Archive for September, 2007

Plus Minus Tabungan Haji

Monday, September 24th, 2007

Bagi umat muslim wajar saja jika merasa iri melihat saudara-saudara kita yang pergi berangkat haji tahun ini. Kerinduan untuk bisa segera ke Tanah Suci sebaiknya bukan hanya menjadi angan di hati, tapi direalisasikan juga dalam bentuk rencana untuk bisa naik haji.

Ibadah haji memang ibadah yang perlu persiapan yang matang. Selain persiapan fisik dan rohani, persiapan keuangan pun tidak kalah pentingnya. Nah, salah satu produk yang bisa Anda gunakan untuk merencanakan dana naik haji adalah dengan menggunakan tabungan haji.

Tabungan haji dikhususkan untuk para nasabahnya yang akan menunaikan ibadah haji atau umrah. Tabungan ini hampir sama saja dengan tabungan biasa namun ditambah lagi dengan beberapa.

(more…)

Inflasi Jadi Perhatian Serius Pemerintah

Friday, September 21st, 2007

JAKARTA, KOMPAS–Pemerintah menaruh perhatian serius terhadap laju inflasi yang terjadi beberapa bulan terakhir ini. Hal tersebut disebabkan karena laju inflasi bulan Agustus 2007 yang tercatat Badan Pusat Statistik atau BPS tergolong tinggi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan hal tersebut di Jakarta, Selasa (4/9). Sri Mulyani menegaskan, masalah laju inflasi telah menjadi perhatian serius pemerintah.

(more…)

Kenaikan Sembako Rutin, Kaum Ibu Diminta Jangan Aksi Borong

Thursday, September 20th, 2007

Jakarta - Kenaikan harga sembako menjelang dan sesudah Idul Fitri, adalah kejadian rutin. Demi mencegah kian tingginya kenaikan, ibu-ibu rumah tangga diimbau tidak melakukan aksi borong.

Himbauan ini di atas disampaikan Mendag Mari Elka Pangestu dalam keterangan pers usai rapat kabinet terbatas membahas persiapan lebaran di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (20/9/2007).

(more…)

Check-up Finansial

Thursday, September 20th, 2007

Finansial check-up akan sangat membantu mengidentifikasi kemungkinan gangguan keuangan pada keluarga secara dini. Dengan begitu Anda dapat mengambil tindakan yang harus dilakukan untuk memperbaikinya.

Untuk itu dibutuhkan alat atau tools untuk melakukan check-up ini seperti halnya dokter dalam memeriksa kesehatan kita. Secara umum pemeriksaan kondisi keuangan dilakukan dengan menghitung rasio-rasio atau perbandingan-perbandingan tertentu dan menyimpulkan hasilnya. Ada tiga titik kritis yang wajib diperiksa:

  1. Situasi seputar masa kini, diukur dengan likuiditas (ketersediaan uang tunai untuk membayar keperluan rutin dan keperluan mendesak).
  2. Dampak keputusan hutang masa lalu, diukur dengan solvabilitas (kemampuan untuk membayar kewajiban hutang pada saat jatuh tempo).
  3. Kondisi masa depan, diukur dengan rasio produktivitas aset dari hasil menabung atau berinvetasi.

(more…)

5 Tahap Perencanaan Keuangan(3)

Friday, September 14th, 2007

Kembali ke topik 5 Tahap Perencanaan Keuangan, dalam artikel-artikel sebelumnya saya sudah menyebutkan bahwa untuk melakukan perencanaan keuangan pribadi ataupun keluarga, kita harus melalui 5 tahap besar, yaitu:
1. Menentukan Tujuan Keuangan.
2. Menganalisa Kondisi Keuangan Sekarang.
3. Membuat Rencana Keuangan.
4. Melakukan Implementasi Dari Rencana Keuangan.
5. Monitor dan Evaluasi Berkala.

Dalam 2 artikel saya sebelum ini, saya sudah menjelaskan mengenai tahap pertama dan tahap kedua. Dalam kesempatan ini, kita akan membahas secara detil mengenai tahap ketiga, yaitu Membuat Rencana Keuangan.

(more…)

Menkeu: ORI Jadi Andalan

Wednesday, September 12th, 2007

JAKARTA, KOMPAS–Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, ORI akan menjadi salah satu andalan pemerintah dalam memenuhi target penerbitan surat berharga negara (SBN) neto yang ditetapkan sekitar Rp 58 triliun di 2007. Hal itu dilakukan jika rencana penerbitan surat berharga syariah negara (SBSN) atau sukuk tidak terealisasi tahun ini.

Sri Mulyani mengungkapkan hal tersebut di Jakarta, Selasa (4/9). ORI menjadi salah satu pertimbangan untuk menutup defisit anggaran karena minat masyarakat yang tinggi.

(more…)

Investasi di Property

Monday, September 10th, 2007

Investasi di property masih jadi pilihan utama kebanyakan orang, sebab orang beranggapan bahwa itu adalah salah satu cara terbaik untuk mengembangkan uang. Secara umum investasi property dianggap lebih aman daripada jenis investasi lainnya. Sebabnya Anda menguasai atau mengelola sendiri investasinya, jadi Anda bisa mengendalikan hampir semuanya. Namun hal itu bukanlah satunya keuntungan berinvesatsi di property, karena yang paling menarik sebenarnya dari invesatsi di property ini memungkinkan Anda untuk menggunakan uang orang lain untuk mulai berinvestasi.

Kebanyakan produk investasi lain banyak dipengaruhi oleh faktor luar. Misalnya harga-harga di bursa saham bisa naik turun dengan cepat bahkan signifikan karena isu atau gossip seputar politik, kebijakan pemerintah, keamanan negara, kondisi ekonomi, atau seperti obligasi yang harganya turun saat angka inflasi dan suku bunga naik. Dibandingkan property yang walaupun juga terpengaruh faktor luar, namun perubahannya tidak terlalu cepat, misalnya harga rumah tentunya tidak bisa berubah begitu saja dalam sehari tetapi butuh tahunan.

(more…)

Kontrak Opsi Saham (KOS)

Monday, September 10th, 2007

Bursa Efek Jakarta (BEJ) berkembang cukup baik selama beberapa tahun belakang ini. Hal ini bisa dilihat dengan meningkat tajamnya nilai investasi reksadana, walau beberapa bulan yang lalu sempat terjadi penurunan. Tapi potensi pertumbuhan investasi di Bursa efek masih sangat baik. Walau, jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga kita seperti Malaysia dan Singapura, pasar modal Indonesia masih jauh tertinggal.

Ketertinggalan yang dimaksud berkaitan dengan keanekaragaman produk yang ditawarkan. Di BEJ, instrumen investasi yang tersedia adalah obligasi, saham, reksadana, obligasi konversi, waran dan rights.

Dalam upaya membangun pasar efek yang lebih menarik, BEJ memperkenalkan satu produk derivative sebagai alternatif investasi. Sifat instrumen ini berbeda dengan saham yang biasa kita kenal. Pemilik efek derivative tidak mendapatkan dividen seperti pemegang saham atau tidak memiliki hak seperti halnya pemegang saham. Pemilik efek derivative hanya bisa mendapatkan keuntungan dari penurunan atau kenaikan harga dari aset yang melandasinya (underlying).

(more…)

Penggunaan Kartu Paling Banyak Diadukan Nasabah

Thursday, September 6th, 2007

[JAKARTA] Penggunaan kartu ATM (Anjungan Tunai Mandiri), kartu kredit dan debit paling banyak dikeluhkan nasabah bank terutama menyangkut mekanisme kerja dari kartu sendiri, maupun penagihan dan pengenaan bunga yang dinilai merugikan nasabah.

Berdasarkan laporan bank umum yang disampaikan ke Bank Indonesia (BI) yang diterima SP di Jakarta, Rabu (5/9), pada triwulan I tahun 2007, jumlah pengaduan nasabah bank umum tercatat sebanyak 79.322 pengaduan.

Dari jumlah tersebut, sebesar 97,56 persen berkaitan dengan masalah penggunaan produk dan layanan jasa sistem pembayaran yang mencakup ATM, Kartu Debit dan Kartu Kredit.

(more…)