Indikator Penting dalam Memilih Reksadana
Berdasarkan informasi Bapepam, lebih dari 90 reksadana dari tidak kurang 30 perusahaan sekuritas, beredar di pasar saat ini. Setiap perusahaan memiliki cara tersendiri untuk mendapatkan klien. Berbagai promosi dan iklan dilakukan. Walau terkadang informasi di dalam iklan tersebut kurang lengkap dan terkadang menjerumuskan. Memiliki pengetahuan dasar seputar reksadana dapat memberikan masukan penting bagi Anda dalam menentukan pilihan terbaik.
Memilih reksadana yang akan memberikan pengembalian seperti yang diharapkan, membutuhkan cara pandang dan analisa yang tepat. Dalam pembahasan kali ini kami mencoba untuk memberikan arahan dasar yang dapat membantu Anda untuk dapat mempersempit pilihan dari berbagai reksadana dan menentukan pilihan reksadana terbaik dengan keputusan yang bijak.
Reksadana sesuai dengan Undang-undang Pasar Modal No. 8 tahun 1995, pasal 1 ayat 27 adalah suatu wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh Manager Investasi yang telah mendapat izin dari Bapepam. Dalam hal ini Anda membayar fee untuk kepiawaan (expertise) seorang manejer investasi untuk memilih berbagai investasi yang tepat. Oleh karena itu, satu hal penting yang harus diingat dalam melakukan pencarian reksadana terbaik adalah menemukan manejer investasi terbaik.
Manejemen yang teruji
Menurut kami, Anda sebaiknya memilih manejer yang memiliki track record yang baik untuk jangka waktu paling tidak 5 tahun—semakin panjang akan semakin baik. Hal terpenting dalam hal ini adalah kepiawaan dan pengalaman manejer investasi. Bisa saja, Anda memilih sebuah reksadana yang baru diluncurkan yang dikelola oleh seorang menejer investasi yang berpengalaman dan memiliki sejarah mengelola reksadana dengan baik.
Kebanyakan orang memasuki perangkap advertising. Hanya setelah membaca sebuah iklan yang menginfromasikan bahwa reksadana A tahun lalu memberikan tingkat pengembalian yang tinggi, Anda membelinya. Tanpa melihat dan meneliti apakah manejer investasi yang memberikan portofolio pemenang masih tetap berada di sana. Oleh karena kami menganjurkan agar Anda tidak terlalu cepat dalam menentukan pilihan hanya berdasarkan informasi yang terbatas.
Sebagai indikator awal, kami menganjurkan agar Anda memilih sebuah reksadana yang dikelola oleh seorang manejer investasi yang paling tidak memiliki pengalaman 5 tahun dan terbukti memiliki track record yang baik.
Performa yang Baik
Sebuah kalimat yang sangat dikenal yang muncul di setiap iklan sebuah reksadana atau prospektus adalah â€past performance is no guarantee of future result†atau â€performa masa lalu tidak menjamin hasil di masa datangâ€. Kalimat ini sangat benar. Hanya karena seorang manejer investasi mengalahkan tingkat pengembalian pasar dalam 5 tahun terakhir, tidak menjamin bahwa ia akan melakukan hal sama untuk 5 tahun mendatang. Akan tetapi, performa masa lalu adalah sebuah indikator untuk memprediksi apa yang mungkin terjadi di masa datang. Hal ini memberikan infromasi kepada Anda apa yang bisa dilakukan oleh manejer investasi tersebut.
Bila informasi yang didapat, reksadana yang dikelola oleh manajer investasi A selalu mengalami kerugian tahun demi tahun, maka akan sangat sulit bagi Anda untuk berpikir bahwa tahun depan akan berbeda. Sebaliknya, bila Anda mendapat informasi di mana reksadana yang dikelola manejer investasi B memberikan tingkat pengembalian yang baik tahun demi tahun, paling tidak hal ini memberikan indikator bahwa manejer investasi tersebut melakukan hal benar.
Performa dalam olah raga juga hampir sama. Bila seorang pemain dapat dipercaya untuk menghasilkan nilai, Anda akan berharap bahwa ia akan melakukan permainan dengan level yang sama di setiap pertandingan. Demikian pula bila Anda mengajukan permohonan kredit dan Anda memiliki kredit record yang baik, maka akan sangat mungkin Anda akan mendapatkan kredit tersebut. Pemberi kredit akan melakukan analisa terhadap record kredit Anda di masa lalu.
Jadi, walau kewajiban untuk mengatakan â€performa masa lalu tidak menjamin hasil di masa datang†bagi semua reksadana yang ada, track record masa lalu manejer investasi merupakan satu-satunya indikator untuk dapat melihat ekspektasi pengembalian di masa datang. Tingkat pengembalian yang diharapkan selalu berbeda dari setiap reksadana, tetapi paling tidak Anda bisa menentukan bahwa performa dari manejer investasi tersebut tahun demi tahun cukup baik.
Biaya yang Wajar
Berbicara mengenai biaya, hampir semua reksadana yang ada di pasar saat ini adalah reksadana yang secara aktif dikelola. Di sini Anda membayar manejemen fee untuk performa yang bisa Anda dapat. Bila manejer investasi memberikan keuntungan yang baik, maka biaya yang harus dikeluarkan menjadi tidak terlalu penting, walau harus tetap dalam batas kewajaran.
Saat ini persaingan perusahaan sekuritas dalam menarik klien manjadi sangat tinggi. Berbagai perusahaan menawarkan fee yang kompetitif agar dapat menarik klien baru untuk masuk bergabung. Tapi harus diingat, Anda tidak menginginkan reksadana dengan biaya rendah tapi performa yang diberikan jelek.
Investor reksadana sebaiknya memperhatikan biaya-biaya yang dibebankan, baik yang langsung maupun tidak langsung. Biaya yang langsung dibebankan adalah biaya pembelian (selling fee) dan biaya penjualan (redemption fee) yang dibebankan saat Anda menjual unit penyertaan yang Anda miliki. Besarnya biaya pembelian rata-rata saat ini adalah di kisaran 1-3 persen dari nilai transaksi pembelian. Sementara biaya penjualan berkisar 1-2 persen, hal ini tergantung dengan lamanya dana itu disimpan.
Yang perlu diperhatikan juga adalah biaya-biaya yang tidak langsung dibebankan kepada investor atau Anda. Biaya tersebut meliputi biaya manejer investasi, bank kostadian, biaya transaksi saham atau aset lain, biaya auditor, pajak dan biaya lain yang berkaitan dengan pengelolaan investasi.
Biaya ini dikenakan kepada kekayaan reksadana. Besar kecilnya biaya di atas akan mempengaruhi hasil investasi yang diberikan kepada investor. Perhitungan biaya-biaya tidak langsung ini dilakukan pada saat penghitungan harga NAB per-unit, sehingga nilai NAB yang dikeluarkan setiap hari merupakan hasil bersih setelah pengurangan biaya-biaya tersebut.
Dalam hal ini, kami merasa biaya sebesar 1-2 persen merupakan fee yang wajar untuk dikeluarkan. Semakin rendah akan semakin baik bagi Anda. Tapi ingat, jangan mengabaikan kualitas dari manejemen hanya karena biaya yang harus dikeluarkan.
Perubahan Komposisi
Berbicara mengenai turnover, mungkin bisa dibilang berbicara mengenai aktif dan pasif manejer. Dalam hal ini bila turnover portofolio tinggi, maka reksadana tersebut dikelola oleh manejer yang sering melakukan perubahan komposisi aset di dalam portofolionya. Sedangkan pasif manejer lebih membatasi turnover atau perubahan komposisi dari asetnya.
Setiap kali seorang manejer investasi melakukan pembelian atau penjualan aset atau saham di dalam portofolio, komisi transaksi harus dibayarkan dan fee ini tidak tercantum di dalam rasio biaya reksadana. Melakukan transaksi saham dalam portofolio yang berlebihan dapat mengurangi beberapa persentasi point dari performa di akhir tahun.
Kami juga mempercayai bahwa reksadana dengan low turnover cenderung memiliki performa yang lebih baik dengan berjalannya waktu, karena investor dengan strategi buy-and-hold biasanya untung lebih besar dibanding bila melakukan tranding secara regular setiap hari. Satu yang perlu juga diingat, bahwa tidak dengan serta merta bahwa reksadana dengan turnover yang tinggi jelek, akan tetapi bila dilihat dari keuntungannya, frekuensi transaksi yang terbatas membarikan peluang keuntungan yang lebih besar.
Total Aset yang Dikelola
Apakah mungkin sebuah protofolio reksadana bertumbuh terlalu besar yang pada akhirnya menyulitkan manejer investasi untuk mengelolanya?
Hal ini bisa saja terjadi. Reksadana saham, dalam aturannya memiliki keterbatasan nilai suatu aset yang bisa dimiliki.
Sebagai illustrasi, berdasarkan undang-undang, diversifikasi reksadana tidak dapat memiliki komposisi lebih dari 5 persen terhadap satu perusahaan. Sehingga bila sebuah reksadana memiliki jumlah nilai portofolio yang besar, maka sejalan dengan aturan tersebut di atas, mengharuskan manejer investasi untuk membeli saham dengan nama perusahaan yang berbeda dalam jumlah yang banyak pula.
Sebaliknya, bila dilihat dari sebuah perusahaan yang mengelola dana terbatas, kesulitan yang sangat mungkin terjadi adalah likuiditas. Sebagai contoh, bila investor ingin mencairkan dana dalam jumlah yang besar, maka mau tidak mau manejer investasi harus mencairkan portofolionya, sehingga mengakibatkan perubahan komposisi dan biasanya berdampak terhadap penurunan nilai NAB.
Satu hal yang menurut hemat kami juga berpengaruh terhadap performa sebuah reksadana adalah jumlah investor yang bermain di dalamnya. Bila sebuah reksadana hanya memiliki investor besar dari institusi maka bila terjadi rush di mana perusahaan tersebut memerlukan dana besar dan cepat, hal ini sering kali berdampak negatif terhadap performa reksadana tersebut.
Sedangkan bila reksadana memiliki jumlah investor retail atau individu yang besar, bila seseorang atau investor ingin mencairkan dananya, hal ini tidak terlalu mempengaruhi performa dari reksadana tersebut karena jumlah yang diambil tidak terlalu besar, sehingga tidak mengakibatkan perubahan besar terhadap portofolio aset yang dimiliki.
Dalam hal ini, indikatornya adalah jumlah aset dan investor yang berinvestasi di dalamnya. Bila dana yang dikelola terlalu kecil atau terlalu besar bisa saja itu memberikan dampak negatif. Hal ini harus juga dianalisa bergabungan dengan manejemen yang dilakukan oleh manejer investasi. Semakin besar jumlah investor yang ada di dalam suatu reksadana cenderung memberikan kestabilan dalam performa dari reksadana. Walau tidak selalu demikian.
Kebutuhan Akan Dana Investasi
Pertimbangan akhir yang sebaiknya Anda lakukan adalah nilai investasi minimal yang dibutuhkan untuk bertransaksi reksadana. Ada perusahaan yang hanya mengharuskan minimal investasi awal sebesar Rp 500 ribu, ada juga yang lebih besar. Anda juga sebaiknya mencari tau kebutuhan minimal investasi berkelanjutan yang Anda lakukan setiap bulannya.
Demikianlah beberapa hal yang bisa Anda masukkan ke dalam jajaran indikator yang harus Anda analisa dan pertimbangkan sebelum memutuskan untuk membeli sebuah reksadana. Sehingga keuntungan yang Anda harapkan benar-benar dapat terwujud. n
Diambil dari Harian Umum Sore Sinar Harapan Rubrik PERENCANAAN KEUANGAN. Rubrik ini diasuh oleh Tim Indonesia School of Life (ISOL) yakni Andrias Harefa, Roy Sembel, M. Ichsan, Heru Wibawa, dan Parpudi Lubis.
