Menimbun Uang Untuk Pendidikan Anak
“Saya pusing memikirkan biaya pendidikan anak-anak. Bagaimana tidak? Anak saya dua. Yang satu akan masuk SMA dua tahun lagi. Sementara anak yang satu lagi juga hendak melanjutkan kuliah. Sementara saya sendiri adalah single parents. Sebenarnya saya punya uang sebesar 40 juta, tapi saya tidak tahu harus bagaimana dengan uang tersebut agar bisa cukup membiayai sekolah anak-anak saya. Apa yang harus saya lakukan ya?” (Nesty, 45th, Jakarta)
Pendidikan anak adalah masalah yang lazim dihadapi oleh setiap orang tua. Apalagi di masa sekarang, dimana untuk menyekolahkan anak diperlukan pula kocek yang tebal. Bagi, orang yang ’berduit’ mungkin hal ini tidak jadi masalah, tapi bagaimana dengan mereka yang berkantong pas-pasan. Haruskah anak dikorbankan kemudian? Jawabannya adalah tidak! Sebagai orang tua, kita harus pintar-pintar mengakali agar pendidikan anak tetap terpenuhi.
Sebagai orang tua, kita harus pintar-pintar mengakali agar pendidikan anak tetap terpenuhi. Tapi tentu saja dengan tidak mengabaikan kebutuhan yang lain. Tapi, bagaimana caranya? Simak yang berikut
Ada dua langkah yang bisa dilakukan para orang tua untuk menimbun uang demi pendidikan anak, yaitu :
Investasikan dalam Produk Investasi
Jika masih ada waktu selama 1 atau 2 tahun, investasikan saja uang Anda tersebut ke dalam produk-produk investasi yang hasilnya bisa lebih besar daripada deposito. Misalnya saja dengan memasukkan uang itu ke reksa dana. Selama uang itu tersimpan disana, ada banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk menambah penghasilan.
Buka Usaha Sampingan
Berinvestasilah dengan cara membuka usaha sampingan. Walaupun memang beresiko, tapi setidaknya Anda sudah mencoba. Bayangkan saja keuntungan yang Anda terima jika bisnis sampingan itu melaba. Hasilnya, Anda bisa menyekolahkan anak sampai jenjang tertinggi.
Nah, jika Anda benar-benar berminat membuka usaha sampingan maka sebaiknya jangan gunakan seluruh uang untuk modal usaha. Hal ini bertujuan sebagai tindakan berjaga-jaga terhadap kemungkinan gagalnya usaha. Jadi, kalau memang terjadi kegagalan, setidaknya masih ada sisa uang untuk biaya kuliah anak.
Lagipula, tidak semua usaha harus dibuka dengan modal besar, kok. Ada banyak sekali usaha yang bisa dijalankan dengan modal yang sangat terjangkau. Selain itu pilihlah bidang usaha yang sesuai dengan keahlian Anda. Jika kita sudah menguasai bidang tersebut keberhasilan bisa Anda capai dengan lebih mudah dan cepat.
Sumber conectique.com
