Kontrak Opsi Saham (KOS)
Monday, September 10th, 2007Bursa Efek Jakarta (BEJ) berkembang cukup baik selama beberapa tahun belakang ini. Hal ini bisa dilihat dengan meningkat tajamnya nilai investasi reksadana, walau beberapa bulan yang lalu sempat terjadi penurunan. Tapi potensi pertumbuhan investasi di Bursa efek masih sangat baik. Walau, jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga kita seperti Malaysia dan Singapura, pasar modal Indonesia masih jauh tertinggal.
Ketertinggalan yang dimaksud berkaitan dengan keanekaragaman produk yang ditawarkan. Di BEJ, instrumen investasi yang tersedia adalah obligasi, saham, reksadana, obligasi konversi, waran dan rights.
Dalam upaya membangun pasar efek yang lebih menarik, BEJ memperkenalkan satu produk derivative sebagai alternatif investasi. Sifat instrumen ini berbeda dengan saham yang biasa kita kenal. Pemilik efek derivative tidak mendapatkan dividen seperti pemegang saham atau tidak memiliki hak seperti halnya pemegang saham. Pemilik efek derivative hanya bisa mendapatkan keuntungan dari penurunan atau kenaikan harga dari aset yang melandasinya (underlying).
