan kepada anak-anak. Nilai-nilai kehidupan banyak sekali yang dipengaruhi oleh berapa yang dihasilkan, ditabung dan dibelanjakan. Bila Anda ingin mengajarkan nilai-nilai yang Anda miliki seputar uang kepada anak Anda, ada baiknya bila Anda mengajarkan bagaimana uang bisa menjadi motivasi, bagaimana mengambil keputusan bijak seputar keuangan dan bagaimana uang bisa merusak kehidupan.
Untuk itu kami menganjurkan agar Anda fokus terhadap tiga topik ini. Pertama, hidup sesuai dengan nilai yang yakini—life within your mean. Kedua, tabunglah sebagian pendapatan Anda. Dan terakhir, pertimbangkan untuk berbagi uang yang Anda miliki dengan orang lain.
Pengalaman, baik yang menyenangkan ataupun tidak akan memberikan pelajaran yang sangat berharga dan akan terus membekas di dalam hati. Anak-anak tidak bisa hanya mendengar mengenai pengambilan keputusan yang bijak. Mereka harus dibiasakan untuk merasakan sulitnya untuk memperoleh apa yang mereka inginkan melalui sebuah proses pengambilan keputusan yang mereka harus lakukan. Oleh karena itu, pemberian “uang saku†,mungkin bisa menjadi alat bantu yang baik dalam membiasakan anak-anak untuk mengambil keputusan bijak mengenai uang.
Tentunya bukan maksud kami untuk menjadikan anak-anak Anda seorang profesional dalam bidang keuangan, akan tetapi kami hanya ingin memberikan masukan seputar keuangan, karena Anda akan selalu berbenturan dengannya. Dan bila hal itu terjadi kami ingin memastikan bahwa benturan tersebut bukannya tabrakan yang fatal.
Sebaiknya Diinformasikan
Anda memiliki masalah keuangan? Siapa yang tidak. Semua orang, baik yang kaya maupun miskin pasti memiliki masalah seputar keuangan. Permasalahan keuangan yang kaya pasti berbeda dengan mereka yang miskin. Tidak terlepas mereka yang termasuk kalangan menengah. Nah, apa yang sebaiknya Anda informasikan bila anak Anda bertanya seputar permasalahan keuangan keluarga? Jawablah dengan jujur. Tapi tidak usah dengan angka yang detail, mereka tidak akan banyak perduli dan tentunya mereka tidak akan mengerti. Berkomunikasilah dengan anak-anak Anda dengan jujur, karena hal ini akan sangat baik apabila Anda ingin mulai mengajarkan anak Anda seputar keuangan.
Usia Anak 3-5 Tahun
Mengajarkan anak Anda perihal keuangan bisa dilakukan sedini mungkin. Tidak ada kata terlalu awal. Karena pengenalan dini akan lebih membekali anak Anda bukan hanya dengan pengetahuan tapi juga kebiasaan baik seputar keputusan keuangan.
Dalam usia antara 3-5 tahun, kami tidak merekomendasikan Anda untuk masuk ke hal yang serius seperti indeks saham gabungan, tapi ada beberapa permainan ringan yang dapat Anda mainkan dengan anak-anak Anda yang akan menghibur anak Anda sekaligus membangun pemahaman dasar mengenai uang.
Contoh permainan adalah mengenai penjaga toko. Biarkan anak Anda menjadi penjaga toko dan biarkan anak Anda membubuhi harga untuk barang-barang yang akan dijual dengan menggunakan kertas berwarna. Dan Anda berpura-pura menjadi pembeli dan membeli barang yang telah dibubuhi harga dengan uang kertas mainan. Dan simpan uang yang dihasilkan dari penjualan di bank yang dikepalai orang pasangan Anda. Kemudian secara bergantian Anda, anak Anda dan pasangan Anda menjadi penjual, pembeli dan kepala bank.
Anak pada rentang usia ini sangat tinggi rasa keingin tahuannya. Berbicaralah dengan mereka mengenai uang, dari yang bernilai rendah misalkan seratus rupiah sampai lima puluh ribu rupiah. Dan jelaskan secara mudah, perbedaan nilai di antara uang tersebut dengan menjelaskan apa yang bisa dibeli dengan uang seratus rupiah sampai lima puluh ribu rupiah.
Usia Anak 6-8 Tahun
Dalam rentang usia ini mulailah mengenalkan mereka dengan uang saku. Ide baik bila Anda memberikan uang saku tersebut dalam hitungan bulanan, sehingga mereka dapat merencanakan lebih dulu apa yang akan mereka gunakan dengan uang tersebut. Anak-anak dalam usia ini mulai dapat memperkirakan harga sebuah barang dan menentukan berapa besar uang kembalian dari pembelian yang mereka lakukan.
Cobalah untuk mengetes mereka dengan memberikan sejumlah uang dan biarkan mereka menghitung berapa jumlahnya. Atau biarkan mereka membayar ayam dan kentang goreng yang mereka inginkan. Dari pembelain tersebut ajarkan harga yang harus dibayarkan dan berapa besar kembalian yang didapat. Bila ada kembalian, biarkan mereka memegangnya, tapi jangan Anda memberikan uang pembayaran yang terlalu besar, misalkan seratus ribu rupiah.
Ajarkan anak Anda untuk menabung dan tanamkan nilai kesederhanaan dengan mendisiplinkan pengeluaran yang mereka bisa lakukan, misalkan membeli baju atau mainan. Bila anak Anda menginginkan sesuatu yang lebih mahal, mereka harus membantu menambahkan kekurangannya dengan menyisihkan dari uang saku yang mereka terima setiap bulan.
Uang Saku
Memberikan uang saku yang sesuai adalah salah satu hal terpenting dalam mengajarkan anak Anda tentang pentingnya nilai uang. Dalam menentukan besarnya uang saku, pertimbangkan umur sang anak dan tentunya mencukupi untuk berbagai kebutuhan mereka.
Menyesuaikan besarnya uang saku bukan satu-satunya hal penting dalam hal ini, tapi bagaimana mereka dapat memperoleh keuntungan dari hal itu dan bagaimana pula mereka menggunakannya.
Menurut hemat kami ada dua cara yang bisa Anda coba terapkan untuk memberikan pelajaran mengenai uang saku untuk anak Anda, pertama dengan memberikan uang saku secara regular untuk kebutuhan hariannya (bisa dikasih setiap minggu atau setiap bulan). Kedua, dengan memberikan uang tambahan dari hasil kerja yang mereka lakukan. Memberikan uang saku dengan pola seperti ini memberikan pelajaran bagi mereka bahwa dengan bekerja lebih mereka akan mendapatkan hasil berupa keuntungan finansial.
Usia Anak 9-12 Tahun
Pada usia ini, sangatlah baik bila anak Anda mulai mencari uang tambahan untuk menambah uang saku mereka. Tentunya bukan dengan bekerja di pabrik. Dan sebagian anak mulai memperlihatkan kesenangan dalam hal investasi. Bila ya, cobalah untuk mendorongnya.
Anak dalam rentang usia ini menginginkan banyak hal. Jadi bila suatu waktu anak Anda mengatakan “mengapa saya tidak bisa memilikinya?†maka Anda dapat menjelaskan bahwa alokasi pendapatan papa dan mama bukan hanya untuk kamu, tapi banyak hal lain dari membeli makan bulanan, telepon, listrik dan lain-lain. Dengan begitu mereka mulai mengenal adanya prioritas dalam kehidupan.
Dalam rentang usia ini cobalah untuk membicarakan persoalan tujuan jangka panjang yang mereka miliki. Karena tujuan tersebut secara langsung berkaitan dengan tabungan yang mereka sisihkan setiap bulan. Dengan membicarakan tujuan jangka panjang memberikan pelajaran bagi mereka untuk merencanakan. Berapa nilai tujuan yang diinginkan? Berapa yang harus disisihkan setiap bulan dari uang saku agar tercapai tujuan mereka. Semua ini merupakan awal pembiasaan seputar keuangan.
Dalam masa ini mungkin juga Anda bisa memperkenalkan persoalan utang dengan mereka. Pinjamkan anak Anda uang—tapi jangan terlalu besar—dan tentukan berapa bunga yang akan Anda bebankan. Mengetahui berapa nilai dari berutang merupakan pelajaran berharga yang tidak akan mereka dapat di bangku sekolah. Untuk melunasinya, mungkin Anda dapat memberikan beberapa pekerjaan di seputar rumah kepada mereka.
Menabung
Menumbuh kembangkan kebiasaan menabung bukanlah hal mudah. Mudah dikatakan tapi sulit untuk dilakukan. Pada saat ini anak-anak memiliki uang untuk dibelanjakan—terima kasih kepada Anda. Tentunya dengan itu mereka juga memiliki uang untuk ditabung. Belanja vs. menabung, kesenangan saat ini dan kesenangan masa depan. Kedua hal ini merupakan peperangan keinginan yang ada dalam kehidupan.
Nah, sekarang bagaimana kita dapat memberikan dorongan atau alat bantu bagi mereka agar mereka—anak-anak kita—dapat mengembangkan kebiasaan untuk menabung. Satu langkah awal yang dapat Anda lakukan adalah dengan memberikan uang saku berupa pecahan yang berbeda-beda. Dengan begitu mudah-mudahan mereka akan mengalokasikan juga untuk ditabung, bukan hanya untuk kebutuhan atau keinginan mereka atas suatu barang.
Kemudian berikan anak Anda celengan yang tembus pandang, sehingga kita—Anda dan anak-anak Anda—dapat melihat isinya. Cobalah berikan tiga celengan dengan tujuan yang berbeda-beda seperti celengan gajah dipergunakan untuk belanja. Kemudian celengan singa digunakan untuk menabung. Dan terakhir, celengan ayam digunakan untuk menyimpan uang yang akan disumbangkan kepada fakir miskin.
Dengan semua hal tersebut, mudah-mudahan akan mengembangkan kebiasaan mereka untuk mengalokasikan dana yang mereka miliki bukan hanya untuk dibelanjakan, tapi juga untuk ditabung dan berbagi dengan orang yang kurang beruntung—fakir miskin.
Atau Anda dapat membukakan tabungan bagi mereka, di mana saat ini ada beberapa bank yang khusus menawarkan produk tabungan untuk anak-anak. Dengan begitu mereka juga bisa belajar bahwa apabila mereka menyisihkan uang saku mereka dengan menunda membelanjakannya, maka bila disimpan di bank akan bertumbuh sejalan dengan bunga yang diberikan.
Ada beberapa hal yang dapat Anda berikan kepada anak-anak Anda agar mereka lebih memahami nilai dari uang di dunia ini:
- Bagaimana untuk menetukan tujuan jangka pendek dan bagaimana menyisihkan untuk mencapainya.
- Bagaimana untuk membuka tabungan di sebuah bank. Tidak usah repot untuk mengajarkan bagaimana untuk mengambilnya. Karena pasti mereka akan belajar secara mandiri.
- Bagaimana Anda memperkenalkan belanja dengan bijak, misalkan dengan membandingkan kebeberapa toko atau menunggu datangnya masa diskon.
- Bagaimana untuk menentukan tujuan jangka panjang dengan uang mereka miliki dan kebahagian pada saat mencapainya.n
Diambil dari Harian Umum Sore Sinar Harapan Rubrik PERENCANAAN KEUANGAN. Rubrik ini diasuh oleh Tim Indonesia School of Life (ISOL) yakni Andrias Harefa, Roy Sembel, M. Ichsan, Heru Wibawa, dan Parpudi Lubis.
