”Budgeting”, Urat Nadi dari Sebuah Perencanaan Keuangan

Anggaran keuangan keluarga masa depan merupakan urat nadi dari sebuah perencanaan keuangan keluarga. Seperti halnya sebuah perusahaan, keluarga juga memerlukan budgeting atau anggaran keuangan guna mencapai semua keinginan atau tujuan keuangan yang dimiliki. Berbeda dengan laporan arus kas yang telah Anda buat.

Perencanaan anggaran merupakan alokasi dana yang dibutuhkan guna mencapai tujuan masa depan. Semua alokasi, baik pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari sampai alokasi dana untuk mencapai tujuan harus diikut sertakan dalam perencanaan anggaran. Jadi dalam perencanaan anggaran, keadaaan keuangan masa depan menjadi yang utama. Oleh karena itu, kami sangat melihat pentingnya sebuah perencanaan anggaran. Keterbatasan penghasilan keluarga harus dapat dimaksimalkan guna mencapai semua tujuan yang dimiliki oleh keluarga.

Dalam pembahasan kali ini, kami bermaksud memberikan ulasan seputar proses perencanaan anggaran, yang menurut hemat kami, harus dilakukan oleh setiap keluarga dalam merencanakan keuangan keluarganya. Karena pentingnya perencanaan anggaran, kami akan membahas sedikit lebih dalam dalam proses perencanaan anggaran ini.

Ada enam (6) langkah perencanaan anggaran yang harus Anda lakukan. Pertama adalah menentukan sasaran keuangan serta tujuan. Kedua, mendata keadaaan keuangan keluarga saat ini. Langkah ketiga adalah pembuatan laporan perencanaan anggaran. Keempat, menganalisa apakah perencanaan anggaran yang dibuat sudah sesuai dengan keinginan dan keterbatasan keuangan keluarga.

Langkah kelima adalah langkah penentuan, yaitu melaksanakan perencanaan anggaran tersebut. Karena tanpa ini Anda tidak berjalan ke mana-mana. Sedangkan langkah terkahir atau keenam adalah mengontrol pelaksanaan perencanaan anggaran serta tinjau ulang bila dirasa dibutuhkan.

Sasaran & Tujuan

Langkah awal dari sebuah perencanaan anggaran adalah penentuan sasaran serta tujuan keuangan masa depan. Contoh dari sebuah sasaran adalah meningkatkan kemampuan atau tingkat menabung keuangan keluarga. Sasaran keuangan lebih menitik beratkan kepada tujuan-tujuan jangka pendek.

Sasaran tersebut bisa dilihat dari hasil analisa laporan keuangan yang telah Anda buat diawal proses perencanaan keuangan keluarga. Misalnya dari hasil analisa awal, tingkat utang jangka pendek yang Anda dan keluarga miliki cukup tinggi sehingga Anda memutuskan untuk menyelesaikan hal ini dalam jangka waktu yang lebih singkat. Atau dari laporan kekayaan teridentifikasi bahwa pengeluaran bulanan keluarga sering kali melebihi pendapatan. Sehingga untuk menutupinya harus diambil dari tabungan atau simpanan keluarga.

Tujuan keuangan yang telah Anda tetapkan dan masuk dalam skala prioritas utama, harus dihitung kebutuhan alokasi dananya. Dalam pembahasan beberapa waktu lalu, kami sudah membahas perhitungan kebutuhan akan dana guan mencapai tujuan yang dimiliki. Kebutuhan adakan alokasi dana harus diperhitungkan terlebih dahulu. Sehingga besarnya alokasi dana dapat dimasukkan dalam perencanaan anggaran menyeluruh. Penentuan tujuan keuangan harus realistik dan terukur dengan kondisi keuangan Anda dan keluarga.

Sebagai contoh, setelah menganalisa keadaaan keuangannya, keluarga Andi melihat perlunya meninjau ulang berbagai pengeluaran yang dilakukan. Keputusan untuk mengurangi beberapa pos pengeluaran menjadi prioritas. Dari penetapan tujuan awal, Andi dan keluarga ingin membeli rumah dalam 3 tahun ke depan, tentunya dengan KPR.

Kebutuhan awal dalam proses KPR adalah menyiapkan uang muka. Melihat dari kebutuhan total dana untuk membeli rumah, Andi memperhitungkan harus menyiapkan uang muka sebesar Rp 200 juta dalam 3 tahun. Dari hasil perhitungan, Andi harus menyisihkan dana setiap bulannya sekitar Rp 4.450.000 selama 3 tahun untuk mencapai tujuan keuangannya yaitu menyiapkan uang muka sebesar Rp 200 juta. Maka alokasi dana sebesar Rp 4.450.000 untuk mencapai tujuan keuangan prioritas dimasukkan dalam perencanaan anggaran keluarga.

Data Keuangan Keluarga

Langkah kedua dalam mengembangkan anggaran keuangan keluarga adalah mengumpulkan data keuangan keluarga. Karena perencanaan anggaran merupakan proyeksi pendapatan dana pengeluaran keluarga untuk masa depan, maka informasi dari laporan keuangan, baik laporan kekayaan maupun laporan arus kas merupakan informasi awal yang sangat berguna. Kebutuhan akan pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga dan alokasi untuk tujuan keuangan keluarga juga harus dimasukkan dalam perhitungan.

Dalam sebuah perencanaan anggaran, besarnya dan waktu dana tersebut dibutuhkan menjadi sangat penting. Dalam sebuah perencanaan anggaran, dalam satu periode misalkan satu tahun, secara menyeluruh anggaran mengalami surplus. Tapi bila dilihat dan diperhitungkan bulan perbulan mungkin saja terjadi defisit dalam beberapa bulan berjalan. Dari mana alokasi dana untuk menutupinya? Tentu saja dari pos dana darurat.

Sebagai contoh keluarga Andi merupakan keluarga yang menghasilkan dua pendapatan, dari Andi sendiri dan istrinya, Anita. Pendapatan Andi dan Anita merupakan pendapatan yang regular setiap bulannya.

Akan tetapi, ada penerimaan lainnya yang tidak selalu regular seperti hasil dari investasi properti yang mereka lakukan. Dimana antisipasi mereka akan masuk dana sekitar masing-masing Rp 50 juta di bulan Juni dan Juli. Hal ini juga harus masuk dalam sebuah perencanaan anggaran. Bukan hanya pendapatan yang regular tapi juga ekspektasi pendapatan dari investasi yang akan diterima.

  • Mempersiapkan uang muka untuk membeli rumah dalam 3 tahun ke depan. Alokasi dana setiap bulan Rp 3 juta.
  • Mempersiapkan dana untuk ber-haji untuk berdua dalam 2 tahun ke depan. Alokasi dana setiap bulannya Rp 3 juta.
  • Mempersiapkan dana pendidikan untuk kedua anak mereka.besarnya alokasi dana setiap bulannya Rp 1,5 juta.
  • Mempersipkan dana untuk masa depan (masa pensiun). Besarnya alokasi dana setiap bulannya Rp 2 juta.

Membuat Perencanaan Anggaran

Pembuatan perencanaan anggaran merupakan pengumpulan semua ekspektasi pemasukan setiap bulannya selama satu tahun ke depan dan ekspektasi semua pengeluaran dalam bentuk tabular. Dimana ditengah dari laporan perencanaan merupakan ekspektasi pengeluaran bulanan dimana dibagi dalam dua bagian pengeluaran tetap dan tidak tetap. Dan di awal dari laporan anggaran penempatan pemasukan yang dihasilkan setiap bulannya.

Surplus maupun defisit setiap bulannya dapat Anda lihat dari perhitungan ekspektasi pendapatan setiap bulan dan pengaluaran yang harus dikeluarkan. Pada bagian paling bawah Anda dapat melihat ”emergency fund” yang disiapkan dari laporan keuangan keluarga Andi. Bila terjadi defisit dalam bulan berjalan maka Andi dapat menutupinya dengan dana yang tersedia di pos ini.

Analisa Perencanaan Anggaran

Setelah pembuatan perencanaan anggaran, laporan ini harus dianalisa dengan cermat. Pertimbangan dari cash flow yang terjadi baik surplus maupun defisit harus dipertimbangkan dengan masak. Dari laporan anggaran mungkin saja mengalami revisi sebelum pelaksanaan. Sebagai contoh saja, dalam laporan perencanaan anggaran awal, keluarga Andi mempertimbangkan untuk melakukan perjalanan ke Surabaya, menemuai keluarga di sana di bulan April.

Tapi melihat dari defisit yang terjadi pada bulan itu mereka memutuskan untuk menundanya sampai bulan Juni dimana ekspektasi dari hasil invetasi properti didapat. Hal ini bisa saja dilakukan sebelum perencanaan itu dilaksanakan. Bila memang hal ini dirasa lebih baik.

Melaksanakan Perencanaan Anggaran

Pada langkah ini, pelaksanaan perencanaan anggaran merupakan proses beroperasinya anggaran tersebut. Dalam hal ini keluarga Andi akan melihat beberapa hal yang mungkin dapat dikurangi dalam hal pengeluaran tidak tetap untuk lebih menfokuskan kepada tujuan keuangan yang lebih panjang. Mereka akan memperhatikan pengeluaran untuk entertiment yang mereka lakukan setiap bulannya, diusahakan agar tetap pada jalur perencanaan anggaran sehingga tidak mengganggu pengeluran lainnya.

Tinjau Ulang dan Kontrol

Langkah akhir dari proses perencanaan anggaran adalah meninjau ulang dan mengontrol pelaksanaan perencanaan anggaran. Dalam hal ini Andi dan Anita berusaha agar perencanaan anggaran yang telah dilaksanakan berada pada batasan atau alokasi yang telah ditetapkan. Mereka berdua setuju, bila terjadi deviasi atau penyimpangan yang cukup siknifikan dari perencanaan anggaran harus disetujui oleh mereka berdua.

Mereka juga menyetujui beberapa perubahan dengan mengurangi pos pengeluaran tidak tetap bila ekspektasi pemasukan yang lebih kecil dari yang mereka antisipasi serta pengeluaran yang lebih besar dari yang telah dianggarkan. Bila terjadi dimana pemasukan yang didapat lebih besar dari ekspektasi maka mereka juga menyetujui untuk tetap melakukan pengeluaran yang telah dianggarkan, sehingga mereka memiliki dana yang lebih besar untuk tujuan keuangan jangka panjang lainnya.

Demikianlah proses dari perencanaan anggaran yang menurut hemat kami sebaiknya Anda lakukan untuk memberikan rasa aman dan kestabilan dalam keuangan keluarga. Bila Anda merasa masih sulit untuk melakukannya, maka Anda dapat berkonsultasi dengan para perencana keuangan kami. Hal ini dapat Anda tanyakan melalui redaksi harian Sinar Harapan. (*)

Diambil dari Harian Umum Sore Sinar Harapan Rubrik PERENCANAAN KEUANGAN. Rubrik ini diasuh oleh Tim Indonesia School of Life (ISOL) yakni Andrias Harefa, Roy Sembel, M. Ichsan, Heru Wibawa, dan Parpudi Lubis.

Leave a Reply