Harga Rumah Tahun 2007 Berpeluang Naik

JAKARTA, KOMPAS - Harga rumah untuk semua jenis berpeluang naik minimal 10 persen pada awal tahun 2007 karena dalam enam bulan terakhir ini harga semua jenis bahan bangunan sudah naik.

“Terus terang, pasar perumahan tahun 2006 sangat tertekan. Kondisi itu mulai kondusif sejak Oktober 2006, maka saya yakin kenaikan harga rumah minimal 10 persen pada tahun 2007 tidak akan terhindarkan lagi,” kata Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia (REI) Lukman Purnomosidi di Jakarta, Jumat (10/11).

Membaiknya pasar perumahan antara lain dipicu oleh tren penurunan suku bunga acuan atau BI Rate meskipun belum diikuti penurunan suku bunga kredit secara signifikan.

Dia mengakui penurunan suku bunga kredit Bank Tabungan Negara berkisar 1-2,5 persen pada 1 Oktober 2006 memicu pertumbuhan pasar perumahan.

Antusiasme masyarakat untuk membeli rumah semakin tinggi sehingga mendorong pengembang meningkatkan pembangunan rumah.

Sementara itu, anggota Komisi V DPR Enggartiasto Lukita juga menilai harga rumah sederhana sehat (RSH) bersubsidi yang kini Rp 42 juta per unit tak sesuai lagi dengan kondisi saat ini.

Menurut dia, harga RSH pada tahun 2007 perlu dinaikkan 12 persen sampai 15 persen sebab harga bahan bangunan semakin mahal.

“Jika harga tetap dipertahankan, saya khawatir tak ada pengembang yang bersedia membangun RSH, karena mereka tak meraih keuntungan sepeser pun dari bisnis RSH,” tutur Enggartiasto.

Tentang daya beli masyarakat yang masih rendah, Enggartiasto mengatakan hal itu dapat diatasi dengan memperpanjang jangka waktu kredit kepemilikan rumah sederhana sehat dari 10-15 tahun menjadi 20-25 tahun.

Selain itu, selama tiga sampai lima tahun pertama masa kredit, yang dicicil hanya bunga. “Pokok kredit baru mulai dicicil setelah tahun kelima,” katanya.

Pembangunan RSH subsidi tahun 2007 telah dialokasikan dalam APBN senilai Rp 300 miliar, atau naik Rp 50 miliar dibanding tahun 2006. (JAN)

Sumber www.kompas.co.id

Leave a Reply