Pasangan Hidup dan Uang: Mitos dan Fakta(1)
Banyaknya masyarakat yang mempelajari manajemen keuangan keluarga dari sumber-sumber yang kurang kredibilitasnya. Maka, kami merasa perlu untuk berbagi pengalaman dan ilmu berkenaan dengan fakta dan mitos dalam hal pasangan hidup dan uang.
Mitos 1: Bila kita saling mencinta, kita tidak akan bertengkar karena uang.
Fakta 1: Uang hanya sedikit atau tidak ada kaitannya dengan cinta … dan banyak berkaitan dengan berapa banyak Anda bertengkar.
Cinta tidak ada sangkut pautnya dengan pandangan seseoarang terhadap uang. Tidak perduli bila Anda mencintai pasangan Anda sepenuh hati dan melebihi siapa pun. Bila Anda gagal dalam meyepakati berbagai nilai-nilai yang berkaitan dengan kebiasaan keuangan pasangan Anda, maka Anda akan dihadapi dengan berbagai masalah di kemudian hari berkaitan dengan keuangan keluarga.
Cinta bisa menjadi dasar yang kokoh dari hubungan suami istri tapi bukan merupakan hal yang absolut. Akan tetapi untuk mempertahankan pernikahan diperlukan lebih dari hanya cinta, dibutuhkan banyak pengertian. Menurut hemat kami Ada beberapa fakta yang sebaiknya Anda ketahui berkenaan dengan cara pandang Anda dan pasangan Anda terhadap uang:
- Bagaimana Anda menggunakan atau membelanjakan uang Anda tidak ada hubungannya dengan berapa dalam cinta antara Anda berdua.
- Possibility bahwa Anda dibesarkan dalam lingkungan yang berbeda berkaitan dengan uang lebih besar.
- Anda melihat dan memiliki nilai-nilai yang berbeda berkaitan dengan uang.
- Anda berdua relatif memiliki kebiasaan membelanjakan uang yang berbeda.
Itulah beberapa perbedaan mendasar berkaitan dengan cara pandang atau nilai-nilai yang yang Anda miliki berkaitan dengan uang. Bila Anda berdua sekarang ini dihadapi dengan pertengkaran akan hal keuangan keluarga, itu merupakan hal yang normal. Dalam hal ini maka yang Anda butuhkan bukannya tingginya tingkat pendidikan Anda atau kecerdasan Anda dalam hal keuangan akan tetapi yang Anda butuhkan hanyalah aksi positif dari Anda berdua. Dan membicarakan nilai-nilai yang Anda miliki berkaitan dengan keuangan keluarga menjadi sangat penting dan merupakan awal dari suatu proses perjalanan panjang keluarga.
Mitos 2: Untuk memperoleh uang dibutuhkan dana (uang).
Fakta 2: Dibutuhkan hanya sedikit uang untuk memperoleh uang … yang dibutuhkan hanyalah kesabaran dan disiplin.
Berpikir investasi, masyarakat kita pada umumnya selalu saja merasa kekurangan. Maksudnya, mereka selalu saja mencari alasan untuk tidak menyisihkan uang bulanan yang didapatnya dengan berbagai alasan dari keterbatasan pemasukan sampai besarnya pengeluaran bulanan. Ini sudah menjadi hal yang umum, di mana masyarakat kita sangat rendah tingkat menabungnya. Pada umumnya masyarakat berpikir bahwa, untuk menghasilkan uang dibutuhkan uang yang besar.
Dengan pola dollar cost averaging, individu melakukan investasi secara berkala dan berkesinambungan dengan dana yang terbatas. Membangun atau mengembangkan kekayaan hanyalah permainan angka dan aturan mainnya tidak banyak berubah selama ini. Dengan modal investasi hanya Rp100.000 per bulan, bila diinvestasikan pada investasi yang menghasilkan tingkat pengembalian cukup tinggi dan dalam waktu yang cukup panjang dapat menghasilkan angka atau jumlah yang besar. Di sini pelajarannya adalah disiplin dan kesabaran.
Sebagai illustrasi kami mencoba untuk memberikan gambaran mengenai investasi secara berkala dan berkesinambungan dengan modal investasi terbatas. Kata kuncinya di sini adalah “berkala dan berkesinambunganâ€.
Berapa sih dana yang dibutuhkan serta jangka waktu investasi yang memadai untuk menghasilkan dana Rp1 miliar? Asumsi tingkat pengembalian adalah 15 persen, maka dibutuhkan dana sekitar Rp32.000 per bulan selama 40 tahun untuk dapat menghasilkan dana Rp1 miliar. Wah terlalu panjang. Bagaimana bila hanya dalam waktu 30 tahun, maka investasi bulanan yang harus Anda sisihkana berkisar Rp143.000. Bagaimana bila waktu yang Anda inginkan lebih pendek lagi misalnya 20 tahun? Dengan asumsi tingkat bunga sama 15 persen maka Anda membutuhkan dana sekitar Rp660.000 per bulan. Bagaimana pula bila Anda menginvestasikannya di instrumen investasi yang memberikan tingkat pengembalian yang lebih tinggi lagi? Misalnya 20 persen, maka investasi yang Anda butuhkan juga menurun perbulannya dengan jangka waktu yang sama.
Kemudian Anda berpikir, bagaimana kita dapat menyisihkan sekitar Rp700.000 per bulan, sedangkan penghasilan kita terbatas atau minim? Sekarang coba kita telusuri. Kebutuhan investasi sekitar Rp700.000 per bulan, berapa besar yang harus disisihkan tiap harinya? Sekitar Rp28.000 dengan asumsi sebulan 25 hari kerja. Jadi kita mencoba menghitungnya berdasarkan jam waktu kerja yang Anda gunakan karena setiap harinya Anda relatif makan siang di kantor bersama rekan-rekan Anda dan pengeluarannya tidak kurang dari Rp20.000 per hari. Bagaimana Anda mencoba untuk membawa makanan dari rumah sehingga dana alokasi untuk makan siang di kantor dapat dialokasikan untuk investasi jangka panjang. Bila Anda memperhatikan kafe-kafe sekarang ini, masyarakat kita sudah sangat terbiasa. Mungkin Anda melakukannya dua kali seminggu dan setiap kali Anda masuk tidak kurang biaya yang harus dikeluarkan berkisar Rp50.000. Jadi dengan 2 x Rp50.000 seminggu maka sebulan Anda mengeluarkan dana sekitar Rp400.000. Bila Anda gabungkan di mana Anda membawa bekal untuk makan siang di kantor secara berkala (tidak setiap hari) dan mencoba untuk mengurangi ke kafe, misalnya menjadi satu kali dalam satu minggu, maka kami berkeyakinan dengan penghasilan Anda sekarang Anda tidak harus mengikatkan pinggang untuk dapat menyisihkan dana Rp700.000 per bulan.
Ikuti lanjutannya dua minggu mendatang!![mi]
M. Ichsan
Dikutip dari Pembelajar.com
