Mengenal Inflasi
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa inflasi pada bulan Juni adalah sebesar 2,46 persen. Sementara nilai inflasi year on year adalah 11,03 persen.
1. Mengenal istilah inflasi.
Secara sederhana, inflasi berarti Anda harus membayar lebih mahal untuk barang yang hendak Anda beli. Misalkan inflasi bahan bakar premium adalah 33,33 persen, maka harga yang harus Anda bayar untuk setiap liter premium meningkat, dari harga lama Rp. 4.500,- menjadi Rp. 6.000,-.
Dalam ilmu ekonomi, inflasi memang selalu terjadi. Kenaikan harga barang lebih baik daripada penurunan harga barang, karena akan memicu produsen untuk menghasilkan lebih banyak barang. Yang harus dikendalikan adalah berapa besar nilai inflasinya, agar jangan sampai mengganggu daya beli masyarakat.
2. Bersiaplah menghadapi inflasi.
Inflasi berpengaruh terhadap semua barang yang Anda butuhkan: makanan, pakaian, perumahan, air, listrik, gas, kesehatan, pendidikan, rekreasi, transportasi dan lain-lain. Oleh karena itu Anda harus mempersiapkan diri Anda terhadap inflasi.
Bagaimana caranya? Misalkan Anda hendak menyiapkan dana pendidikan untuk anak Anda yang hendak duduk di bangku kuliah dalam waktu 3 tahun mendatang. Misalkan biaya masuk kuliah pada tahun ini adalah Rp. 30.000.000,-, maka Anda dapat memperkirakan bahwa dalam waktu 3 tahun mendatang biaya masuk kuliah akan meningkat menjadi Rp. 39.930.000,- (asumsi inflasi 10% per tahun).
Dengan perkiraan biaya masuk kuliah di masa mendatang, maka jumlah uang yang harus Anda siapkan adalah Rp. 39.930.000,-. Bila Anda tidak memperkirakan inflasi dan hanya menyiapkan Rp. 30.000.000,-, maka Anda akan kekurangan 10 juta pada saat hendak membayar biaya masuk kuliah anak Anda.
3. Nilai tabungan Anda digerogoti oleh inflasi.
Anda juga perlu mengingat bahwa setiap sen yang Anda simpan, daya belinya selalu digerogoti oleh inflasi. Misalkan saja Anda menyimpan Rp. 1.000.000,- sekarang. Kita ambil contoh harga nasi goreng sekarang adalah Rp. 10.000,-. Artinya dengan seluruh tabungan Anda, pada saat ini Anda dapat membeli nasi goreng sebanyak 100 piring.
Dalam waktu 3 tahun mendatang harga nasi goreng sudah naik menjadi Rp. 13.000,- karena inflasi. Asumsi tabungan Anda tidak dipotong oleh biaya administrasi dan tidak mendapatkan bunga, maka dengan total nilai tabungan Rp. 1.000.000,- Anda hanya dapat membeli nasi goreng sebanyak 77 piring. Terjadi penurunan daya beli tabungan Anda sebanyak 23 piring nasi goreng. Hal ini adalah akibat dari inflasi.
Oleh karena itu, bila Anda ingin menabung untuk jangka waktu panjang maka lebih baik Anda membeli produk investasi yang hasilnya lebih tinggi dari inflasi. Misalnya adalah reksadana saham.
Sekian artikel dalam kesempatan ini. Apabila Anda ingin mendapatkan nilai inflasi yang paling up-to-date, Anda dapat mengaksesnya di DetikFinance.Com pada setiap awal bulan. Biasanya BPS akan mengumumkan nilai inflasi bulan sebelumnya pada tanggal 1.

August 14th, 2008 at 8:59 am
Bagaimana dengan tabungan diasuransi, contoh Unit Link? apakah bisa hasilnya melampaui inflasi ?
August 15th, 2008 at 2:40 pm
Belum tentu Pak. Karena biasanya 50% dari nilai tabungan diambil untuk membayar premi asuransi. Dan untuk tahun ini, kinerja produk investasi sedang jelek karena resesi ekonomi Amerika.
Untuk tahun ini lebih baik membeli produk investasi yang aman, seperti reksadana pasar uang dan ORI. Untuk investasi agresif, dapat dimulai bila ekonomi Amerika sudah menunjukan tanda-tanda membaik.
August 18th, 2008 at 1:54 am
Mana lebih menguntungkan dalam memilih investasi bancassurance atau unitlinks?
August 19th, 2008 at 5:29 pm
Untuk investasi, lebih untung beli reksa dana. Kedua produk yang Anda sebut diatas masih berupa campuran antara asuransi dan investasi. Lebih baik beli reksadana yang merupakan produk full investasi.
October 18th, 2008 at 10:43 am
Tapi pak Ciang, beberapa produk investasi seperti ORI saja mematok deviden di bawah angka inflasi yang selama ini ajeg dialami Indonesia… sekitar 11%. Tabungan jelas tidak mungkin melampaui nilai ini (maksimal mungkin hanya 4%pa). Memangnya deviden yang ditawarkan oleh produk2 lain bisa melampaui angka inflasi kita pak?
October 21st, 2008 at 9:12 am
Tahun ini dunia keuangan sedang susah Pak karena melemahnya ekonomi Amerika Serikat. Jadinya susah untuk mencari produk keuangan yang tumbuh diatas inflasi.
Anda bisa mencoba investasi dalam bentuk emas murni. Beli emas 24 karat yang memiliki sertifikat ANTAM.