Langkah Jitu Melewati Kesulitan Finansial karena PHK

Pemutusan hubungan kerja selalu berakibat buruk dan sering kali merusak keadaan keuangan sebuah keluarga. Masa-masa ini merupakan masa yang sulit, tapi bukan berarti tidak dapat dilewati dengan baik.

Sebelum kita membahas berbagai langkah jitu untuk melewati masa-masa sulit ini, kami mencoba untuk mengulang kembali apa yang telah kami bahas sebelumnya, sebagai acuan untuk menjabarkan strategi jitu melewati masa ini.

Seseorang yang selama ini mengelola uangnya dengan bijak tetap akan merasakan beban yang besar akibat terputusnya pendapatan regular bulanan. Sangatlah mudah untuk merasa terbebani dengan berbagai kebutuhan yang selalu ada.

Identifikasi Aset dan Prioritaskan

Menurut hemat kami, langkah pertama yang mungkin bisa Anda lakukan bila terjadi PHK dan masa pengangguran itu panjang adalah mencari tau apa yang mungkin menjadi risiko. Apa yang mungkin hilang dalam situasi seperti ini? Dan langkah apa yang akan diambil orang lain terhadap Anda? Misalkan kegagalan Anda mencicil utang kredit rumah Anda. Mungkin memikirkan hal ini bisa sangat menakutkan, akan tetapi kami melihat pentingnya hal itu untuk bertahan dan keluar dari masa sulit ini.

Untuk mengetahui berbagai risiko yang bisa merusak tatanan keuangan keluarga dalam masa ini, ada baiknya Anda melakukan pendaftaran terhadap semua aset yang Anda milki. Contoh mudahnya adalah bila Anda memiliki rumah (terbebas dari KPR) maka nilai yang Anda cantumkan merupakan nilai pasar bila Anda akan menjualnya saat ini. Bila ternyata Anda masih memiliki utang terhadap rumah tersebut, maka nilai utang tersebut harus Anda cantumkan juga.

Setelah Anda mendaftarkan semua aset yang Anda miliki, maka langkah selanjutnya adalah menentukan aset mana yang bisa atau mau Anda lepaskan. Dan aset mana yang tidak bisa Anda jual. Dalam hal ini Anda harus mempriositaskan aset-aset mana saja yang sangat Anda perlukan, mulai dari angka 1 yang memiliki prioritas tertinggi dan terus ke nomor 2 untuk selanjutnya dan 3 untuk selanjutnya dan seterusnya.

Dari daftar aset yang telah Anda prioritaskan, gunakan stabilo untuk menandakan 5 aset yang merupakan prioritas tertinggi. Kelima aset ini merupakan aset yang harus Anda jaga keberadaannya selama masa tidak kerja walau apapun yang terjadi.

Setalah Anda memprioritaskan kelima aset yang paling penting bagi Anda, maka selanjutnya adalah mencari tau apa yang harus dilakukan untuk menjaga kelima aset penting tersebut, yaitu dengan mencantumkan biaya-biaya yang masih harus dikeluarkan untuk tetap memilikinya. Bila rumah merupakan aset penting bagi Anda, maka cantumkan nilai pasar saat ini dan biaya seperti cicilan KPR yang harus Anda keluarkan setiap bulan. Bila salah satu prioritas aset Anda adalah deposito Anda, maka biaya yang harus dikeluarkan tidak ada. Maka kosongkan saja bagian biaya untuk aset ini. Demikian seterusnya untuk kelima aset yang menjadi prioritas Anda.

Setelah Anda selesai dengan langkah ini maka total jumlah biaya yang terhitung merupakan prioritas pengeluaran Anda—nilai tersebut harus menjadi nilai pendapatan yang harus Anda miliki setiap bulan. Tapi semua pengeluaran ini bukan total pengeluaran atau anggaran.

Perhitungan Kekayaan

Selanjutnya menghitung berapa kekayaan bersih yang Anda miliki. Dengan menjumlahkan nilai aset berdasarkan nilai pasar saat ini dari daftar aset yang Anda miliki seperti di atas.

Sekarang buatlah daftar semua utang yang Anda miliki. Hutang ini merupakan semua nilai uang dari utang yang Anda miliki. Tapi jangan Anda masukkan pengeluaran yang akan datang dari berbagai keperluan regular seperti makanan, listrik dan telepon. Tapi masukkan dalam daftar berbagai tagihan yang telah jatuh tempo seperti tagihan telepon, listrik dan rumah.

Dalam hal ini, ingatlah untuk memasukkan semua nilai utang yang masih tersisa, bukan cicilan regular bulanannya. Sebagai contoh, bila utang kredit rumah Anda masih tersisa sebesar Rp.150 juta, maka masukkan nilai tersebut dalam daftar liabilitas Anda.

Selanjutnya adalah mengurangi nilai total liabilitas dari total aset yang Anda miliki. Nah sekarang Anda memperoleh kekayaan bersih yang masih Anda miliki.

Bila nilai di atas negatif, berhati-hatilah. Anda sudah berada dalam kesulitan. Ada baiknya Anda melakukan langkah drastis untuk menstabilkan keadaan kekayaan yang Anda miliki, misalnya dengan melikuidasi aset dan melunasi utang yang masih tersisa atau ada baiknya Anda menghubungi para perencana keuangan untuk mendapatkan saran serta solusi untuk persoalaan ini.

Bila nilai kekayaan Anda positif maka Anda masih memiliki sesuatu untuk dijaga keberadaannya. Usahakan untuk menjaga nilai tersebut dan bila mungkin tingkatkan.

”Spending Plan”

Nah, sekarang Anda sudah memiliki perhitungan kekayaan yang Anda miliki, sekarang yang jauh lebih penting lagi adalah mengidentifikasi berbagai pengeluaran selama masa ini, dengan membuat spending plan. Kami melihat bahwa perencanaan pengeluaran untuk masa ini paling tidak untuk jangka waktu satu tahun atau 12 bulan.

Pertama yang harus Anda lakukan adalah dengan mengidentifikasi berbagai kemungkinan pendapatan, misalkan Anda masih memiliki kios yang Anda sewakan, atau para ibu memiliki usaha menjahit yang bisa menghasilkan pemasukan atau komisi hasil penjualan dan masih banyak lagi. Identifikasi semua kemungkinan pemasukan yang bisa Anda dapatkan.

Selanjutnya adalah mengidentifikasi berbagai pengeluaran yang timbul. Daftarkan pengeluaran dalam dua kategori, tetap dan tidak tetap.

Setelah itu kurangi total pengeluaran dari pendapatan untuk masa waktu 12 bulan ke depan. Pastinya nilai tersebut defisit karena sumber pedapatan regular dari gaji terputus sudah. Nah, sekaranglah Anda meninjau kembali semua yang telah Anda lakukan untuk mendapatkan strategi jitu untuk melewati masa-masa ini.

Melewati Krisis

Pertama adalah dengan menganalisa gap atau defisit anggaran untuk perhitungan 6 sampai 12 bulan mendapatang. Apakh nilai defisitnya tetap? Atau malah membesar? Atau malah berkurang?

Bila nilainya tetap, maka solusi yang Anda lakukan sekarang sudah cukup baik. Tapi bila nilai defisitnya bertambah besar dengan semakin bergulirnya waktu, ada baiknya Anda melihat ulang pengeluaran yang Anda lakukan. Mungkin pengeluaran-pengeluaran tidak tetap bisa Anda kurangi dan sudah seharusnya Anda kurangi. Tapi bila defisitnya semakin mengecil, maka itu pertanda baik. Tapi sebelum itu, perhatikan dulu apakah perhitungan dari segi pendapatan yang mungkin Anda peroleh sudah realistis, jangan memasukkan angka yang hanya berupa isapan jempol. Pastikan bahwa semua kemungkinan pemasukan adalah real akan diterima dalam masa 12 bulan ini. Bila memang nilai defisitnya berkurang, maka tentunya Anda bisa memulai untuk merencanakan keuangan untuk kesejahteraan keluarga di masa datang lebih cepat lagi.

Yang sangat perlu Anda perhatikan adalah kebutuhan pengeluaran untuk menjaga kepemilikan aset prioritas yang Anda tentukan. dari ulasan di atas, Anda memiliki 5 prioritas aset yang harus Anda jaga kepemilikan dan tentunya dengan biaya yang harus Anda keluarkan. Misalkan rumah yang Anda miliki, maka biaya yang mungkin harus Anda keluarkan untuk menjaganya adalah cicilan KPR rumah tersebut. Karena bila Anda tidak membayar cicilan tersebut, bukan tidak mungkin rumah yang Anda miliki diambil oleh bank. Bandingkan pengeluaran tersebut dengan pendapatan yang mungkin Anda peroleh. Dengan keberuntungan, nilai ini bisa positif. Dengan begitu dana sisa yang Anda miliki bisa digunakan untuk pengeluaran lain.

Tapi bagaimana bila dalam hal ini, gapnya adalah negatif? Berarti aset yang harus Anda jaga kepemilikannya membutuhkan dana yang lebih besar dari pemasukan Anda. Ada dua opsi yang dapat Anda lakukan.

Tinjau ulang semua aset prioritas. Anda tentukan dan ganti dengan aset lain. Mungkin Anda bisa menjual rumah yang Anda miliki dan membeli rumah baru yang lebih kecil. Mungkin langkah ini dirasa terlalu drastis, tapi menurut hemat kami hal ini harus Anda lakukan untuk dapat melalui semua proses yang akan Anda jalani. Bila Anda ingin menjualnya sekarang, maka Anda masih memiliki waktu untuk bertahan, tapi bila Anda menjualnya mendadak, maka bukan tidak mungkin Anda harus menjualnya dengan diskon yang cukup besar.

Cobalah untuk merevisi perencanaan anggaran untuk aset-aset prioritas Anda, bila masih ada yang bisa dikurangi maka kurangilah atau cobalah untuk mencari alterntif pekerjaan paruh waktu untuk meningkatkan pendapatan Anda.

Pada kenyataannya, banyak yang memilih untuk menjalani solusi kedua, di mana mencoba untuk mengurangi pengeluaran dan tetap berusaha untuk menambah pendapatan. Tapi sebaiknya Anda juga melihat kembali opsi pertama dari waktu-ke waktu, karena mungkin kapal yang kita nakodai bocor dan tenggelam, sehingga Anda harus membangun rakit untuk dapat melalui kesulitan ini.

Kurangi Pengeluaran

Nah, sekarang tentunya keadaan keuangan Anda sudah cukup stabil dan aset prioritas Anda tetap di tangan Anda. Nah sekarang kita kembali ke dasar rumus anggaran dari keuangan, bila terjadi defisit terhadap anggaran atau gap antara pengeluaran dan pemasukan, Anda hanya memiliki dua pilihan opsi, yaitu mengurangi pengeluaran atau menambah pemasukan.

Tujuan Anda untuk bulan-bulan ke depan ada dua hal, pertama adalah mengurangi gap atau defisit yang terjadi setiap bulan. Dan kedua, mulai untuk membangun pondasi keadaan keuangan Anda untuk masa depan, sehingga Anda dapat mencapai kesejateraan yang Anda idamkan.

Seperti halnya bila Anda berdiet, mengurangi pengeluaran adalah urusan kemauan. Kita melakukan berbagai pengeluaran karena itu merupakan kebiasaan bukannya kebutuhan. Tugas Anda dalam hal ini adalah merombak kebiasaan berbelanja Anda menjadi suatu yang lebih baik untuk masa depan. Dengan melakukan tugas ini akan memberikan kekuatan baru kepada Anda dan keluarga.

Langkah utama dalam melewati masa-masa ini adalah dengan melihat kembali pengeluaran yang Anda dan keluarga lakukan dari satu item ke yang lain. Sehingga Anda dapat melihat dengan jernih apakah pengeluaran yang Anda lakukan sudah cukup realistis untuk keadaan Anda saat ini.

Untuk meningkatkan pendapatan ada baiknya Anda mencoba lebih gigih lagi untuk mendapatkan pekerjaan tetap lagi. Bila memang belum beruntung ada baiknya Anda mulai dengan pekerjaan paruh waktu. Dan usahakan, semua anggota keluarga untuk membantu dalam hal ini. Bila Anda merasa bahwa Anda memiliki kamar kosong, maka ada baiknya bila Anda sewakan atau mungkin Anda memiliki barang-barang yang sudah tidak terpakai lagi tapi masih memiliki nilai mungkin Anda bisa menjualnya.

Atau Anda berpikir dapat bersandar pada tabungan yang Anda miliki, dengan mengambil sebagain setiap bulan. Tapi untuk hal ini berhati-hatilah, karena strategi ini mungkin memberikan kebebsan kepada Anda untuk dapat menjalani kehidupan yang mewah.

Menurut hemat kami, tabungan yang Anda miliki merupakan sumber paling penting dalam keadaan yang benar-benar mendesak. Jadi perhatikan dengan bijak permasalahan ini.

Demikianlah pembahasan seputar strategi serta langakah-langkah yang bisa Anda lakukan untuk dapat bertahan dan melewati masa-masa krisis keuangan karena PHK. Semoga pembahasan kami ini memberikan masukan kepada pembaca .n

Diambil dari Harian Umum Sore Sinar Harapan Rubrik PERENCANAAN KEUANGAN. Rubrik ini diasuh oleh Tim Indonesia School of Life (ISOL) yakni Andrias Harefa, Roy Sembel, M. Ichsan, Heru Wibawa, dan Parpudi Lubis.

Leave a Reply