Membangun Keluarga dengan Keputusan Keuangan yang Bijak
Membangun kehidupan keluarga seperti halnya Anda membangun sebuah rumah. Pembangunan dimulai dengan membuat sebuah pondasi. Di di atas pondasi tersebutlah Anda akan membangun rumah yang Anda inginkan. Baik rumah itu kecil nan asri atau rumah yang besar dan bertingkat.
Dengan pondasi yang kuat dan kokoh maka rumah yang berdiri di atasnya pun akan bertahan lama. Membangun kehidupan keluarga dari sudut padang keuangan juga demikian. Sudah seharusnya Anda memulai untuk merencanakan pondasi awal yang Anda butuhkan untuk dapat membangun sebuah keluarga yang sakinah, terbebas dari permasalahan keuangan.
Pada pembahasan kali ini kami ingin berbagi pengetahuan, sehingga Anda dapat membangun bukan hanya sebuah pondasi tapi juga sebuah rumah nan asri di mana Anda dan keluarga akan tinggal. Dalam hal ini kami akan memberikan beberapa pembahasan seputar keputusan keuangan yang sebaiknya dilakukan, guna membangun keuangan keluarga yang stabil dan jauh dari gelombang permasalahan.
Anda berdua bekerja atau istri tinggal di rumah?
Memang memiliki anak adalah tanggung jawab besar bagi orang tua. Pertimbangan salah satu dari Anda (orang tua) untuk tidak bekerja dan mengurus anak full-time di rumah merupakan dilema yang sering dihadapai oleh pasangan muda. Dalam hal ini, kami menganjurkan agar Anda jangan terlalu cepat dalam mengambil keputusan untuk tetap bekerja maupun tidak bekerja lagi. Perlu adanya pertimbangan yang masak bagi Anda dan pasangan Anda dalam memutuskan hal ini.
Hal pertama yang menurut hemat kami perlu Anda pertimbangkan adalah keuangan. Di mana bila pasangan Anda tidak bekerja lagi maka Anda akan kehilangan penghasilan yang sebelumnya selalu didapat setiap bulan. Dalam hal ini perlu Anda perhitungkan apakah sumber penghasilan dari satu orang cukup untuk memenuhi semua kebutuhan keluarga?
Perhitungan pengeluaran yang harus diperhitungkan, misalnya saja, bila Ibu memutuskan untuk tidak bekerja kembali maka penopang keuangan keluarga hanya ada dipundak Bapak. Dan pengeluaran yang harus Anda keluarkan tetap seperti biasa, mungkin sedikit bertambah dengan adanya anak Anda, dari pembelian susu, dipers dan lain-lain. Tapi bila Anda tetap bekerja maka Anda harus mempertimbangkan juga pengeluaran yang harus Anda kelaurkan misalnya saja biaya babysitter dan tentunya tetap memerlukan pengelauran untuk Anda berangkat kerja, makan siang di kantor, membeli baju kantor secara regular.
Semua ini harus dipertimbangkan dan diperhitungkan. Paling tidak Anda memiliki waktu sampai 3 bulan (masa cuti hamil) untuk memikirkannya.
Untuk selanjutnya Anda perlu juga mempertimbangkan sisi emosional bagi Anda dan keluarga. Keputusan untuk bekerja lagi atau tidak sangat dipengaruhi oleh sisi emosional ini. Apakah Anda bisa merasa nyaman meninggalkan anak Anda hanya dengan babysitter? Atau Anda berpikir untuk mengurusi anak Anda sendiri sampai anak Anda berumur 3 tahun. Atau Anda memiliki pemikiran mengenai hal. Semua ini perlu dipertimbangkan dengan masak agar jangan menjadi penyesalan di kemudian hari.
Pengeluaran baru, anggaran baru
Walau Anda berdua memutuskan untuk tetap bekerja atau salah satu tinggal di rumah bersama anak-anak, anggaran keuangan keluarga dari sisi pemasukan akan terpengaruh. Hal ini juga dipengaruhi oleh pengeluaran yang dilakukan. Sisi pengeluaran sering kali meningkat tajam tanpa Anda sadari. Oleh karena itu kami sangat menganjurkan Anda untuk membuat perencanaan anggaran agar kehidupan keluarga lebih terfokus dan teratur.
Fakta mengatakan bahwa merawat dan membesarkan anak membutuhkan biaya yang besar. Oleh karena alasan ini, salah satu tugas penting Anda dan pasangan Anda sebagai orang tua adalah memasukkan dan menganggarkan semua pengeluaran yang baru timbul dalam perencanaan anggaran menyeluruh. Singkatnya, Anda sebaiknya merevisi perencanaan anggaran yang telah Anda buat sebelumnya.
Secara umum, anggaran yang telah Anda buat hanya membutuhkan beberapa tambahan yang diperluas dari perencanaan anggaran yang telah Anda buat. Bila Anda belum pernah membuatnya maka kami sangat menganjurkan agar Anda membuatnya sekarang. Satu hal yang perlu diingat adalah fleksibilitas. Dalam membangun keluarga yang terbebas dari permasalahan keuangan, perencanaan anggaran sebaiknya cukup fleksibel. Karena kehidupan berkeluarga bisa jadi sangat tidak bisa diduga.
Dalam pembuatan perencanaan anggaran, Anda juga harus mengembangkan tujuan Anda untuk menabung. Dalam hal ini sebaiknya Anda mengantisipasi beberapa tujuan yang akan timbul di masa depan. Contohnya antara lain:
- Lahirnya si buah hati. Hal ini walau sudah direncanakan akan banyak memakan biaya dan pengeluaran. Sehingga perlu Anda untuk menganggarkannya.
- Kebutuhan pendidikan. Anak Anda mungkin membutuhkan bukan hanya sekolah regular tapi juga mungkin les, baik yang berkaitan dengan sekolah atau hobi. Hal ini juga perlu masuk dalam pertimbangan.
- Dana tak terduga. Anak Anda sakit atau terjadi kecelakan, dapat berakibat fatal bagi keuangan Anda dan keluarga.
Perencanaan Investasi
Dalam perencanaan investasi bagi orang tua, tidak ada perbedaaan dengan apa yang telah dibahas dahulu. Akan tetapi perencanaan ini mungkin bisa sangat menantang, karena dalam siklus kehidupan awal berkeluarga, pastinya Anda menginginkan banyak tujuan keuangan yang diinginkan. Hal ini tentunya membutuhkan alokasi dana dari cashflow bulanan yang Anda hasilkan.
Kunci dalam permasalahan ini adalah dengan menentukan tujuan keuangan prioritas dan perencanaan cashflow yang terukur di masa datang. Untuk itu, marilah kita melihat tiga aspek penting untuk situasi ini. Pertama, mencari kebutuhan dana yang cukup tinggi. Kedua, kebutuhan akan dana darurat menjadi sangat penting. Dan terakhir adalah kedisiplinan dalam hal keuangan.
Masa awal dari kehidupan berumah tangga, pasti akan terjadi di mana pengeluaran Anda membengkak. Problema ini harus Anda atasi dengan bijak. Jangan hanya melihat satu sisi saja, tapi mulailah untuk melihat kedua sisi, yaitu mencoba untuk meningkatkan pendapatan dan secara bersamaan mengatur pengeluaran untuk kebutuhan yang harus dikeluarkan.
Langkah awal yang bisa Anda lakukan adalah dengan mencari tau ke mana pemasukan bulanan yang Anda dan keluarga dapat dibelanjakan atau digunakan. Dengan melakukan hal ini, akan memberikan masukan kepada Anda apakah pengeluaran yang Anda dan keluarga lakukan sudah dapat diterima atau masih banyak pengeluaran yang Anda rasa dapat Anda kurangi. Dengan melakukan pencatatan untuk semua pengeluaran akan memberikan peluang yang besar kepada Anda untuk dapat menyisihkan dana guna memenuhi tujuan keuangan masa datang.
Berjaga-jaga terhadap risiko ketidak pastian juga sebaiknya Anda pertimbangkan. Bila kejadian tak terduga terjadi, misalnya kecelakaan atau rumah Anda bocor/ rusak, maka pengeluaran untuk hal ini dapat Anda ambil dari alokasi dana darurat ini. dengan begitu tidak mengganggu perencanaan tujuan keuangan jangka panjang yang dimiliki. Besaran umum yang sudah banyak diketahui adalah antara 3-6 bulan pengeluaran bulanan keluarga. Atau limit kartu kredit yang Anda miliki juga bisa menjadi alokasi dana untuk keadaan darurat. Tapi satu hal yang harus diingat dengan kartu kredit adalah bahwa dana yang tersedia bukanlah dana milik Anda. Dana tersebut merupakan utang yang sebaiknya Anda lunasi secepatnya (jangka pendek).
Orang tua terlibat dalam berbagai permintaan, baik waktu Anda, energi maupun uang, membuat perencanaan keuangan keluarga menjadi sangat kompleks bila Anda ingin membangun keluarga yang terbebas dari kesulitan keuangan. Dengan berbagai kebutuhan yang timbul akan sangat sulit untuk dapat terus menabung, menyisihkan untuk tujuan masa datang. Oleh karena itu kami sangat menganjurkan agar Anda disiplin dalam hal keuangan. Setelah perencaan dilakukan sebaiknya Anda secara sadar untuk terus berjalan di alur yang telah Anda tetapkan. Dengan begitu akan memberikan peluang lebih besar untuk pencapaian yang diinginkan.
Perencanaan Proteksi
Menjadi orang tua bagi anak-anak Anda akan banyak merubah komposisi proteksi (asuransi) Anda. Membangun sebuah keluarga yang sakinah membutuhkan juga sebuah perencanaan guna mengantisipasi berbagai risiko yang mungkin menimpa keluarga selama kehidupan. Jangan sampai risiko ini merusak perencanaan tujuan yang telah Anda buat guna terbebas dari kesulitan keuangan.
Untuk itu Anda harus melihat dan mempertimbangkan dengan masak kebutuhan akan asuransi serta besarnya tanggungan yang harus diambil. Dalam pembahasan yang lalu, kami sudah menjabarkan bagaimana menghitung besarnya kebutuhan asuransi jiwa untuk keluarga.
Selain dari asuransi jiwa yang harus dimiliki, asuransi kesehatan juga sudah seharusnya Anda pertimbangkan untuk dimiliki. Secara umum perihal asuransi kesehatan hampir sama dengan asurasi general, di mana premi yang dibayarkan untuk satu tahun tidak dapat dikembalikan lagi atau hangus walau selama tahun berjalan tidak ada klaim. Akan tetapi beberapa perusahaan mungkin mengembalikan premi bila tidak ada klaim, walau nilainya tidak terlalu besar.
Asuransi kesehatan adalah jenis asuransi yang menjaga ketersedian dana bila individu atau anggota keluarga terserang penyakit. Semua kebutuhan dari berobat ke dokter sampai harus menginap di rumah sakit dengan berbagai kebutuhan seperti, biaya obat di rumah sakit sampai operasi semua hal tersebut ditanggung oleh perusahaan asuransi.
Asuransi ini menjadi sangat penting, karena sangat mungkin bagi anggota keluarga untuk terserang penyakit dan mengharuskan untuk menginap. Dengan mengikuti program asuransi kesehatan, secara pasti Anda mengetahui beban pengeluaran yang harus dikeluarkan per tahun untuk pembayaran premi tanpa harus takut bila salah satu anggota keluarga terserang penyakit.
Demikianlah beberapa gagasan yang dapat kami sampaikan serta langkah-langkah yang dapat Anda lakukan untuk mencapai sebuah keluarga yang sakinah terbebas dari berbagai kesulitan keuangan.n
Diambil dari Harian Umum Sore Sinar Harapan Rubrik PERENCANAAN KEUANGAN. Rubrik ini diasuh oleh Tim Indonesia School of Life (ISOL) yakni Andrias Harefa, Roy Sembel, M. Ichsan, Heru Wibawa, dan Parpudi Lubis.
