Enam Masalah Utama Keuangan Keluarga yang Harus Anda Hindari (2)
Minggu lalu kami sudah membahas tiga permasalahan atau keputusan keuangan keluarga yang sebaiknya Anda tidak lalukan. Permasalahan atau keputusan yang pertama adalah tidak menganggap serius urusan kredit atau utang yang Anda miliki khususnya utang jangka pendek (kartu kredit).
Kedua, berharap cepat kaya dengan pola investasi risiko tinggi tanpa mempelajari dan menyikapi dengan bijak. Dan pembahasan minggu lalu yang terkahir adalah kebiasan menunda-nunda melaksanakan perencanaan persiapan dana pendidikan anak-anak.
Bila Anda mengikuti pembahasan kami minggu lalu semoga ketiga hal di atas dapat menjadi masukan dan bahan pertimbangan Anda dalam mengambil keputusan keuangan dalam keluarga.
Menurut hemat kami ketiga hal ini sangatlah penting, karena dampaknya akan sangat besar bagi keharmonisan dan keamanan kondisi keuangan keluarga. Dalam kaitannya dengan hal ini, kami akan menjelaskan tiga hal atau permasalahan keuangan keluarga lain, yang bisa sangat mempengaruhi kestabilan keuangan keluarga yang selama ini Anda idamkan.
Pertimbangkan dengan Masak
Perusahan-perusahan investasi belakangan ini mulai memberikan insentif kepada para investor untuk investasi dengan margin. Singkatnya perusahaan tersebut memberikan peluang bagi semua investor untuk turut bermain investasi dengan pinjaman dari perusahaan tersebut. Dengan hanya modal terbatas, Anda dapat masuk bermain investasi dengan pinjaman dana dari perusahaan tersebut. Bukan main baiknya. Tapi satu hal yang perlu Anda cermati dalam hal ini adalah risiko yang terkandung serta perubahan harga dari instrumen investasi yang relatif sangat cepat, seperti halnya bermain di valas atau investasi dalam bursa berjangka.
Bila Anda menginginkan untuk bermain investasi dengan risiko tinggi seperti ini, maka ada beberapa hal yang sebaiknya Anda pertimbangkan sebelum masuk terjun ke dalamnya.
Pertama, pelajari seluk-beluk investasi tersebut, apa risiko yang mungkin terjadi? Bagaimana bila Anda mengalami kerugian? Sulitkah untuk mencairkan dana yang masih ada? Dan tentunya pola kerja dari investasi itu sendiri. Apa yang mempengaruhi perubahan harga dari produk investasi itu?
Semua hal berkaitan dengan investasi ini perlu Anda pelajari dengan benar. Dan satu hal lain yang kami lihat sangat penting adalah “dana menganggurâ€. Maksudnya adalah bila Anda ingin bermain dalam investasi jenis ini maka kami menganjurkan Anda untuk menggunakan dana yang menganggur yang Anda miliki. Jadi dana tersebut bukan merupakan dana taktis yang dibutuhkan sewaktu-waktu. Anda menyiapkan dana tersebut memang untuk investasi dalam bentuk ini.
Sebagai contoh kami memberikan illustrasi investasi dalam bursa berjangka, transaksi margin dalam emas. Dalam investasi ini Anda tak harus menyiapkan dana besar atau modal besar. Misalnya untuk membeli 100 gram emas dengan harga Rp. 100.000/gram, jadi dana yang harus Anda siapkan sebesar Rp10 juta. Akan tetapi bila Anda investasi dalam bursa berjangka dan jenis transaksi margin trading maka modal yang harus disiapkan dan disetor hanya sebesar 10 persennya saja (margin) atau sebesar Rp.1 juta. Bila harga emas naik menjadi Rp110.000 maka Anda mendapatkan keuntungan Rp.10.000 x 100 gram = Rp.1 juta. Keuntungan sebesar 100 persen. Bukan main. Akan tetapi bila harga turun menjadi Rp90.000 maka Anda akan rugi sebesar Rp.1 juta juga, sehingga mengalami kerugian 100 persen juga. Jadi Anda harus menempatkan modal disetor (margin) lagi untuk dapat investasi di bursa berjangka lagi.
Batasan margin call atau menempatkan modal tambahan terkadang bila nilai total aset Anda sudah mengalami penurunan 30-40 persen. Jadi di satu sisi margin trading memilki keuntungan dengan investasi menggunakan uang orang lain. Bila untung maka besar sekali pengembaliannya bila buntung maka habis ludes uang Anda.
Oleh karena itu kami sangat mengharapkan agar Anda berhati-hati dan pertimbangkan dengan masak bila ingin investasi dengan pola margin trading. Terlihat sekilas menjanjikan tingkat pengembalian yang tinggi. Akan tetapi jangan lupa teori dasar investasi semakin tinggi tingkat pengembalian semakin tinggi pula risikonya. Jadi pelajari dengan benar cara kerja margin trading, jangan sampai terjebak dalam bentuk investasi ini.
Keuangan Personal
Keuangan personal sangat berkaitan erat dengan kebiasaan Anda bertingkah laku berkenaan dengan uang. Bila Anda melihat di berbagai mal di sekitar Jakarta sekarang ini, maka Anda akan mendapati anak-anak sekolahan yang sudah menggunakan kartu kredit sendiri. Sekarang mereka belum merasakan akibat dari kurang rasa tanggung jawab berkenaan dengan kartu kredit, karena orang tua mereka akan melunasinya untuk mereka. Tapi bila mereka sudah terbiasa dengan pola pikir atau cara pandang keuangan seperti itu, bagaimana nanti di saat mereka hidup mandiri dan berkeluarga?
Pengetahuan hampir sebagian besar dari kita, mengenai keuangan personal, kita dapati dari melihat dan mengamati orang tua, teman, atau malah tetangga kita. Bila orang tua kita termasuk yang secara berkala menabung maka akan besar kemungkinan kita juga demikian. Tapi, bila orang tua kita termasuk yang sibuk berbelanja (big spender) maka akan besar kemungkinan juga kita akan berprilaku sama. Semua informasi maupun pengetahuan keuangan yang kita dapat dari mengamati prilaku orang tua kita tidaklah cukup dan lengkap, Sehingga perlunya pengetahuan dasar keuangan personal bagi anak-anak. Paling tidak, Anda sebagai orang tua yang bertanggung jawab untuk dapat memperkenalkan pengetahuan keuangan personal kepada anak-anak Anda. menurut hemat kami ada beberapa hal yang sebaiknya Anda ajarkan kepada anak-anak Anda seputar keuangan personal.
Dalam menganggarkan keuangan keluarga sebaiknya Anda turut menyertakan anak-anak Anda di dalamnya. Sehingga mereka dapat melihat pola belanja serta prioritas keuangan keluarga mereka. Hal penting yang harus Anda pertimbangkan adalah usia anak Anda. Berapa besar yang perlu mereka ketahui karena jangan sampai hal ini malah mendjadi bumerang di kemudian hari. Dengan mengikutsertakan anak-anak Anda dalam menganggarkan keuangan keluarga maka mereka jadi terlibat dan dapat belajar dari pola anggaran yang Anda miliki. Karena sekarang ini pola konsumtif sudah menjadi kebiasaan penduduka perkotaan khususnya. Anda sebagai orang tua sebaiknya juga memberikan contoh yang baik. Karena anak-anak Anda akan melihat orang tuanya dalam urusan keuangan.
Memberikan uang jajan yang sesuai adalah salah satu hal terpenting dalam mengajarkan anak Anda tentang pentingnya nilai uang. Dalam menentukan besarnya uang saku, pertimbangkan umur sang anak dan tentunya mencukupi untuk hal-hal seperti makan siang atau transportasi. Hal perlu ditekankan di sini bahwa dengan uang saku yang diberikan harus dapat mencukupi berbagai kebutuhan mereka.
Ada tiga hal penting yang berkaitan dengan uang saku, yaitu:
- Keuntungan dari bekerja
- Pentingnya memiliki anggaran
- Konsekuensi-konsekuensi akibat dari keputusan finansial yang dipilih
Anak-anak akan belajar keuntungan dari bekerja dengan mendapatkan hadiah berupa uang atau berupa barang dari hasil jerih payah mereka. Mereka belajar pentingnya sebuah perencanaan anggaran dengan membuat laporan anggaran sederhana setiap mereka memperoleh pemasukan atau uang jajan maupun melakukan pengeluaran. Mereka juga bisa belajar mengenai konsekuensi dari keputusan yang mereka ambil dari penyisihan uang jajan setiap bulan untuk membeli sesuatu yang mereka sangat idamkan atau memutuskan sesuatu yang berakibat kurang baik bagi mereka.
Salah satu tujuan jangka panjang dalam mengajarkan anak Anda berkenaan dengan keuangan personal adalah keuntungan dari menabung atau menyisihkan uang dan digunakan untuk kebutuhan masa datang. Kedua hal di atas, yaitu anggaran dan pemasukan dari uang saku bulanan tak lengkap tanpa adanya tabungan.
Banyak anak-anak yang tidak menangkap kaitan antara ketiga hal yang telah kita bicarakan. Oleh karena itu, menurut hemat kami bukan hanya Anda memberikan uang saku setiap bulan, tetapi juga memberikan sebuah cara atau pola perencanaan dalam menggunakan uang dari uang saku bulanannya secara konstruktif. Bila tidak maka mereka hanya akan menganggap bahwa uang hanyalah sebuah mainan yang mereka bisa mainkan dan gunakan.
Sebagai contoh, bila anak Anda ingin dibelikan sepeda. Maka Anda dapat memberikan palajaran dalam hal ini. Misalkan harga sepedanya adalah Rp.250 ribu dan dengan uang saku setiap bulan Rp.100 ribu maka berikan gambaran bahwa mereka bisa mencoba untuk menyisihkan Rp.25 ribu setiap bulan dan setelah 10 bulan akan terkumpul uang sejumlah harga dari sepeda yang diinginkan. Bila terjadi di mana harga dari sepeda naik, maka Anda sebagai orang tua dapat membantunya dengan menambahkan kekurangannya.
Dengan mengajarkan pola seperti ini maka secara langsung memberikan pandangan kepada mereka bahwa bila mereka menginginkan sesuatu yang besar di depan maka mereka harus memilih untuk menunda penggunaan uang yang dihasilkan dan menyisihkannya serta menginvestasikannya untuk kebutuhan di depan tersebut atau melupakan tujuan masa depannya. Dengan begitu mereka akan merasa memiliki prioritas dan dengan keputusan yang diambil akan memberikan konsekeunsi yang berbeda-beda.
Berkonsultasi
Sangat mungkin dengan berbagai ulasan yang kami berikan dapat membantu Anda, tetapi juga mungkin dengan banyaknya informasi yang kami berikan dalam artikel-artikel tersbut membuat Anda malah pusing dan tidak melakukan apapun. Karena kami sangat yakin dalam mempelajari keuangan personal tidak hanya butuh waktu satu hari, satu minggu atau hanya satu bulan. Akan tetapi mempelajari keuangan personal merupakan pelajaran sepanjang hidup. Karena panjangnya waktu sebuah perencanaan keuangan personal maka kami sangat menganjurkan kepada Anda untuk mencari bantuan dalam hal ini. Yaitu dengan berbicara dan berkonsultasi dengan para perencana keuangan keluarga.
Perencana keuangan keluarga bukan hanya sebatas memberikan jasa konsultasi melalui pola perencanaan, tapi perencana keuangan keluarga juga sebagai instruktur dan mentor. Semua keputusan ada di tangan Anda dan pasangan Anda. Perencana keuangan keluarga profesional membantu Anda dalam memberikan arah serta membantu Anda dalam menjalankan perencanaan yang Anda agar tetap dalam jalur yang diinginkan yaitu mencapai semua tujuan keuangan yang dimiliki.
Banyak orang yang secara lahir memang merupakan orang yang terbiasa untuk melakukan perencanaannya sendiri. Bila Anda termasuk dalam golongan ini maka kami sangat salut dengan Anda. Semoga dengan berbagai pembahasan kami seputar keuangan keluarga dapat membantu mempermudah dalam pembuatan dan pelaksanaanya. Tapi bila Anda bukan termasuk dalam golongan ini, di mana Anda tidak cukup waktu maupun pengetahuan untuk melakukan semua hal ini maka kami menganjurkan agar Anda menghubungi perencana keuangan keluarga untuk membantu Anda membuat perencaan yang Anda miliki serta menjaga perencanaan tersebut agar mencapai semua tujuan keuangan yang Anda miliki.
Semoga pembahasan kali ini memberikan banyak masukan dan dapat menjadi bahan pertimbangan Anda dalam mengambil keputusan seputar keuangan keluarga.
Diambil dari Harian Umum Sore Sinar Harapan Rubrik PERENCANAAN KEUANGAN. Rubrik ini diasuh oleh Tim Indonesia School of Life (ISOL) yakni Andrias Harefa, Roy Sembel, M. Ichsan, Heru Wibawa, dan Parpudi Lubis.
