Archive for July, 2006

BI Rate Turun, Menkeu Tersenyum

Friday, July 7th, 2006

JAKARTA, KOMPAS–Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati terlihat cukup senang dengan kebijakan Bank Indonesia atau BI yang memutuskan untuk menurunkan suku bunga BI atau BI Rate sebesar 25 basis poin, dari 12,5 persen menjadi 12,25 persen.

Penurunan BI Rate tersebut merupakan sinyal positif yang dapat mengarah pada menurunnya suku bunga pinjaman perbankan, sehingga kucuran dana perbankan ke sektor riil diharapkan lebih besar.

(more…)

Asuransi Jiwa dan Kebutuhannya bagi Keluarga

Friday, July 7th, 2006

Masyarakat Indonesia pada umumnya, masih enggan atau mengabaikan pentingnya perencanaan asuransi. Bila mereka didatangi oleh agen asuransi, maka mereka akan menghindar. Hal ini mungkin juga karena agen asuransi itu sendiri, di mana mereka seringkali menjual dengan paksa atau push selling.

Agen asuransi seringkali menjual produk yang tidak sesuai dengan kebutuhan kliennya, sehingga klien merasa dirugikan. Motivasi yang timbul dari sebagian agen asuransi adalah mendapatkan komisi terbesar dari jenis produk asuransi yang ada bukan kebutuhan atau keinginan dari kliennya.

Dengan latar belakang cerita di atas, masyarakat kita menjadi enggan bila berhubungan dengan perusahaan asuransi. Mereka belum menjadikan asuransi menjadi salah satu kebutuhan bagi kelangsungan kehidupan keluarga. Oleh karena itu kami mencoba untuk memberikan ulasan seputar pentingnya asuransi bagi keuangan keluarga, baik jangka pendek maupun panjang. Sebagai contoh, asuransi jiwa (life insurance).

(more…)

Penurunan BI Rate Tidak Hanya Tergantung Inflasi

Thursday, July 6th, 2006

JAKARTA, KOMPAS - Deputi Senior Bank Indonesia (BI), Miranda S Goeltom, menegaskan bahwa penetapan suku bunga acuan atau BI Rate dalam waktu dekat tidak hanya tergantung inflasi, tetapi juga faktor eksternal dan domestik lain. Karena itu, angka inflasi yang rendah selama periode Januari-Juni 2006 tidak membuat BI otomatis harus menurunkan BI Rate.

“Untuk menentukan BI Rate, harus dilihat pula gerak gerik ekternal seperti fed fund rate, harga minyak internasional, dan faktor ketidakseimbangan global,” kata Miranda saat memberi bantuan dalam rangka ulang tahun BI, di Jakarta, Rabu (5/7).

(more…)

Prinsip Praktis dalam Menyiapkan Dana Pensiun

Thursday, July 6th, 2006

Bila Anda mengikuti berbagai ulasan kami seputar keuangan keluarga, ada satu pembahasan mengenai kebutuhan biaya semasa pensiun. Dari hasil perhitungan yang kami lakukan, kebutuhan akan dana pensiun terlihat sangatlah besar. Oleh karena itu, banyak masyarakat yang mengabaikannya. Kami merasa perlu untuk membahas hal ini dan semoga memberikan masukan kepada Anda pembaca setia rubrik EUREKA.

Kami mengidentifikasi tiga (3) prinsip praktis seputar investasi guna mengumpulkan dana pensiun yang Anda inginkan. Dengan ketiga prinsip praktis ini, mudah-mudahan memberikan motivasi dan dorongan kepada Anda untuk memulai mengumpulkan dana—tidak peduli berapa besar dana yang Anda sisihkan setiap bulan dan berapa telat Anda menundanya. Yang menjadi persoalaan adalah keputusan Anda untuk memulainya, sekarang.

(more…)

GCG Dana Pensiun Diterapkan Akhir 2006

Wednesday, July 5th, 2006

Jakarta - Penyelenggaraan tata kelola dana pensiun yang sehat atau Good Pension Fund Governance, seperti layaknya Good Corporate Governance (GCG) dalam suatu perusahaan, diharapkan dapat diterapkan pada akhir tahun ini.

(more…)

“Wealth Management”, Pola Mengelola Orang Kaya

Wednesday, July 5th, 2006

Bank nasional kini mulai melirik wealth management. Sasaran tembak mereka adalah orang-orang berduit. Barangkali ini merupakan kue yang amat lezat untuk diperebutkan oleh bank-bank nasional dewasa ini. Tetapi apa wealth management yang itu?

(more…)

Inflasi Juni 0,45 Persen

Monday, July 3rd, 2006

JAKARTA, KOMPAS - Badan Pusat Statistik mengumumkan inflasi pada bulan Juni 2006 sebesar 0,45 persen. Sementara tahun kalender Januari-Juni tahun 2006 sebesar 2,87 persen, sedangkan tingkat laju inflasi year on year Juni 2006 terhadap Juni 2005 sebesar 15,53 persen.

(more…)

Mari Mengenal Saham (2)

Monday, July 3rd, 2006

Dalam prakteknya, tiap hari ada banyak orang menjual atau membeli saham. Namun transaksi jual beli ini tidak bisa di sembarang tempat. Peraturan mengharuskan, penjualan dan pembelian saham harus dilakukan di sebuah tempat khusus yang disebut bursa. Bursa kurang lebih sama artinya dengan pasar, yaitu tempat bertemunya penjual dan pembeli.

Bursa ini disebut bursa saham, atau di Indonesia lebih dikenal dengan nama bursa efek (dalam Kamus Bahasa Indonesia, efek adalah surat berharga). Kenapa dinamakan bursa efek? Ini karena dalam bursa ini kita tidak hanya bisa menjual atau membeli saham, tapi juga surat berharga lain selain saham (kita akan bahas di lain waktu).

(more…)