Archive for January, 2008

Income Naik, Expense Turut Naik?

Monday, January 21st, 2008

Alkisah Yanto yang baru saja diangkat menjadi Manager. Gajinya meningkat lebih dari dua kali lipat, dari sebelumnya 4 juta menjadi 10 juta rupiah.

Berhubung jabatannya sekarang sudah bergengsi, Yanto merasa bahwa dirinya layak menikmati gaya hidup yang lebih mewah. Sepeda motor yang biasa dikendarainya untuk ke kantor mulai dijual, digantikan dengan mobil Kijang baru yang dibeli secara kredit.

Selain itu, Yanto juga sering lunch bareng dengan manajer-manajer lainnya di cafe ataupun restoran. Sudah bukan di foodcourt karyawan biasa.

(more…)

Kunci Pengelolaan Keuangan Adalah Budgeting

Thursday, January 17th, 2008

Saya seringkali mendapatkan email yang isinya kurang lebih seperti ini:

“Pak David, saya ingin sekali berinvestasi seperti yang Anda sebutkan dalam artikel Anda. Tetapi setiap bulan seluruh pendapatan saya habis hanya untuk berbelanja. Bagaimana caranya agar saya dapat menyisakan sebagaian uang saya untuk investasi?”

Sebenarnya ini adalah pertanyaan yang bagus sekali. Pertanyaan ini mewakili bagian inti dari ilmu pengelolaan keuangan pribadi atau keluarga.

(more…)

Inflasi 2007 Capai 6,59%

Tuesday, January 15th, 2008

Jakarta - Inflasi Desember melambung menjadi 1,10 persen berkat adanya kenaikan berbagai komoditas. Di seluruh 45 kota terjadi inflasi.

Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Statistik Distrubusi dan Jasa Badan Pusat Statistik Ali Rosidi dalam jumpa pers, di Gedung BPS, Jalan Sutomo, Jakarta, Rabu (2/1/2008).

(more…)

Berhentilah Merokok, Demi Hari Tua Anda

Wednesday, January 9th, 2008

Dalam artikel sebelumnya mengenai New Year Resolution, saya telah menyebutkan 10 resolusi yang paling popular. Salah satunya adalah berhenti merokok. Dalam kesempatan ini saya akan membahas secara khusus mengenai kebiasaan merokok, dari sisi finansial.

Mungkin para perokok tidak sadar bahwa merokok itu adalah kebiasaan yang harus dibayar mahal. Mengapa? Karena merokok itu dapat menyebabkan kecanduan. Begitu Anda kecanduan rokok, kalau tidak merokok, rasanya beda. Oleh karena itu Anda akan terus-menerus mengkonsumsi rokok. Asumsi saja dalam sehari, perokok mengkomsumsi 1 kotak rokok yang harganya Rp. 8.000,-. Dalam satu bulan, uang yang dikeluarkan untuk membeli rokok adalah 30 dikali Rp. 8.000, yaitu Rp. 240.000,-. Dalam setahun, perokok akan menghabiskan uang sebesar Rp. 2.880.000,- untuk kebiasaannya.

Selain dari sisi uang, perokok juga harus membayar mahal dalam hal kesehatannya. Pemerintah sudah memberikan peringatan, dan peringatan ini sudah dicantumkan di setiap iklan rokok, bahkan dalam rokoknya itu sendiri. “Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin.” Hasil penelitian telah menunjukan bahwa merokok dapat menyebabkan banyak penyakit yang berbahaya. Pada saat perokok jatuh sakit karena kebiasaannya, mereka harus membayar jutaan untuk berobat.

(more…)