Empat Pertimbangan Sebelum Berinvestasi

Santi baru saja pulang dari bank. Ibu muda ini baru saja mengambil sejumlah uang untuk digunakannya membiayai pengeluaran rumah tangganya. Ia melihat buku tabungannya, dan memperhatikan jumlah bunga yang ia dapatkan dalam rekeningnya.

Melihat besarnya bunga, Santi merasa tidak puas. Bayangkan, bunga yang ia dapatkan hanya sekitar 10 - 12 persen per tahun. Baginya, jumlah itu terlalu sedikit. Ia menginginkan lebih banyak.

Ketika membaca NOVA edisi lalu yang membahas tentang berbagai macam investasi usaha, terpikirlah olehnya kenapa ia tidak mencobanya. Hanya saja ia masih bingung usaha apa.

Beberapa edisi yang lalu Santi membaca tentang bagaimana menyikapi tawaran investasi di media massa. Ya, selain NOVA, Santi juga berlangganan sebuah harian Ibu Kota dan di situ terdapat berbagai macam iklan tawaran investasi usaha.

Santi lalu menghitung tabungannya, ada sekitar Rp 25 juta. Itu simpanan pribadinya sejak dia kuliah dulu. Di koran ia baru saja membaca sebuah tawaran untuk berinvestasi pada sebuah Usaha Agribisnis. Investasi minimalnya sekitar Rp 10 juta, dan tawaran keuntungannya bisa sekitar 40 persen setahun. Ambil enggak, ya?

Beberapa dari Anda mungkin sedang berada pada situasi yang mirip dengan Santi sekarang. Anda punya uang, tapi Anda bingung tentang apa yang akan Anda lakukan terhadap uang Anda itu. Apakah didiamkan saja, atau diinvestasikan saja ke deposito, atau malah ke dalam usaha?

Nah, bila Anda memang berniat melakukan investasi, ada sejumlah hal yang harus dipertimbangkan sebelum Anda melakukannya. Yakni:

  1. Bila penghasilan Anda selama ini adalah dari gaji atau komisi, dan Anda tidak punya persediaan uang yang lain, maka mungkin tak ada salahnya bila Anda menyisihkan dulu sejumlah uang untuk Dana Cadangan.

    Guna Dana Cadangan itu adalah untuk berjaga-jaga kalau-kalau Anda harus kehilangan penghasilan Anda. Setelah itu, barulah sisanya Anda investasikan. Ingat, investasi usaha adalah investasi yang risikonya cukup besar sehingga pastikan bahwa Anda sudah memiliki persediaan dana yang cukup bila Anda terpaksa harus kehilangan penghasilan.

  2. Jangan lupa untuk menyisihkan juga sejumlah uang untuk diinvestasikan pada Produk Investasi Bukan Usaha, seperti pada Deposito atau Tabungan. Jangan 100 persen menggunakan uang Anda untuk investasi usaha. Risikonya akan menjadi terlalu besar.

    Komposisi 30 : 70 juga sudah cukup baik kok, yaitu 30 persen untuk Deposito dan 70 persen untuk Investasi Usaha.

  3. Bila penghasilan Anda selama ini adalah juga dari usaha, maka dengan mengambil sebuah Tawaran Investasi Usaha, sama dengan bila Anda memiliki dua macam usaha.

    Yakinkan bahwa Anda memang bisa berkonsentrasi pada kedua usaha tersebut, walaupun sebenarnya salah satu di antaranya tidak dikelola langsung oleh Anda.

    Bila Anda hanya bisa fokus kepada satu macam usaha saja, jangan ragu-ragu untuk menolak sebuah tawaran investasi usaha, betapapun bagusnya itu.

  4. Bagaimana bila simpanan Anda terbatas dan langsung habis digunakan untuk Dana Cadangan? Jawabannya jelas, jangan dulu berinvestasi pada tawaran usaha yang ada.

    Prioritaskan untuk memiliki Dana Cadangan terlebih dahulu. Barulah setelah itu, kalau ada uang lebih, gunakan untuk usaha.

Mudah-mudahan berbagai pertimbangan ini mempermudah Anda mengambil keputusan.

Dikutip dari Tabloid NOVA No. 738/XIV
Ditulis oleh Safir Senduk

Leave a Reply