Mengelola Risiko Keuangan Keluarga
PERNAHKAH kita merenung atau mengingat-ingat berbagai kejadian yang menimbulkan kesulitan dalam mengelola keuangan keluarga? Faktor apa saja yang mengancam harta dan kemampuan dalam memperoleh penghasilan? Apakah kita telah siap dengan berbagai kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi? Apakah kita juga sudah memiliki antisipasi yang memadai untuk menghadapi seluruh risiko tersebut ?
Seharusnya kita sudah memiliki perencanaan pengelolaan risiko keuangan keluarga. Kebanyakan orang belum menyadari atau bahkan kurang mengerti betapa pentingya memiliki perencanaan risiko keuangan keluarga sehingga tidak pernah memikirkan hal tersebut.
Untuk membuat perencanaan resiko keuangan keluarga maka setidaknya kita harus melakukan langkah-langkah sebagai berikut :
- Identifikasi kemungkinan kejadian-kejadian yang dapat menimbulkan gangguan terhadap keuangan keluarga.
- Pahami bagaimana cara atau metode mengatur risiko.
- Tentukan cara atau metode yang dipakai guna menghadapi risiko tersebut
Identifikasi kemungkinan kejadian
Buatlah sedetail-detailnya daftar kemungkinan kejadian yang dapat merugikan posisi keuangan keluarga, seperti kematian tulang punggung keluarga, cacat sehingga tidak mampu bekerja, sakit sehingga harus dirawat di rumah sakit, pencurian, kebakaran rumah, mobil kecelakaan, cerai, kehilangan pekerjaan (PHK), investasi mengalami kerugian dan lain-lain.
Dari masing-masing kemungkinan kejadian tersebut, perkirakan dampaknya terhadap kesehatan keuangan dan kemungkinan yang terjadi. Dampak terhadap kesehatan keuangan dapat dinilai dengan membuat penilaian yang jujur, apakah masing-masing kejadian tersebut dapat sangat menggoyahkan, menggoyahkan, kurang menggoyahkan atau kecil pengaruhnya. Sementara untuk kemungkinan kejadian, dapat dinilai dengan apakah masing-masing kejadian tersebut sering terjadi, dapat terjadi, kadang-kadang terjadi dan jarang terjadi.
Apabila kita sudah melakukan kedua hal tersebut, sesungguhnya kita sudah berhasil mengidentifikasi setiap risiko yang mungkin terjadi. Kita juga sudah bisa menggolongkannya sesuai kadar berat-ringannya risiko tersebut dapat ditanggung. Pikirkanlah masing-masing kejadian yang mungkin terjadi atau risiko tersebut dengan baik. Apakah kita mampu menghadapinya? Dan apakah hal tersebut dapat diatur, dikelola dan diantisipasi dengan baik?
Cara atau metode mengatur risiko
Ada 4 cara atau metode dalam mengatur, mengelola dan mengantisipasi risiko yang dapat terjadi yakni:
1. Menerima dan siap menghadapi risiko tersebut.
Dengan cara ini berarti kita sudah siap dengan risiko yang mungkin terjadi dan dihadapi dengan kemampuan sendiri. Tentunya harus memperhitungkan kemampuan kita dalam menghadapi risiko. Misalkan kita memiliki sebuah mobil berharga Rp 100 juta, apabila diperhitungkan terjadi sesuatu dengan mobil kita seperti kecelakaan atau kehilangan, kita akan menderita kerugian yang besar maka lebih baik kita mengasuransikan mobil kita untuk melindungi dari kemungkinan kejadian yang tidak diharapkan tersebut. Namun apabila kita tidak kuat menanggung biaya asuransi mobil, tentunya kita harus melakukan persiapan dengan matang, seperti hati-hati ketika mengendarai mobil dan sediakan kunci pengaman tambahan, alarm rahasia, alat antipencuri dan sebagainya.
2. Memindahkan risiko.
Caranya, dengan memindahkan risiko dan tanggung jawab atas kejadian yang tidak diinginkan kepada pihak lain seperti perusahaan asuransi dan lain-lain. Contohnya, apabila kita tidak ingin menanggung biaya apabila ada anggota keluarga kita mengalami sakit, kita dapat membeli asuransi yang dapat menanggung risiko tersebut.
3. Mengurangi atau mengendalikan risiko
Contohnya apabila mengemudi mobil maka harus memakai sabuk pengaman, karena apabila mengalami benturan maka anggota tubuh kita relatif lebih aman terhadap benturan yang menyebabkan kecelakaan fatal. Atau bila mengendarai motor maka gunakanlah helm yang memenuhi syarat keselamatan dalam bermotor. Atau bila kita menyeberang jalan, gunakan jembatan penyeberangan/ zebra cross atau bila kita hendak bepergian menggunakan kendaraan umum maka tinggalkan atau sembunyikan seluruh perhiasan yang mungkin menarik penjahat untuk mengambilnya, dan lain sebagainya.
4. Menghilangkan risiko
Cara ini adalah dengan menghilangkan kemungkinan kita mengalami risiko tersebut. Contoh ekstrem adalah apabila tidak ingin kehilangan mobil dan tidak mau menghadapi risiko tersebut, kita dapat menjual mobil dan menggunakan kendaraan umum.
Cara atau metode mengelola risiko
Untuk memudahkan menentukan cara atau metode mana yang akan dipakai maka buatlah matriks seperti di bawah ini. Sumbu vertikal menggambarkan dampak keuangan (rendah dan tinggi) sedangkan sumbu horizontal adalah frekuensi kemungkinan terjadi (rendah dan tinggi).
Masukkan masing-masing daftar kemungkinan kejadian atau resiko ke dalam masing-masing kotak (Kotak 1, Kotak 2, Kotak 3 dan Kotak 4) sesuai dengan kriteria yang diberikan kita sendiri. Sebagai contoh, Kotak 1 berarti kejadian tersebut akan membawa dampak keuangan yang tinggi atau berat, namun frekuensi atau kemungkinan kejadiannya rendah. Misalnya risiko kematian, bila kita masih muda dan sehat tentunya kita memperkirakan umur masih panjang dan kemungkinan mati muda relatif kecil.
Demikian seterusnya, masukkanlah seluruh kemungkinan kejadian atau risiko yang bisa terjadi dalam keluarga kita. Matriks ini berguna sebagai bahan pengambilan keputusan dengan menggunakan teknik dan saran yang disarankan, guna pertimbangan kita dalam pengambilan keputusan dalam menghadapi risiko yang mungkin terjadi.
Tentunya masing-masing pribadi dan keluarga memiliki kondisi yang berbeda-beda. Sesuaikanlah dengan kondisi yang ada. Yang penting kita sudah memperkirakan dan mengetahui adanya kemungkinan risiko yang dapat terjadi dan berdampak bagi kualitas kehidupan kita. Dengan mengetahui dan mencoba mengantisipasinya, diharapkan kita akan lebih siap, minimal secara mental kita akan lebih tabah dan matang dalam menghadapi setiap cobaan yang mungkin terjadi. Dengan demikian, kita dapat lebih mengatur resiko, mengendalikan risiko dan antisipatif terhadap risiko yang mungkin terjadi sehingga kualitas kehidupan kita di masa datang akan semakin baik dan sejahtera. ***
Diambil dari suplemen Pikiran Rakyat edisi Minggu, 6 Maret 2005.
