Archive for December, 2006

Uang Saku, Pengetahuan Dasar Keuangan Anak

Thursday, December 28th, 2006

Bagaimana anak-anak kita belajar tentang cara mengelola keuangannya? Sebagian besar dari mereka tidak belajar sampai mereka dewasa dan pelajaran ini mereka dapat dari keberhasilan dan kegagalan yang mereka alami.

Sekolah? Tidak mengajarkan bagaimana kita dapat mengelola keuangan secara mandiri. TV juga tidak memberikan banyak arti bagi pengetahuan keuangan. Mengamati bagaimana orang tua mereka berprilaku terhadap keuangan, mungkin bisa tapi lebih banyak membingungkan mereka. Ditambah lagi, anak-anak sekarang lebih banyak berhadapan dengan masalah uang dan di usia yang masih muda mereka sudah memiliki cara pandang keuangan. Tanpa Anda sadari mereka sudah memiliki kebiasaan buruk berkenaan dengan keuangan dan hal ini bisa berlangsung sampai mereka tua.

Realitanya, tidak banyak orang tua yang memperkenalkan pengetahuan keuangan sampai anak mereka sudah dewasa. Di waktu tersebut, masalah ini bisa sangat mahal harganya dan tentunya akan banyak mempengaruhi emosi mereka.

Jadi dapat disimpulkan bahwa satu-satunya jalan anak-anak dapat belajar mengenai cara mengelola keuangan adalah dari pengalaman mereka dan tentunya Anda sebagai orang tua memberikan arahan. Atau dapat diartikan bahwa anak-anak akan belajar dengan trial and error dan melihat orang tua sebagai role model. Bila semasa kecil mereka tidak dapat belajar mengenai keuangan, biaya kesalahan pada saat dewasa bisa sangat besar berkaitan dengan keuangan dan hubungan antarmanusia.

(more…)

Uang Saku, Perlu Gak Sih?

Wednesday, December 20th, 2006

Tidak semua orangtua membekali putra-putrinya dengan uang saku. Sering saya temui, para ibu tidak begitu suka memberi uang saku ke anaknya yang duduk di kelas 1 SD. Mereka lebih suka membekali buah hatinya dengan makanan dari rumah. Kebiasaan ini kadang-kadang berlanjut hingga si anak kelas 5 SD.

Sebaliknya, beberapa orangtua lain ada yang memang memberikan uang saku. Dengan pertimbangan, agar si anak bisa mengelola uang dan mengambil keputusan sendiri. Selain itu, dengan diberi uang saku, orangtua tak perlu lagi pusing memikirkan jajanan si anak.

Sebetulnya, perlu enggak sih memberikan uang saku ke anak? Jujur, kalau saya bilang: PERLU. Memang sih, beberapa diantara Anda mungkin banyak yang merasa bahwa anak usia - katakan - 7 tahun misalnya, belum perlu dikasih uang saku. Nanti takutnya dia boros. Tapi, percaya enggak, kalau Anda menunda, cepat atau lambat anak Anda, toh, harus tetap pegang uang sendiri.

Jadi, kalau Anda memberikannya uang saku, sebetulnya sudut pandangnya adalah agar Anda bisa memberikan pembelajaran buat si anak. Jangan takut si anak boros. Kalau saya bilang, justru bagus kalau dia boros sekarang, daripada borosnya nanti ketika sudah beranjak remaja? Ya, kan?

(more…)

Prinsip Dasar Produk Perbankan Syariah

Friday, December 15th, 2006

Walau Indonesia sebagai sebuah Negara dengan pemeluk agama Islam terbesar, produk keuangan berprinsip syariah baru dikenal beberapa tahun yang lalu dan masih sangat terbatas. Dimulai dari sektor perbankan, dengan berdirinya Bank Muamalat pada November 1991. Prinsip syariah tidak hanya terbatas pada konteks perbankan, melainkan juga meliputi berbagai kegiatan ekonomi dan investasi, termasuk di pasar modal dan asuransi.

Anda tentu pernah mendengar istilah bank syariah, atau, lebih luas lagi ekonomi berbasis syariah. Bahkan boleh jadi, banyak di antara Anda yang sudah menggunakan jasa lembaga keuangan syariah. Sebagian dari Anda ada yang menganggap bank syariah hanya untuk komunitas muslim. Apakah benar demikian, bank syariah hanya diperuntukan bagi kaum muslim saja?

Maaf, Anda salah besar bila beranggapan seperti itu.

Bank Syariah sebenarnya berlaku untuk semua orang atau Universal. Syariah itu sendiri hanyalah sebuah prinsip atau sistem yang sesuai dengan aturan atau ajaran Islam. Siapa saja dapat memanfaatkan jasa keuangan bank syariah.

(more…)

Inflasi Akan Di Bawah 6 Persen

Thursday, December 14th, 2006

JAKARTA, KOMPAS - Laju inflasi hingga akhir tahun 2006 diperkirakan berada di bawah enam persen, atau jauh di bawah target yang ditetapkan APBN Perubahan atau APBN-P 2006 sebesar delapan persen. Dengan demikian, inflasi akan berada di bawah kendali pemerintah.

(more…)

3 Rekening Dana Untuk Anak

Wednesday, December 13th, 2006

Beberapa minggu lalu, ketika diwawancara di sebuah radio di Jakarta, saya ditanya oleh si pembawa acara:

“Pak Safir, apa, sih, yang sebaiknya disiapkan untuk anak? Tabungan atau asuransi?”

Keputusan untuk menyiapkan tabungan atau asuransi untuk anak seringkali membuat orang tua bingung. Tabungan dan asuransi memiliki fungsi yang berbeda. Tabungan adalah rekening yang kita buka di bank, tapi bisa kita ambil kapan pun. Sedangkan asuransi adalah proteksi yang diberikan oleh perusahaan asuransi kepada kita kalau kita mengalami risiko.

Tapi yang penting sebenarnya adalah fungsi dari rekening-rekening tersebut. Dalam menyiapkan dana bagi anak, ada 3 jenis dana yang harus Anda siapkan. Apa saja?

(more…)

Mengelola Keuangan Keluarga

Tuesday, December 12th, 2006

Uang seringkali menjadi penyebab terjadinya perceraian. Perselisihan mengenai keuangan bisa saja terjadi disaat uang melimpah maupun disaat kekurangan uang. Masyarakat Indonesia merasa risih bila harus membicarakan masalah keuangan dalam keluarga. Oleh karena itu kami merasa perlu untuk terus menyerukan kepada semua kalangan masyarakat terutama pasangan suami istri untuk belajar saling terbuka mengenai keuangannya masing-masing. Kami sangat percaya bahwa setiap orang memiliki pandangan mengenai uang yang berbeda-beda karena suami atau istri dibesarkan di lingkungan yang berbeda. Kegagalan dalam membicarakan soal uang di dalam keluarga berpotensi menimbulkan permasalahan.

Banyak orang merasa bahwa membicarakan keuangan dalam keluarga adalah tabu. Namun menurut hemat kami, hal ini malah seharusnya dibicarakan. Kalangan ini pernah berpikir, Apakah dengan membiarkan persoalan keuangan dalam keluarga belarut-larut akan menyelesaikan segalanya? Atau bisa menjadi bola salju yang terus membesar? Persoalan kecil bisa menjadi besar bila tidak diatasi dan diselesaikan dengan bijak. Oleh karena itu dalam hal keuangan keluarga sangat dibutuhkan sebuah pola pengelolaan dimana masing-masing individu di dalam keluarga (suami dan istri) memiliki hak dan kewajibannya masing-masing. Dengan pembagian tanggung jawab serta diskusi yang mendalam dapat meringankan persoalan yang mungkin timbul di masa depan.

Berikut ini ada tiga tipe pengelolaan yang bisa Anda pilih sesuai dengan keinginan Anda bersama pasangan Anda. Tentunya masih banyak lagi pola pengelolaan yang ada. Hal terpenting disini adalah saling keterbukaan serta menjalani kehidupan keluarga dengan tanggung jawab bersama.

(more…)

Kecerdasan Finansial Anak

Thursday, December 7th, 2006

Dalam segala hal yang berkaitan dengan uang, jangkauan berpikir seorang anak belum seluas orang dewasa. Apa yang penting untuk Anda, belum tentu penting bagi mereka. Mereka tidak selalu setuju, kemungkinan besar malahan akan membantah, juga melakukan kesalahan-kesalahan dalam mengelola uangnya adalah hal-hal yang akan Anda hadapi dalam proses mengajarkan pengelolaan uang pada anak. Namun, bukankah cara anak kita belajar tentang uang sama dengan cara kita belajar tentang uang juga hal-hal lain yang sangat penting dalam hidup ini. Yaitu dengan selangkah demi selangkah membuat makin sedikit kesalahan dan menjalani konsekuensinya.

Karena itu memaksakan logika berpikir orang dewasa kurang tepat diterapkan kepada anak-anak. Artinya jika Anda ingin mengajarkan nilai uang pada anak, tempatkan diri Anda terlebih dahulu pada posisi mereka. 3 konsep pendekatan berikut ini, mudah-mudahan bisa membantu Anda membangkitkan kecerdasan finansial untuk anak Anda

(more…)

Risiko Sebenarnya bagi Keuangan Keluarga: Kehilangan Pendapatan

Tuesday, December 5th, 2006

Risiko biasa dibicarakan sebagai sebuah penyimpangan keuntungan dalam sebuah portofolio. Namun, ada risiko yang sebenarnya bisa merusak keuangan (kekayaan) Anda lebih dari penurunan harga saham. Hidup di luar kemampuan dan tidak menjaga pendapatan Anda, harus dibayar lebih mahal daripada bila Anda melakukan alokasi aset yang kurang sesuai.

Ada sepasang suami istri, sebut saja keluarga Badru. Saat ini Pak Badru memiliki dua orang anak yang sehat dan pintar. Istri Pak Badru sering kali mengeluhkan tentang masalah keuangannya, khususnya deficit bulanan yang sering kali terjadi. Bagaimana mungkin mereka dapat menabung bila pendapatan pun tidak tersisi setiap akhir bulan. Dengan dua orang anak, memang sulit untuk dapat memenuhi semua kebutuhan apalagi menabung. Saat ini penghasilan Badru bisa dibilang cukup besar dengan pendapatan Rp.120 juta setiap tahun. Ditambah lagi, rumah yang mereka tempati saat ini sudah lunas atau mungkin hanya tinggal sedikit saldo utang yang masih tersisa.

Namun di sisi lain, ternyata Badru merupakan seorang yang royal dan mudah sekali membeli sesuatu dengan kartu kredit. Tanpa terasa, tagihan kartu yang tadinya sedikit membengkak menjadi sangat besar karena kebiasaan membayar tagihan minimum setiap bulan. Walau mereka memiliki utang yang cukup besar mereka tetap bisa berlibur ke Bali bersama keluarga. Mengapa? Karena pendapatan Badru masih dapat menutupi semua kebutuhan pembayaran tagihan kartu kredit. Namun, bagaimana dampaknya dalam jangka panjang? Bila mereka tetap menjalankan kebiasaan ini, sangat mungkin keuangan keluarga yang tadinya aman tentram bisa porak poranda.

(more…)

Merencanakan Harta Untuk Anak

Monday, December 4th, 2006

Sebagian dari Anda yang membaca judul di atas mungkin heran, kok kayaknya judulnya bombastis sekali. Betul, kan? Merencanakan harta untuk anak berarti Anda melakukan perencanaan mengenai harta apa saja yang akan Anda berikan untuk anak Anda kelak. Entah ketika dia sudah dewasa atau saat menikah.

Contohnya sederhana saja: banyak orangtua yang memberikan kendaraan untuk anak mereka yang sudah masuk masa kuliah atau sekolah. Alasannya tentu dengan mobil atau motor, perjalanan ke kampus jadi lancar.

(more…)

Inflasi November 0,34 Persen

Friday, December 1st, 2006

JAKARTA, KOMPAS - Inflasi bulan November 2006 mencapai 0,34 persen. Sementara inflasi kumulatif dari Januari hingga November 2006 dibanding periode yang sama tahun 2005 sebesar 5,32 persen . Inflasi tahunan atau November 2006 dibanding November 2005 tercatat sebesar 5,92 persen.

(more…)