Deflasi Picu BI Rate Turun
Jakarta - Deflasi 0,16 persen yang terjadi di bulan April membuka peluang diturunkannya kembali BI Rate. Deflasi April juga memperbesar kemungkinan tercapainya target inflasi sebesar 6 persen plus minus 1 persen.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah disela-sela penyerahan bantuan penunjang peralatan sekolah di SMP 18, Menteng Kecil, Jakarta, Rabu (2/5/2007).
“Bahwa kemungkinan kita itu mencapai target inflasi semakin besar, dan ruang yang ada untuk penyesuaian di BI Rate juga kelihatannya masih ada,” ujarnya.
BI Rate saat ini sebesar 9 persen, dan ditargetkan turun menjadi 8,5 persen hingga akhir tahun. Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI terakhir, diputuskan untuk menahan BI Rate pada level 9 persen menyusul ancaman inflasi.
Burhanuddin memastikan BI Rate akan diturunkan lagi sebanyak dua kali untuk mencapai target 8,5 persen. Ini artinya, BI Rate akan diturunkan sebesar 25 basis poin dalam dua kali tahapan.
Stabilitas Rupiah
Dalam kesempatan itu, Burhanuddin juga menyampaikan bahwa nilai tukar rupiah, BI masih terus mengawal rupiah dengan menjaga volatilitasnya agar tidak terlalu bergejolak.
“Yang kita tahan itu volatilitasnya, jangan sampai terjadi perubahan yang sangat besar dalam waktu yang singkat. Itu bisa mengganggu bisnis,” tandasnya. (qom/ir)
Hendi Suhendratio - detikfinance
