Archive for May, 2007

Investasi Waran: Hak Membeli Saham

Tuesday, May 15th, 2007

Bagi Anda yang sudah melakukan investasi di Bursa Efek, dalam bentuk investasi langsung—bermain saham—atau investasi tidak langsung—sarana investasi Reksadana—pasti membaca lembaran ekonomi atau keuangan di berbagai media cetak yang mencantumkan data transaksi di Bursa Efek kita. Data mengenai harga saham, obligasi, indeks, reksadana, kontrak berjangka dan lainnya tersedia disini. Pastinya Anda juga pernah melihat kolom transaksi yang berkaitan dengan waran. Bagi mereka yang mengerti, data tersebut mungkin saja bermanfaat. Tapi bagi mereka yang awam akan investasi waran pasti melewatkan informasi tersebut. Atau malah timbul pertanyaan, “Apa sih yang disebut waran itu? Bagaimana seluk beluk investasi waran? Dan apa sih untung ruginya?

Berkenaan dengan pertanyaan di atas, kami mencoba memberikan sedikit informasi berkenaan dengan investasi waran sebagai alternatif. Semoga informasi kami kali ini bermanfaat dan menambah wawasan Anda seputar investasi.

(more…)

BI Rate Turun Jadi 8,75%

Wednesday, May 9th, 2007

Jakarta - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menurunkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 8,75 persen. Keputusan tersebut sudah sesuai dengan perkiraan para analis dan pelaku pasar.

(more…)

BCA Dirikan Unit Syariah 2008

Tuesday, May 8th, 2007

Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) berencana untuk masuk ke bisnis perbankan syariah secara langsung tahun depan. BCA akan mendirikan anak usaha berupa bank umum syariah di tahun 2008.

Hal ini dikatakan oleh Wakil Presiden Direktur perseroan Jahja Setiaadmadja di Gedung Bank Indonesia, Jl. M.H. Thamrin, Jakarta (4/5/2007).

(more…)

Mengenal Dua Jenis Investasi Bagi Hasil

Tuesday, May 8th, 2007

Kalau sebelumnya saya sering memberikan sejumlah tips dalam mengelola keuangan keluarga, untuk kali ini saya ingin mengajak ‘belajar’ sedikit. Tentang apa? Yaitu tentang tawaran investasi pada usaha dengan sistem bagi hasil. Dengan mempelajarinya, mudah-mudahan berikutnya Anda jadi bisa membedakan tawaran investasi bagi hasil yang datang kepada Anda bila ada yang menawari.

Anda ingat kasus PT QSAR (Qurnia Subur Alam Raya) yang terjadi beberapa tahun lalu? Kalau Anda lupa, PT QSAR adalah sebuah perusahaan yang menawarkan kesempatan investasi agrobisnis bagi masyarakat luas, dimana mereka yang berminat bisa ikut menanam modal pada sebuah lahan. Hasil panenan dari lahan tersebut akan dijual dan hasil penjualannya itulah yang akan dibagi kepada para investor dalam bentuk bagi hasil.

PT QSAR menjadi sebuah kasus menarik, karena pada bulan Agustus 2002, perusahaan itu ‘diamuk’ para investornya karena mereka tidak bisa membayar hasil yang mereka janjikan. Yang lebih menarik lagi, jumlah investornya sendiri sangat banyak, dan di antaranya terdapat sejumlah pejabat negara.

(more…)

Konsep Nilai Waktu Uang

Sunday, May 6th, 2007

Setiap keluarga baik bapak maupun ibu pasti mengusahakan agar kehidupan keuangan keluarganya berjalan dengan aman dan tentram, terbebas dari berbagai masalah. Bekerja dari pagi sampai petang dilakoninya dengan sabar agar semua kebutuhan serta keinginannya tercapai. Dengan pendapatan bulanan yang diterima tentunya setiap keluarga harus mengalokasikan untuk berbagai kebutuhan keluarga, baik jangka pendek maupun jangka.

Keputusan keuangan yang diambil pasti berpengaruh terhadap kuangannya keluarga di masa datang. Keputusan besar seperti pasangan hidup yang Anda inginkan atau keputusan untuk memiliki anak, merupakan waktu yang bersejarah bagi Anda dan keluarga, karena akan merubah sebagian besar perjalanan kehidupan Anda. Sedangkan keputusan-keputusan yang kecil akan selalu mengikuti selama perjalanan kehidupan Anda berkeluarga, bisa juga berdampak cukup siknifikan terhadap kehidupan Anda berkeluarga—terutama yang berkaitan dengan keuangan (uang).

Setiap harinya kita selalu dihadapi oleh pilihan-pilihan seputar keuangan; BELANJA atau MENABUNG, BELI atau JUAL. Keputusan ini terlihat adalah keputusan saat itu, tapi keputusan yang Anda ambil sekarang akan berdampak dalam jangka panjang. Jadi pertimbangkan baik-baik keputusan keuangan yang akan diambil.

(more…)

Menkeu: Inflasi Seperti Petugas Pajak Tak Berwajah

Sunday, May 6th, 2007

JAKARTA, KOMPAS–Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa inflasi merupakan bahaya ekonomi yang tidak kasat mata, sehingga cenderung seperti petugas pajak yang tidak berwajah, namun langsung menggerogoti nilai uang setiap penduduk. Inflasi dan petugas pajak sama-sama mampu mengurangi nilai uang setiap orang.

“Setiap orang yang memiliki uang Rp 100.000 di dompetnya, mungkin tidak sadar. Secara fisik memang uangnya tetap Rp 100.000, tetapi yang tadinya bisa membeli beras 10 kilogram, sekarang hanya 5 kilogram gara-gara inflasi. Petugas pajak juga begitu, datang tanpa terlihat, tetapi mengurangi isi dompet orang,” ujar Sri Mulyani saat berbicara dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional Tahun 2007 dalam rangka Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2008 di Jakarta, Kamis (3/5).

(more…)

NISP Realisasikan Unit Syariah Tahun Ini

Saturday, May 5th, 2007

Jakarta - PT Bank NISP Tbk berharap rencananya untuk membuka unit usaha syariah (UUS) dapat terealisasi di tahun ini. Hal ini seiring pelonggaran aturan yang diberikan BI untuk perbankan syariah.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Utama Bank NISP Pramukti Surjaudaja di Gedung Bank Indonesia, Jl. M.H Thamrin, Jakarta (4/5/2007).

(more…)

Masbukhin Pradhana: Lebih Enak Memulai Bisnis Saat Masih Jadi Karyawan

Friday, May 4th, 2007

Saat ini, semakin banyak saja pengusaha yang membagikan pengalamannya melalui buku. Tidak harus menunggu hingga jadi konglomerat dulu baru membuat buku. Yang terpenting bukan lagi ukuran bisnis, tetapi lebih pada semangat berbagi pengalaman serta nilai-nilai entrepreneurship yang digaungkan. Terlebih, penerbit juga sudah memberi keleluasaan kepada banyak calon penulis yang berlatar belakang pengusaha untuk unjuk karya. Maklum, medan persaingan penerbitan buku semakin ketat. Alasan lain, buku-buku entrepreneurship punya penggemar tersendiri. Bahkan, tak sedikit dari buku-buku jenis ini yang sangat digemari oleh pembaca serta meraih predikat best seller.

Masbukhin Pradhana adalah salah satu di antaranya. Pengusaha yang bergelar Raja Voucher ini baru saja meluncurkan buku berjudul Cara Brilian Menjadi Karyawan Beromzet Miliaran (Elexmedia Komputindo, 2006). Judul buku yang sangat menggoda, memang. Terlebih bagi para orang gajian yang benar-benar ingin mandiri, punya penghasilan lebih, punya bisnis sendiri, dan akhirnya sungguh-sungguh jadi pengusaha.

(more…)

Perjanjian Pra-Nikah

Thursday, May 3rd, 2007

Ini kisah tentang Dina, 25 tahun, karyawati swasta di Jakarta, yang tahun depan akan menikah dengan kekasihnya. Beberapa waktu lalu, calon suaminya mengusulkan untuk mengatur perjanjian pra-nikah. Hal itu membuat Dina kaget, sakit hati dan meragu karena belum apa-apa sudah mengatur harta gono-gini bila terjadi perceraian. Beberapa poin yang tercantum dalam perjanjian tersebut antara lain, bila nanti bercerai, Dina tidak berhak menuntut uang dengan jumlah tertentu dari dia. Begitu juga waktu masih terikat tali pernikahan, di situ diatur cara pengelolaan uang Dina dan uang suaminya.

Yang membuat Dina sakit hati sekali, kok belum menikah calon suami sudah membicarakan perceraian, apalagi kesannya dia itung-itungan sekali dalam mengatur keuangan sewaktu menikah nanti? Walhasil, Dina kecewa dan berpikir untuk mempertimbangkan kembali rencana pernikahannya dengan kekasihnya itu.

Cerita ini mungkin saja terjadi di masyarakat kita yang sudah mulai lebih terbuka dengan persoalan keuangan. Namun demikian sering kali salah satu dari calon pasangan tidak mengkomunikasikan hal tersebut dengan baik dan benar sehingga terkesan seperti egois, tidak romantis, dan materialistis. Untuk itu dalam pembahasan kali ini kami akan mengulas seputar perjanjian pra-nikah sehingga masing-masing pasangan dapat memahami hal ini dengan lebih baik.

(more…)

Deflasi Picu BI Rate Turun

Thursday, May 3rd, 2007

Jakarta - Deflasi 0,16 persen yang terjadi di bulan April membuka peluang diturunkannya kembali BI Rate. Deflasi April juga memperbesar kemungkinan tercapainya target inflasi sebesar 6 persen plus minus 1 persen.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah disela-sela penyerahan bantuan penunjang peralatan sekolah di SMP 18, Menteng Kecil, Jakarta, Rabu (2/5/2007).

“Bahwa kemungkinan kita itu mencapai target inflasi semakin besar, dan ruang yang ada untuk penyesuaian di BI Rate juga kelihatannya masih ada,” ujarnya.

(more…)