Siapa sih yang tidak tertarik dengan usaha sambilan dengan modal seadanya, tetapi penghasilannya bisa sangat besar. Bahkan, bukan tidak mungkin kemudian usaha sambilan tersebut bisa menjadi penghasilan utama karena menjanjikan kehidupan yang lebih layak dan menjamin masa tua yang lebih aman.
Kesempatan menggiurkan itu bisa diperoleh dari usaha multi level marketing (MLM) atau direct selling yang telah lama tumbuh dan berkembang, apalagi selama masa krisis di Indonesia, baik dari jumlah perusahaan, jenis produk maupun pelaku usaha tersebut.
Para pelaku usaha ini biasa disebut member, anggota, mitra bisnis atau investor. Mengembangkan network menjadi sangat penting dalam usaha ini. Karena penghasilan usaha ini didapat bukan hanya dari menjual produk tapi juga dari hasil penjualan jejaring yang dikembangkan.
Bagaimana perusahaan MLM tersebut bisa memberikan diskon yang besar sebagai pendapatan atau bonus bagi para membernya? Pola penjualan langsung, memutus biaya untuk distributor—dalam mata rantai distribusi dari pabrik hingga konsumen—yang kemudian dana untuk itu bisa diberikan kepada anggota sebagai bonus.
Namun, dibalik maraknya perkembangan bisnis MLM dan kesuksesan yang sudah dirasakan sebagian member, sesungguhnya tidak sedikit beredar kisah sedih dari orang yang gagal menggeluti bisnis MLM atau kegiatan usaha lain yang pola kerjanya nyaris sama dengan MLM, namum bukan pola MLM.
Oleh karenanya, dalam pembahasan kali ini kami mencoba memberikan beberapa ciri yang dapat Anda amati guna membedakan antara bisnis MLM dan bisnis berkedok MLM, atau biasa disebut dengan pola piramida.
(more…)