Kenaikan Sembako Rutin, Kaum Ibu Diminta Jangan Aksi Borong

Jakarta - Kenaikan harga sembako menjelang dan sesudah Idul Fitri, adalah kejadian rutin. Demi mencegah kian tingginya kenaikan, ibu-ibu rumah tangga diimbau tidak melakukan aksi borong.

Himbauan ini di atas disampaikan Mendag Mari Elka Pangestu dalam keterangan pers usai rapat kabinet terbatas membahas persiapan lebaran di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (20/9/2007).

“Ibu-ibu tidak usah khawatir, stok cukup. Setelah lebaran pedagang masih banyak mudik mungkin berpengaruh pada harga-harga, tapi bisa diantisipasi,” imbau Mari.

Menurut mendag, kenaikan harga sembako dan daging yang terjadi saat ini sebenarnya tidak terlalu tinggi. Sebab kenaikannya sendiri sebenarnya telah berlangsung sejak awal tahun.

Bertolak belakang dengan tahun lalu, sejumlah komoditas malah mengalami penurunan harga kali ini. Meski diakuinya harganya belum berapa di titik normal akibat lonjakan harga sebelumnya.

“Untuk beras, gula dan barang tahan lama lainnya, ada tendensi turun. Lebaran tahun lalu mereka naik,” jelasnya.

Sedangkan untuk cabai, sayuran dan komoditas lain yang tidak tahan lama, kenaikannya bisa mencapai 20 persen. Sebagai antisipasinya Departemen Perdagangan menyiapkan posko di sejumlah titik untuk memantau pasar, mencari tahu penyebab kenaikan dan segera mengatasinya.

“Semua aman temasuk stok daging, ayam dan telur. Produksi dan rencana produksi dari produsen aman sampai akhir tahun,” imbuhnya.

Luhur Hertanto - detikfinance

Leave a Reply