BI Rate Naik 2008, Investor Siap Buru Obligasi

Jakarta - Salah satu langkah pemerintah dalam antisipasi APBN 2008 jika harga minyak US$ 100 per barel adalah menaikkan suku bunga BI menjadi 8,5%. Bila BI Rate naik, diperkirakan investor akan lebih tertarik memburu obligasi, terutama produk obligasi yang baru.

Demikian disampaikan pengamat pasar modal, Dandossi Matram, usai acara peluncuran Harvestindo Reksa Dana Istimewa, di Grand Ballroom Ritz Carlton, Pacific Place, Kawasan Niaga Sudirman, Jakarta, Rabu (28/11/2007).

“Jika dalam benak investor telah mengetahui BI Rate akan naik tahun depan, maka kecenderungannya mereka akan menahan investasi hingga suku bunga naik. Dan mereka akan cenderung memilih investasi yang lebih aman, terutama obligasi yang baru diterbitkan atau SUN,” kata Dandossi.

Pasar saham, ia melanjutkan, tahun depan tidak akan terlalu aktif karena risikonya tinggi. Pasar obligasi, akan lebih menarik minat investor. Apalagi jika BI Rate naik menjadi 8,5%.

“Obligasi yang akan lebih diminati adalah SUN atau obligasi korporasi, tapi yang baru diterbitkan. Obligasi korporasi yang baru lebih diminati karena ketika BI Rate naik, mereka mencari yield yang lebih besar. Oleh karena itu, investor cenderung menunggu BI Rate naik untuk melakukan investasi,” tutur Dandossi. (dro/ir)

Indro Bagus SU - detikfinance

Leave a Reply