Archive for March, 2007

Menjaga Kelangsungan Kehidupan Keluarga

Saturday, March 10th, 2007

Masyarakat Indonesia pada umumnya, masih enggan atau mengabaikan pentingnya perencanaan asuransi. Bila mereka didatangi oleh agen asuransi, maka mereka akan menghindar. Hal ini mungkin juga dikarenakan oleh agen asuransi itu sendiri, di mana mereka seringkali menjual dengan paksa atau push selling. Agen asuransi seringkali menjual produk yang tidak sesuai dengan kebutuhan kliennya, sehingga klien merasa dirugikan. Motivasi yang timbul dari sebagian agen asuransi adalah mendapatkan komisi terbesar dari jenis produk asuransi yang ada bukan kebutuhan atau keinginan dari kliennya.

Dengan latar belakang cerita diatas, masyarakat kita menjadi enggan bila berhubungan dengan perusahaan asuransi. Mereka belum menjadikan asuransi sebagai salah satu kebutuhan bagi kelangsungan kehidupan keluarga. Oleh karenanya saya mencoba untuk memberikan ulasan seputar pentingnya asuransi bagi keuangan keluarga, baik jangka pendek maupun panjang. Sebagai contoh, asuransi jiwa (life insurance). Jenis asuransi yang paling tua ini memberikan perlindungan terhadap pihak yang ditinggalkan (keluarga, ahli waris) bila seseorang meninggal dunia, baik secara tiba-tiba maupun sesuai dugaan. Perlindungan ini bersifat finansial. Namun, perlindungan finasial ini dapat memberikan dampak psikologis dan sosial-emosional lainnya. Sekurang-kurangnya mereka tidak sampai merasa kehilangan seluruh dukungan finansial dari orang yang meninggal dunia.

(more…)

LPS Kurangi Penjaminan - Deposito Makin Tak Menarik

Saturday, March 10th, 2007

Jakarta - Produk perbankan deposito kini semakin dianggap tidak menarik. Apalagi kini Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah menurunkan tingkat penjaminan simpanannya hingga Rp 100 juta. Hal tersebut akan membuat nasabah mengalihkan dananya dan menyebar rekeningnya ke bank-bank yang dinilai aman.

“Deposito sudah semakin tidak menarik lagi, jadi perbankan harus giat melakukan lending agar liabilities-nya terjaga,” ujar Direktur Perencanaan Startegis dan Humas BI Budi Mulya, dalam seminar soal penjaminan simpanan, di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (8/3/2007).

(more…)

Manfaat Penurunan BI Rate Belum Optimal

Wednesday, March 7th, 2007

JAKARTA, KOMPAS - Langkah lanjutan Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 9 persen tidak akan memberikan manfaat optimal jika tak dibarengi percepatan realisasi perbaikan iklim investasi dan penurunan biaya tinggi.

Bahkan, penurunan BI Rate lebih lanjut pada bulan-bulan mendatang bisa menjadi bumerang bagi perekonomian jika sektor riil tidak juga berubah secara signifikan dari keadaannya saat ini.

(more…)

ORI Seri 002 Tetap Menjanjikan

Tuesday, March 6th, 2007

BANDUNG, KOMPAS – Penjualan surat utang negara ritel berbentuk Obligasi Negara Republik Indonesia atau ORI Seri 002 tetap menjanjikan bagi masyarakat yang ingin berinvestasi. Sebab, penawaran suku bunganya masih lebih tinggi dibanding suku bunga acuan Bank Indonesia.

Analis pasar modal dari PT Reliance Securities Tbk, Nicky Hogan mengatakan, ORI Seri 002 yang rencananya diterbitkan perdana pada bulan Maret ini, dinilai masih menjanjikan. Sebab, obligasi ritel tetap memberikan keuntungan bagi masyarakat yang berniat berinvestasi, meskipun suku bunga yang ditawarkan, yaitu 9,28 persen lebih rendah dari ORI-001 yang mencapai 12,05 persen per tahun.

(more…)

BI Rate Diprediksi Turun Jadi 9 Persen

Monday, March 5th, 2007

Jakarta - Bank Indonesia (BI) diprediksi akan menurunkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 9 persen. Prediksi ini setelah melihat laju inflasi Februari yang rendah, cadangan devisa yang naik menjadi US$ 46 miliar dan suku bunga AS yang tetap pada 5,25 persen.
(more…)

Hindari Kerugian Investasi Akibat Bias Psikologis

Monday, March 5th, 2007

Mengembangkan sebuah perencanaan investasi termasuk langkah yang tidak terlalu sulit, akan tetapi terus berjalan dalam perencanaan yang telah ditetapkan untuk jangka panjang sangatlah sulit. Kebanyakan investor sangat dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu tamak (greed) dan takut (fear). Bila pasar sedang bergejolak, investor jadi takut. Bukannya menjual pada saat harga sedang naik malah menjual saat turun. “Hot tip” yang diberikan teman terkadang juga dijadikan satu-satunya masukan dengan harapan menjadi miluner dalam waktu pendek.

Mereka melakukan hal tersebut karena mereka manusia dan mereka juga kurang memiliki ketetapan hati dalam melaksanakan perencanaan yang telah dibuat atau malah tidak memiliki perencanaan investasi sama sekali. Kita sering kali mengambil keputusan berdasarkan emosi semata yang bisa sangat merusak investasi yang telah dilakukan.

Dalam pembahasan kali ini kami mencoba memberikan perspektif dalam mengatasi dan mengenali sifat ini dan menjelaskan pentingnya sebuah perencanaan yang berkesinambungan guna mencapai tujuan yang diidamkan.

(more…)