Baru 20 Bank yang Turunkan Suku Bunga Kredit

[JAKARTA] Bank Indonesia (BI) mencatat hanya 20 dari 30 bank besar yang telah menurunkan suku bunga kredit antara 13-13,5 persen. Penurunan bunga kredit yang relatif lambat, karena perbankan nasional secara umum belum efisien.

Demikian dikemukakan, Deputi Gubernur Senior BI, Miranda S Goeltom dalam sambutannya pada acara penganugerahan bank terbaik tahun 2007 versi Majalah Investor di Jakarta, Rabu (11/7) malam.

“Lambatnya penurunan suku bunga kredit karena perbankan masih inefisiensi,” kata Miranda.

Padahal, bank sentral telah berkali-kali menurunkan tingkat BI Rate sebagai suku bunga acuan Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Kurang efisiennya perbankan merupakan salah satu faktor penyebab sektor riil masih enggan mengakses kredit ke perbankan. Bahkan, ada yang memilih alternatif pembiayaan dari penerbitan obligasi dan penerbitan saham baru (right issue).

Rendahnya akses kredit oleh sektor riil ke perbankan tutur Miranda juga terlihat pada pertumbuhan kredit konsumsi yang lebih besar ketimbang pertumbuhan kredit modal kerja.

Kredit modal kerja kata Miranda hingga saat ini hanya tumbuh 1,2 persen, sedangkan kredit investasi tumbuh 5,3 persen. Pertumbuhan tersebut sangat rendah dibanding pertumbuhan kredit konsumer yang tumbuh 8,2 persen.

“Untuk mencapai target pertumbuhan kredit 23 persen sesuai dengan rencana bisnis bank, paling tidak kredit baru setiap bulannya rata-rata Rp 20 triliun.

Selain masalah suku bunga, kapasitas terpasang sektor riil, tutur Miranda, juga belum maksimal. Hal ini terlihat pada angka persetujuan kredit yang sudah diputus, tetapi belum ditarik (undisbursed loan) dengan persentase yang mencapai 20 persen dari total komitmen kredit.

Sebagai informasi, penyebab bank tidak efisien, karena struktur dana pihak ketiga (DPK) lebih didominasi oleh dana mahal yakni deposito, sedangkan dana murah berupa giro dan tabungan relatif lebih kecil.

Selain itu, tenaga kerja di perbankan nasional terlalu banyak yang berada di bagian pendukung (back office) ketimbang jumlah tenaga pemasarannya. Apalagi, hanya beberapa bank tertentu yang maksimal dalam menggunakan jaringan informasi dan teknologi (IT).

Data dari BI per April 2007 menunjukkan, dari Rp 1.299,772 triliun DPK di perbankan, deposito mencapai Rp 623,045 triliun, sedangkan giro serta tabungan masing-masing Rp 338,303 triliun dan Rp 338,424 triliun.

Hal ini yang menyebabkan bank menetapkan selisih marjin cukup tinggi. Suku bunga dana berkisar antara 4-7 persen, sedangkan bunga kredit berkisar antara 13-16 persen atau marjinnya 6-12 persen.

Ketua Umum Perbanas, Sigit Pramono sebelumnya sudah mengimbau Bank Indonesia (BI) untuk melonggarkan giro wajib minimum (GWM), karena kebijakan yang ditetapkan saat ini dinilai sebagai salah satu penyebab bank kurang efisien.

BRI Terbaik

Dalam pengumuman pemenang bank terbaik 2007 versi Majalah Investor, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Niaga, Bank Lippo, Bank Kesejahteraan Ekonomi, Bank Tabungan Pensiun Nasional, BPD Jawa Tengah, BPD Nusa Tenggara Timur dan Citibank, terpilih menjadi Bank terbaik.

Delapan bank itu terpilih menjadi bank terbaik di kelompok masing-masing. yakni, kelompok bank umum dengan aset di atas Rp 50 triliun (BRI), kelompok bank umum dengan aset di atas Rp 10 triliun hingga Rp 50 triliun (Bank Niaga dan Bank Lippo),bank umum dengan aset di atas Rp 1 triliun hingga Rp 10 triliun (Bank Tabungan Pensiun Nasional) dan bank umum dengan aset di bawah Rp 1 triliun (Bank Kesejahteraan Ekonomi).

Berikutnya, BPD dengan aset di atas Rp 10 triliun yang diraih Bank Jawa Tengah, BPD dengan aset di bawah Rp 10 triliun oleh Bank Nusa Tenggara Timur, serta kelompok bank representatif yakni Citibank.

Ke-12 kriteria yang digunakan sebagai parameter antara lain rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR), rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL), RoA (Return on Asset), ROE (Return on Equity), NIM (Net Interest Margin/NIM) BOPO (perbandingan beban operasional dengan pendapatan operasional), rasio penyaluran kredit dibanding dana pihak ketiga (Loan to Deposit Ratio/LDR).

Selain itu juga diukur dari pertumbuhan pendapatan nonbunga bersih, pertumbuhan pendapatan operasional, pertumbuhan kredit, pertumbuhan laba operasional, dan rasio utilisasi kredit.[B-15]

Sumber Harian Sinar Harapan.

2 Responses to “Baru 20 Bank yang Turunkan Suku Bunga Kredit”

  1. agus kurniawan Says:

    mo tanya pak, beberapa waktu yg lalu saya ditawari program menabung plus investasi dari sequis yang dikembangkan secara MGM (member get member), yg ingin saya tau bagaimana prospeknya bagus tidak?beresiko tdk?maklum saya awam investasi,trims.

  2. David Ciang Says:

    Pak Agus, mohon maaf saya tidak memiliki informasi mengenai investasi yang Bapak sebutkan. Mengenai sistem pemasarannya yang MGM (member get member), saya rasa sah-sah saja asalkan produknya valid. Asuransi Prudensial juga mempergunakan sistem pemasaran seperti ini.

    Semua produk investasi mengandung resiko Pak. Justru PR Bapak adalah mempelajari mengenai konsep/cara kerja produk investasi tersebut dan menghitung resikonya. Bapak bisa menanyakan mengenai hal ini ke agen penjual produk investasi tersebut, ataupun mencari informasi melalui tulisan-tulisan di situs ini.

Leave a Reply