Archive for May, 2006

Memilih Alat Pembayaran

Wednesday, May 31st, 2006

Anda pernah mengalami kebingungan dalam membayar belanjaan? Apakah dengan cara tunai, atau dengan memakai kartu kredit? Manakah cara yang paling nyaman?

Bila berbelanja di pasar tradisional, umumnya pedagang hanya menerima uang tunai. Tetapi, bila berbelanja di pasar swalayan, Anda punya pilihan untuk membayar dengan kartu kredit.

Pilihan untuk membayar tunai atau memakai kartu kredit sebetulnya tidak hanya terbatas ketika Anda berbelanja kebutuhan rumah tangga. Banyak tempat lain yang juga menerima kartu kredit, seperti restoran atau toko buku.

Untuk mengetahui bagaimana memilih alat pembayaran yang tepat, maka tulisan kali ini akan menunjukkan untung ruginya membayar dengan cara tunai atau kartu kredit, serta bagaimana saran atau solusinya.

(more…)

Emas Sebagai Penangkal Inflasi

Tuesday, May 30th, 2006

Banyak orang percaya emas adalah produk investasi yang bisa menangkal inflasi. Dan memang, sejarah membuktikan emas akan diborong orang apabila terjadi kepanikan yang bisa membahayakan ekonomi negara, seperti inflasi tinggi, krisis keuangan, atau perang.

Inflasi merupakan kenaikan harga barang dan jasa secara umum. Inflasi bisa menggerogoti uang Anda. Kalau asumsi inflasi 15 persen/tahun, maka harga barang & jasa yang sekarang bernilai Rp 5 juta, akan menjadi Rp 10,06 juta atau dua kali lipat pada tahun ke-6, dan Rp 15,3 juta atau tiga kali lipat pada tahun ke-9, dan seterusnya.

(more…)

Mencermati Keuntungan Investasi di Sektor Perbankan

Friday, May 26th, 2006

Menabung atau investasi di sektor perbankan merupakan pengetahuan yang dimiliki hampir oleh semua kalangan masyarakat. Sektor perbankan sempat menjadi idola dan pilihan masyarakat untuk menyimpan dana serta investasi untuk tujuan masa depan. Tapi begitu krisis melanda Indonesia, sektor perbankan terkena dampak yang sangat kronis.

Selama masa krisis banyak bank yang terkena likuidasi. Sampai saat ini sektor ini belum kembalai pulih seperti sebelumnya.

Menurut hemat kami, melihat serta mempelajari kembali berbagai produk atau jasa yang ditawarkan oleh sektor menjadi sangat dibutuhkan. Sehingga keputusan untuk investasi di sektor perbankan sesuai dengan tujuan serta tatanan keuangan keluarga yang telah dibangun.

”Pay yourself first” merupakan satu kalimat yang sangat erat hubungannya dengan keuangan keluarga khususnya dalam menabung untuk tujuan masa datang. Atau dalam bahasa yang simpel, menabunglah Anda sebelum Anda mengeluarkan untuk pengeluaran bulanan. Jadi di sini alokasi dana untuk menabung dikeluarkan di awal pendapatan gaji diperoleh sebelum gaji tersebut digunakan untuk kebutuhan keluarga setiap bulan.

(more…)

Perlukah Suami-Istri Memiliki Rekening Bersama?

Thursday, May 25th, 2006

Rekening bersama adalah rekening yang dimiliki atas nama dua orang, di mana biasanya kedua orang pemilik itu sama-sama memiliki hak untuk menarik uang tersebut. Dalam keluarga, Rekening bersama biasanya dimiliki oleh suami istri.

Namun ada kalanya rekening bersama hanya jadi sebutan belaka. Ada suami-istri yang memiliki rekening untuk digunakan bersama, tapi atas namanya hanya pada satu orang saja. Ini –secara tidak resmi– bisa juga kita sebut sebagai rekening bersama.

Sebagai pasangan suami-istri, mungkin sering timbul pertanyaan apakah Anda berdua perlu menyatukan uang Anda dalam satu rekening atau tidak. Nah, sebelum Anda memutuskan untuk menyatukan uang Anda dalam satu rekening, perlu diketahui bahwa ada banyak efek positif maupun negatif yang akan terjadi. Dan juga yang paling penting, apa motivasi terbesar Anda menyatukan uang Anda berdua dalam satu rekening.

(more…)

Perilaku Keuangan dan Investasi

Wednesday, May 24th, 2006

Masyarakat Indonesia seringkali mudah terbuai dengan berbagai janji tingkat pengembalian yang tinggi tanpa mempelajari bagaimana perusahaan atau investasi tersebut beroperasi. Satu hal yang juga dilupakan oleh mereka para investor adalah sisi mata uang lainnya dalam berinvestasi, yaitu resiko. Karena hampir dipastikan bahwa tidak ada investasi yang memberikan keuntungan sangat fantastis tapi tidak memiliki resiko sama sekali. Oleh karenanya, prilaku keuangan individu dalam berinvestasi sangatlah penting.

(more…)

Menyadari Pengeluaran Yang Tidak Wajib

Tuesday, May 23rd, 2006

Saya pernah bertemu sepasang suami-istri yang berada pada masa-masa awal perkawinannya. Namanya, sebut saja Yanto dan Lilis. Mereka berdua datang kepada saya sekitar Juni 2000, di mana keduanya berusia sekitar 29 tahun. Belum punya anak, karena mereka berdua masih ingin menundanya sampai sekitar dua-tiga tahun lagi.

Mereka datang kepada saya dengan membawa masalah. Keduanya sama-sama bekerja, dengan penghasilan total sekitar Rp 2 juta per bulan. Total keduanya. Tapi pengeluaran mereka per bulan sekitar Rp 2 juta sampai 2,3 juta. Ini berarti, mereka terkadang juga mengalami defisit, dan defisit itu selalu diambil dari tabungan mereka, sehingga kalau dibiarkan terus, tabungan mereka akan terus menyusut sampai akhirnya habis sama sekali.

Sementara dari pengeluaran tadi tak ada sedikit pun yang ditabungkan. Karena itu, mereka datang kepada saya dengan harapan bahwa saya bisa memecahkan masalah mereka, sehingga tabungan mereka tidak akan habis hanya untuk menutupi defisit bulanan.

(more…)

Pertimbangan Pemilihan Investasi

Monday, May 22nd, 2006

Informasi dari Bapepam menyebutkan, lebih dari 90 Reksa dana dari tidak kurang 30 perusahaan sekuritas yang beredar di pasar sekarang. Oleh karenanya tidaklah mengejutkan bila masyarakat merasa kesulitan untuk memilih Reksa dana yang tepat. Faktor yang dipakai masyarakat pada umumnya seringkali salah dalam menentukan pilihan investasi yang diinginkan. Oleh karenya dibutuhkan cara pandang atau cara melihat yang lebih baik dalam memilih Reksa dana yang tepat bagi tujuan keuangan yang Anda inginkan.

(more…)

Antara Cinta dan Uang

Friday, May 19th, 2006

Mawar merah, coklat dan candle light diner menjadi semacam ritual wajib untuk merayakan Valentine Walaupun bukan salah satu hari besar nasional karena bisa memberikan kesempatan libur, hari kasih sayang alias Valentine adalah salah satu hari besar terutama bagi pasangan yang biasa merayakannya. Keromantisan memang tidak bisa dipisahkan dari hubungan percintaan dan sudah menjadi kebutuhan dalam membina hubungan dengan pasangan kita. Valentine hanya merupakan salah satu pengesahan saja dari kebutuhan itu.

Hanya saja hubungan pria wanita saat ini sudah banyak mengalami pergeseran nilai. Mau tidak mau kita harus menghadapi kenyataan bahwa dunia semakin materialistis dan setiap orang menjadi semakin individualis. Jaman orang tua kita dulu, masing-masing pasangan sudah memahami secara alamiah saja bahwa laki-laki adalah pencari nafkah dan istri di rumah. Budaya hidup sederhana sesuai dengan kemampuan adalah gambaran hidup bahagia, sehingga bagi tiap pasangan yang akan menikah masing-masing tidak terlalu banyak mempertanyakan bagaimana kehidupan keuangan nanti. Hal ini semakin di dukung dengan budaya tabu untuk membicarakan berbagai kebiasaan penggunaan uang sebelum menikah. Uang masih saja dianggap sesuatu yang jahat dan lambang keserakahan. Begitulah kalau kita takut membicarakan tentang uang., sehingga tidak heran jika kemesraan hubungan antara pria dan wanita bisa berubah 180 derajat setelah menikah, karena begitu banyak kejutan yang tidak terbayangkan sebelumnya. Salah satunya adalah mengenai kebiasaan penggunaan uang yang sebelumnya tidak diketahui.

(more…)

Pidato Pengukuhan Guru Besar Prof Dr Roy Sembel:Dari Unta Ragunan ke Raja Sulaiman

Thursday, May 18th, 2006

Jakarta – Siapa tidak kenal dengan Roy Sembel? Sabtu (23/7) lalu, dia resmi menyandang gelar Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Indonesia, sehingga namanya menjadi Prof. Dr. Hendra Michael Roy Sembel.

Saat pengukuhan, tampak hadir dalam acara sabtu pagi itu; Prof Irsan Tanjung, calon Duta Besar Indonesia di Filipina, Leony Radius Prawiro yang ikut mensponsori ketika Roy menyelesaikan S3 di Pitsburgh Amerika Serikat, Anugerah Pekerti, Tokoh Manajemen dan Penasehat Tim Olimpiade Fisika, serta rekan-rekan dosen dari berbagai perguruan tinggi tempat Roy Sembel mengajar selama ini seperti dari Institute Pertanian Bogor, Universitas Indonesia, Sekolah Tinggi Manajemen PPM, Universitas Bina Nusantara, dan para Dosen UKI.

(more…)

Obligasi Alternatif Investasi Jangka Panjang

Wednesday, May 17th, 2006

Keuntungan dalam berinvestasi sangat dipengaruhi oleh banyak hal. Salah satunya adalah pengetahuan Anda sebagai individu dalam melihat peluang dan mempelajari seluk-beluk sarana invetasi itu sendiri. Dalam mencapai berbagai tujuan keuangan keluarga beragam produk investasi tersedia, tinggal Anda sebagai investor untuk memilih produk alternatif yang tersedia. Saham, reksadana, emas dan investasi di sektor properti adalah beberapa alternatif pilihan berinvestasi. Selain saham, pasar modal juga menawarkan alternatif investasi lain yaitu melalui surat utang jangka panjang atau obligasi (bond).

Secara singkat obligasi adalah surat utang jangka panjang dengan nilai nominal (nilai pari/ par value) dan waktu jatuh tempo tertentu yang diterbitkan oleh suatu lembaga. Penerbit obligasi bisa merupakan suatu perusahaan swasta maupun BUMN dan juga pemerintah, baik pemerintah pusat maupun daerah. Salah satu jenis obligasi yang diperdagangkan di pasar modal kita saat ini adalah obligasi kupon (Coupon bond) dengan tingkat bunga tetap (fixed) selama masa berlaku obligasi.

(more…)