Inflasi November Bagus, Pemerintah Jaga Harga-harga

December 4th, 2007

Jakarta - Pemerintah mengaku senang dengan pencapaian inflasi November 0,18% yang terbilang cukup rendah.

Untuk mempertahankan inflasi di level yang aman hingga akhir tahun, Menko Perekonomian Boediono mengaku akan menjaga harga-harga kebutuhan pokok.”Inflasi 0,18% itu kan bagus. Lha iya toh bagus,” kata Boediono di gedung depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (3/12/2007).

Boediono optimistis tahun 2007 yang tinggal 1 bulan lagi ini angka inflasi akan sesuai dengan target.

Baca tulisan ini selengkapnya»

Ragam Investasi Syariah

December 3rd, 2007

Pada edisi yang lalu kita sudah membahas pentingnya memperhatikan masalah keuangan agar tetap berada dalam rambu syariah. Kita juga sudah sedikit membahas unsur-unsur apa saja yang harus dihindari karena tidak halal dalam sebuah produk keuangan.

Menggunakan produk keuangan, di jaman seperti ini rasanya sudah tidak mungkin dihindari. Perbankan, selian sebagai digunakan untuk mmepermudah transaksi juga dapat digunakan sebagai sarana investasi. Asuransi juga sekarang memiliki peran sebagai alat investasi berbarengan dengan fungsi utamanya untuk memberikan proteksi.

Tidak puas dengan hanya investasi di perbankan dan asuransi, masyarakat juga mulai banyak melirik reksa dana sebagai alternatif yang memberikan hasil lebih baik. Pendeknya, produk keuangan sekarang bukan lagi suatu hal yang baru. Malah sudah menjadi suatu kebutuhan untuk hampir semua orang.

Baca tulisan ini selengkapnya»

BI Rate Naik 2008, Investor Siap Buru Obligasi

November 29th, 2007

Jakarta - Salah satu langkah pemerintah dalam antisipasi APBN 2008 jika harga minyak US$ 100 per barel adalah menaikkan suku bunga BI menjadi 8,5%. Bila BI Rate naik, diperkirakan investor akan lebih tertarik memburu obligasi, terutama produk obligasi yang baru.

Demikian disampaikan pengamat pasar modal, Dandossi Matram, usai acara peluncuran Harvestindo Reksa Dana Istimewa, di Grand Ballroom Ritz Carlton, Pacific Place, Kawasan Niaga Sudirman, Jakarta, Rabu (28/11/2007).

Baca tulisan ini selengkapnya»

Mengenal Investasi Obligasi

November 28th, 2007

Obligasi adalah surat utang jangka panjang yang diterbitkan oleh suatu lembaga dengan nilai nominal (nilai pari/par value) dan waktu jatuh tempo tertentu. Penerbit obligasi bisa perusahaan swasta, BUMN, atau pemerintah baik pemerintah pusat maupun daerah.

Salah satu jenis obligasi yang diperdagangkan di pasar modal kita saat ini adalah obligasi kupon (coupon bond) dengan tingkat bunga tetap (fixed) selama masa berlaku obligasi.

Berinvestasi dalam obligasi mirip dengan berinvestasi di deposito pada bank. Bila Anda membeli obligasi, Anda akan memperoleh bunga/kupon yang tetap secara berkala biasanya setiap 3 bulan, 6 bulan, atau 1 tahun sekali sampai waktu jatuh tempo.

Ketika obligasi tersebut jatuh tempo, penerbit harus membayar kepada investor sesuai dengan nilai dari obligasi tersebut beserta bunga/kupon terakhirnya. Dengan karakteristik seperti ini, bagi mereka yang memasuki masa pensiun, tentunya investasi ini sangat baik karena adanya kebutuhan reguler selama masa pensiun.

Baca tulisan ini selengkapnya»

Demam Investasi Dinar Irak

November 21st, 2007

Beberapa waktu lalu saya mendapatkan email dari Pak Sutrisno dari Gresik: “Di kantor tempat saya bekerja orang sedang beramai-ramai berburu dinar Irak. Menurut mereka, investasi dalam dinar akan sangat menguntungkan. Sebelum perang Irak, nilai tukar dinar katanya lebih dari tiga dollar AS, sedangkan sekarang nilainya kurang dari seperlimaratus sen dollar. Menurut mereka, sebentar lagi Presiden Bush harus lengser dan Amerika kemungkinan besar akan mundur dari Irak. Dengan demikian dinar Irak akan pulih. Berarti, investasi pada dinar akan menghasilkan laba ribuan kali. Saya sungguh tergoda, tetapi apakah benar ada investasi yang memberikan untung ribuan kali?”

Benar, Anda semua juga pasti tahu bahwa saat ini demam dinar Irak memang sedang melanda berbagai belahan dunia, mulai dari pojok-pojok kota di Pakistan, Indonesia, Amerika dan banyak negara di dunia. Cara berpikir para spekulan itu sama persis, yakni bahwa nilai tukar dinar Irak sekarang sudah sangat luar biasa murahnya, ratusan ribu persen di bawah nilai tukar sebelum Sadham Hussein digulingkan. Mereka berpikir dinar tidak mungkin turun lebih rendah lagi, sehingga satu-satunya kemungkinan adalah menguat.

Di Indonesia sama saja. Pedagang ramai berjualan dinar, pembeli berebut. Ada teman saya yang enggan membeli dari pasar dalam negeri dan memilih untuk membeli dinar dari luar negeri. Setiap kali ada teman pergi keluar negeri, terutama ke daerah Timur Tengah, oleh-oleh yang dimintanya adalah dinar Irak.

Bagaimana kita harus menyikapi investasi ini? Bagaimana prospeknya? Bagaimana risikonya? Sampai saat ini yang selalu digembar-gemborkan adalah potensi keuntungannya. Hampir tidak ada yang menyajikan risiko dari investasi. Demi netralnya saya memakai istilah itu, bukan spekulasi atau judi. Ini normal, karena sumber “analisa” umumnya berasal dari para pedagang, bukan dari pihak netral.

Baca tulisan ini selengkapnya»

Mengelola Keuangan dengan Baik;Memperkuat Tali Pernikahan

November 19th, 2007

Apakah Anda dan pasangan Anda sering bertengkar karena masalah keuangan? Apakah Anda sering berbeda dalam memanfaatkan pendapatan keluarga? Apakah Anda berharap bahwa pasangan Anda bukan “orang yang pelit” atau “pembelanja yang boros”?

Manajemen keuangan merupakan hal sangat penting yang dibutuhkan untuk mencapai kesuksesan dalam hubungan, terutama dalam pernikahan. Orang tua memiliki tanggung jawab untuk memberikan kebutuhan fisikal. Oleh karenanya, manajemen keuangan menjadi sangat penting. Lebih dari sekadar fisik, kelangsungan emosi keluarga juga sangat dipengaruhi oleh stabilitas keuangan keluarga.

Uang seperti sebilah pisau, bisa memperkaya pernikahan atau menghancurkannya. Hal ini dapat mengakibatkan ketidakpercayaan, mendahulukan diri dari pada keluarga, ketidakjujuruan, atau bahkan perceraian. Masalah keuangan keluarga sering kali terjadi karena kurang pahamnya individu-individu di dalam keluarga tersebut mengenai pengetahuan keuangan dan kebiasaan keuangan yang buruk.

Baca tulisan ini selengkapnya»

5 Tahap Perencanaan Keuangan(5)

November 14th, 2007

Pada kesempatan ini saya ingin membahas lanjutan dari artikel-artikel saya sebelumnya, yaitu 5 Tahap Perencanaan Keuangan, yang meliputi:
1. Menentukan Tujuan Keuangan.
2. Menganalisa Kondisi Keuangan Sekarang.
3. Membuat Rencana Keuangan.
4. Melakukan Implementasi Dari Rencana Keuangan.
5. Monitor dan Evaluasi Berkala.

Kali ini kita membahas lebih dalam mengenai tahap terakhir, yaitu melakukan monitor dan evaluasi secara berkala.

Baca tulisan ini selengkapnya»

BI: Waspadai Ketidakpastian Ekonomi Global

November 8th, 2007

[JAKARTA] Bank Indonesia (BI) menempuh langkah yang lebih berhati-hati dalam menetapkan kebijakan moneter termasuk mempertahankan tingkat BI Rate di level 8,25 persen dalam rapat Dewan Gubernur yang berlangsung di Jakarta, Selasa (6/11). Langkah itu ditempuh dengan pertimbangan masih banyaknya ketidakpastian global yang menjadi ancaman perekonomian tahun depan.

Deputi Gubernur Senior BI Miranda S Goeltom kepada SP di Jakarta, Selasa (6/11) malam mengatakan, ketidakpastian ekonomi global yang disebabkan kenaikan harga minyak mentah dan dampak dari subprime mortgage (penjaminan perumahan) di Amerika Serikat (AS) berdampak pada kenaikan harga sejumlah komoditas, sehingga berpotensi memicu inflasi global. “Akibatnya permintaan menurun dan pertumbuhan ekonomi global melambat,” kata dia.

Dia mengutip data perkiraan pertumbuhan yang dikeluarkan IMF belum lama ini yang mengoreksi pertumbuhan ekonomi global dari 5,2 persen menjadi 4,8 persen. Sedangkan, pertumbuhan ekonomi AS direvisi dari 2,8 persen menjadi 1,9 persen.

Baca tulisan ini selengkapnya»

Mengembangkan Strategi Investasi Jitu

November 6th, 2007

Dalam mengembangkan sebuah strategi investasi, hal terpenting adalah penetapan tujuan spesifik. Karena dengan tujuan yang spesifik Anda akan memperoleh informasi yang tepat dari sisi jangka waktu dan nilainya di masa datang. Kemudian, dari sisi diri kita, kita juga harus menelaah toleransi risiko kita terhadap investasi. Jangan sampai susah tidur karena memilih investasi dengan risiko yang terlalu tinggi.

Dan setelah kedua hal utama diatas, Anda lakukan, selanjutnya Anda harus mengembangkan strategi alternatif untuk berbagai pilihan investasi. Strategi perlu didukung dengan perhitungan yang akurat. Dari perhitungan ini, Anda akan memperoleh nilai dana yang harus Anda investasikan untuk mencapai tujuan keuangan yang telah ditetapkan berawal dari keadaan keuangan Anda saat ini.

Dalam proses pengembangan strategi investasi, terdapat beberapa langkah yang bisa kita lakukan guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pertama, memahami dan mencermati biaya transaksi. Kedua, mengenal plus dan minus alternatif strategi. Ketiga, melakukan penempatan yang bijak dalam pilihan aset yang ada (alokasi aset) berdasarkan tujuan yang terukur.

Baca tulisan ini selengkapnya»

Pasangan Hidup dan Uang: Mitos dan Fakta(2)

November 5th, 2007

Dua minggu yang lalu kita sudah memaparkan dua mitos keuangan, pertama hubungan cinta dan keuangan dan kedua adalah membangun kekayaan bisa dimulai dengan nilai investasi yang minimal. Berikut mitos-mitos keuangan lainnya:

Mitos 3: Penghasilan kita yang terbatas, mengakibatkan kita tidak dapat berinvestasi

Fakta 3: Setiap orang berpenghasilan cukup untuk dapat berinvestasi.

Baca tulisan ini selengkapnya»